Pohon Pisang di Lubang Buaya, Saksi Bisu Tragedi G30S/PKI

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Sabtu, 27 September 2025 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pohon Pisang di Lubang Buaya, Saksi Bisu Tragedi G30S/PKI

Pohon Pisang di Lubang Buaya, Saksi Bisu Tragedi G30S/PKI

Britainaja, Jakarta – Pohon pisang mungkin terlihat seperti tanaman biasa yang sering tumbuh di perkebunan dan pekarangan rumah warga. Namun, di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, pohon ini menyimpan kisah kelam yang menjadi bagian penting dalam sejarah bangsa Indonesia.

Bukan sekadar tumbuhan tropis, pohon pisang yang tumbuh di area Lubang Buaya dikenal sebagai saksi bisu peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI). Di tempat inilah, tujuh perwira tinggi TNI AD menjadi korban kebiadaban kelompok pemberontak yang mencoba menggulingkan pemerintahan sah Indonesia.

Kesaksian sejarah menyebutkan bahwa eksekusi terhadap para pahlawan revolusi di lakukan di bawah naungan pohon pisang, sebelum akhirnya jasad mereka di masukkan ke dalam sumur maut Lubang Buaya. Suasana gelap malam dan rindangnya daun pisang kala itu menambah kesan mencekam pada tragedi yang mengguncang bangsa.

Baca Juga :  Program KJP Try Out Resmi Dibuka, Pelajar Jakarta Didorong Siap Masuk PTN

Bagi sebagian orang, pohon pisang di lokasi tersebut kini menjadi simbol pengingat sejarah. Ia bukan hanya bagian dari alam, tetapi juga monumen hidup yang merekam jejak kekejaman dan pengorbanan. Batangnya yang cepat tumbuh dan daunnya yang lebar menjadi penanda betapa dekatnya kehidupan dengan tragedi.

Kini, di kawasan Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya, keberadaan pohon pisang tetap di jaga. Banyak pengunjung yang datang bukan hanya untuk berziarah. Tetapi juga untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi yang gugur pada malam berdarah 30 September 1965.

Pohon pisang di sana tidak lagi sekadar tanaman liar. Ia berdiri sebagai simbol kesetiaan sejarah, menjadi pengingat bahwa di balik kesederhanaannya tersimpan kisah tragis yang mengubah arah perjalanan bangsa.

Baca Juga :  Cara Cek Bansos 2026: Pastikan Data Anda Akurat Agar Bantuan Tepat Sasaran

Melalui kisah ini, generasi muda di ingatkan agar tak melupakan masa lalu. Lubang Buaya dan pohon pisang yang tumbuh di atas tanah bersejarah itu mengajarkan bahwa kemerdekaan dan kedamaian yang di rasakan hari ini di bayar dengan darah dan pengorbanan para pahlawan.

Seiring waktu, banyak pohon lain tumbuh di sekitar lokasi tersebut, namun keberadaan pohon pisang tetap di anggap istimewa. Ia menjadi penanda alami yang tak pernah hilang, sekaligus pengingat abadi tentang pentingnya menjaga ideologi Pancasila dan keutuhan NKRI.

Sejarah mungkin tak bisa di ubah, tetapi kisah yang melekat pada pohon pisang di Lubang Buaya akan terus hidup sebagai peringatan agar bangsa ini tidak lagi mengulangi tragedi serupa. (Tim)

Berita Terkait

Profil Dody Hanggodo: Dari Pengusaha Sawit Kini Jadi Menteri PU yang Viral
BLT Dana Desa Tahap 3 Cair Bulan Ini, Ini Cara Ambil Bantuan Rp900 Ribu
Kisah Haru di Balik Nama Bayi Muhammad MBG Subianto dan Alasan Disdukcapil Wonosobo
Sentilan Keras DPR: ASN Jangan Cuma Datang, Absen, dan Ngopi
Lowongan Kerja BPJS Kesehatan 2026: Cari Anggota Komite Non Dewan Pengawas, Daftar Sebelum 18 Juli
5 Cara Cek Tunggakan BPJS Kesehatan, Cepat dan Praktis dari Rumah
Profil Rachmat Gobel, Pengusaha dan Politisi Senior Yang Meninggal Dunia
Skandal Batu Bara PLTU, Polisi Sita Emas dan Uang Tunai Rp540 Miliar
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:03 WIB

Profil Dody Hanggodo: Dari Pengusaha Sawit Kini Jadi Menteri PU yang Viral

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:02 WIB

BLT Dana Desa Tahap 3 Cair Bulan Ini, Ini Cara Ambil Bantuan Rp900 Ribu

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:01 WIB

Kisah Haru di Balik Nama Bayi Muhammad MBG Subianto dan Alasan Disdukcapil Wonosobo

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:05 WIB

Sentilan Keras DPR: ASN Jangan Cuma Datang, Absen, dan Ngopi

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:30 WIB

Lowongan Kerja BPJS Kesehatan 2026: Cari Anggota Komite Non Dewan Pengawas, Daftar Sebelum 18 Juli

Berita Terbaru

ASN Pemkot Sungai Penuh saat menghadiri Acara.

Sungai Penuh

OPD Wajib Patuh, Pemkot Sungai Penuh Setop Rekrut Honorer Baru

Selasa, 21 Jul 2026 - 18:01 WIB