Pemerintah Fokus Kendalikan Harga Pangan demi Stabilitas Inflasi

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Fokus Kendalikan Harga Pangan demi Stabilitas Inflasi

Pemerintah Fokus Kendalikan Harga Pangan demi Stabilitas Inflasi

Britainaja – Pemerintah terus memperkuat strategi pengendalian harga pangan sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas inflasi nasional. Langkah ini dipandang sebagai instrumen krusial untuk memitigasi penurunan daya beli masyarakat, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global yang kian dinamis.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan, keberhasilan menjaga laju inflasi sejauh ini tidak lepas dari pola koordinasi yang intensif antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, pemantauan ketat secara mingguan menjadi kunci untuk merespons cepat setiap potensi lonjakan harga di lapangan.

“Keberhasilan pengendalian inflasi ini merupakan hasil dari konsistensi kita dalam melakukan koordinasi rutin melalui rapat pengendalian setiap pekannya,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang berlangsung di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan per Desember 2025 tercatat sebesar 2,92 persen. Angka tersebut mencerminkan kondisi yang masih relatif terjaga karena berada di bawah ambang batas yang ditetapkan pemerintah, yakni 3,5 persen. Kendati demikian, stabilitas makro tersebut harus dirasakan dampaknya secara mikro oleh masyarakat bawah.

Baca Juga :  Buruan Klaim Kode Redeem Genshin Impact 30 Juli 2026: Dapatkan Primogem Gratis

Tito memberikan catatan khusus bahwa kelompok masyarakat berpenghasilan rendah adalah pihak yang paling rentan terhadap fluktuasi harga. Kenaikan pada komoditas utama seperti beras, minyak goreng, telur, dan daging sapi akan langsung memberikan tekanan hebat pada biaya hidup harian mereka.

Di sisi lain, tantangan baru muncul dari komoditas non-pangan, yakni emas perhiasan, yang menjadi salah satu penyumbang inflasi terbesar. Kenaikan harga emas yang kini mendekati angka Rp3 juta per gram sepenuhnya dipengaruhi oleh faktor global yang berada di luar kendali kebijakan domestik pemerintah.

Plt Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Popy Rufaidah menambahkan, struktur inflasi di Indonesia memiliki kompleksitas tersendiri. Ia menekankan bahwa persoalan harga di Tanah Air tidak semata-mata dipicu oleh tingginya permintaan, melainkan sangat bergantung pada kelancaran distribusi logistik antarwilayah.

Guna mengantisipasi gejolak lebih lanjut, pemerintah telah menyiapkan serangkaian instrumen intervensi. Hal ini meliputi penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) serta Harga Acuan Penjualan (HAP). Selain itu, penguatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM) terus digencarkan sebagai langkah konkret untuk menjamin ketersediaan pasokan strategis bagi masyarakat.

Baca Juga :  Profil Frans Dicky Tamara, Direktur Baru Garuda Indonesia

Esensi Kedaulatan Distribusi

Data menunjukkan bahwa disparitas harga antar-pulau masih menjadi tantangan struktural yang nyata. Upaya pemerintah dalam menetapkan HET dan HAP seringkali berbenturan dengan realitas biaya logistik yang tinggi di daerah terpencil. Oleh karena itu, digitalisasi rantai pasok dan pembenahan infrastruktur pergudangan di tingkat daerah menjadi mendesak agar intervensi harga tidak hanya efektif di atas kertas, tetapi juga di tingkat pengecer.

Ke depannya, ketergantungan pada mekanisme pasar global, seperti yang terlihat pada pergerakan harga emas, harus menjadi pengingat bagi pengambil kebijakan. Penguatan sektor pangan lokal merupakan satu-satunya jalan untuk menciptakan bantalan ekonomi yang tangguh terhadap guncangan eksternal yang tidak terduga. (Tim)

Berita Terkait

Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan: Syarat, Biaya, dan Cara Baru 10 Hari Selesai
Cara Mendapatkan Bantuan Bedah Rumah 2026, Tanpa Sertifikat
Cara Update Status Desil DTSEN 2026 Lewat Aplikasi Cek Bansos
Mulai 15 September, Pengendara Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli Biosolar
Cara Mudah Cek Bansos PKH dan BPNT September 2026 via HP
Ini Rincian 4.770 Formasi Sekolah Kedinasan 2026, IPDN Buka Kuota Terbanyak
Kabar Bahagia Guru PPPK: Paruh Waktu Naik Status dan Peluang CPNS 2027
1.147 PPPK Paruh Waktu Resmi Naik Status Jadi Penuh Waktu
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 10:12 WIB

Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan: Syarat, Biaya, dan Cara Baru 10 Hari Selesai

Sabtu, 12 September 2026 - 13:29 WIB

Cara Mendapatkan Bantuan Bedah Rumah 2026, Tanpa Sertifikat

Jumat, 4 September 2026 - 06:03 WIB

Cara Update Status Desil DTSEN 2026 Lewat Aplikasi Cek Bansos

Rabu, 2 September 2026 - 11:31 WIB

Mulai 15 September, Pengendara Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli Biosolar

Rabu, 2 September 2026 - 10:34 WIB

Cara Mudah Cek Bansos PKH dan BPNT September 2026 via HP

Berita Terbaru

Ilustrasi - Cara Alami Atasi Radang Amandel. (Foto: AI)

Health

Cara Alami Atasi Radang Amandel Tanpa Obat Kimia

Jumat, 18 Sep 2026 - 10:35 WIB

Ilustrasi - Cara Matikan SafeSearch Google di HP dan Laptop. (Foto: AI)

Tech & Game

Cara Matikan SafeSearch Google di HP dan Laptop yang Terkunci

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:19 WIB

Ilustrasi - VPN Open Source Terbaik 2026 untuk Nonton Video. (Foto: AI)

Tech & Game

10 VPN Open Source Terbaik 2026 untuk Nonton Video Aman

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:16 WIB