Belanda Serahkan 28 Ribu Fosil Dubois ke Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 28 September 2025 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kanan) menerima dokumen resmi pengembalian Koleksi Dubois dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Gouke Moes, di Museum Naturalis, Leiden, Belanda, Jumat (26/9/2025) (Foto: Dokumentasi Kemenbud)

Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kanan) menerima dokumen resmi pengembalian Koleksi Dubois dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Gouke Moes, di Museum Naturalis, Leiden, Belanda, Jumat (26/9/2025) (Foto: Dokumentasi Kemenbud)

Britainaja, Leiden – Pemerintah Belanda resmi menyerahkan sebanyak 28 ribu fosil koleksi Dubois kepada Indonesia. Koleksi bersejarah itu mencakup fosil manusia purba Pithecanthropus Erectus yang di temukan di Trinil pada 1891–1892.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut pemulangan koleksi ini sebagai langkah penting untuk mengembalikan jejak sejarah bangsa. Menurutnya, kepulangan fosil menjadi bukti keberhasilan diplomasi budaya sekaligus pengakuan bahwa warisan tersebut adalah milik sah Indonesia.

Dalam keterangannya pada Sabtu (27/9/2025), Fadli menegaskan bahwa penyerahan fosil Dubois tidak hanya sekadar pemindahan benda bersejarah. Lebih dari itu, pengembalian ini merupakan pemulihan martabat ilmu pengetahuan yang lahir dari tanah Indonesia.

“Dengan kepulangan koleksi Dubois, kita menutup jurang sejarah yang sudah terpisah lebih dari satu abad. Indonesia kini tidak lagi menjadi objek penelitian semata, tetapi berdiri sebagai subjek pengetahuan dunia,” ujarnya.

Baca Juga :  ASEAN Diprediksi Jadi Kekuatan Ekonomi Dunia ke-4 pada 2030

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Gouke Moes, menjelaskan bahwa pengembalian koleksi di lakukan atas permintaan resmi Pemerintah Indonesia. Keputusan tersebut di ambil setelah melalui kajian mendalam oleh Komite Koleksi Kolonial yang bersifat independen.

Menurut Gouke, saran komite di dasarkan pada penelitian ekstensif dan menjadi dasar kuat bagi Belanda untuk menyerahkan koleksi itu kembali. “Kami akan bekerja dengan tingkat ketelitian yang sama bersama Naturalis dan mitra di Indonesia,” tuturnya.

Koleksi Dubois memiliki arti besar bagi studi evolusi manusia. Beberapa temuan penting di dalamnya meliputi tempurung kepala, tulang paha, hingga gigi geraham manusia purba. Selama lebih dari seratus tahun, koleksi ini tersimpan di Belanda dan menjadi rujukan ilmiah internasional.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Regulasi Baru untuk Hapus Sistem Outsourcing

Pengembalian ribuan fosil ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat peradaban kuno di dunia. Bagi kalangan akademisi, keberadaan koleksi tersebut di tanah asalnya akan membuka ruang penelitian baru dan memperkaya kajian tentang asal-usul manusia.

Pengembalian fosil Dubois menjadi contoh nyata bagaimana diplomasi budaya bisa menjadi instrumen strategis dalam memulihkan sejarah bangsa. Langkah ini tidak hanya memperkuat kedaulatan, tetapi juga menempatkan Indonesia di posisi penting dalam diskursus global mengenai evolusi manusia.

Dengan penyerahan ini, Indonesia di harapkan mampu memanfaatkan koleksi Dubois sebagai pintu masuk kolaborasi ilmiah internasional. Pada saat yang sama, kepulangan fosil bersejarah tersebut menandai babak baru dalam upaya merawat warisan peradaban untuk generasi mendatang. (Tim)

Berita Terkait

Prakiraan Cuaca Indonesia 25 Januari 2026: Jakarta Hujan Sedang, Merauke Waspada Petir
Menghitung Mundur Ramadan 2026: Estimasi Tanggal dan Persiapan Penting Menjelang 1447 Hijriah
Daftar Bahan Pokok Pemicu Inflasi Ramadan: Strategi Pemerintah Amankan Harga Pangan
Harga Telur Ayam Nasional Merangkak Naik, Waspada Lonjakan Inflasi Jelang Ramadan
Waspada Cuaca Ekstrem, Surabaya dan Denpasar Berpotensi Hujan Petir Hari Ini
Aturan Baru Rujukan BPJS Kesehatan 2026: Pasien Kini Langsung Dirujuk Berdasarkan Kompetensi Rumah Sakit
Tim SAR Temukan Radar dan Dokumen Penumpang ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
Cek Prakiraan Cuaca 19 Januari 2026, Waspada Hujan Petir di Yogyakarta dan Kupang
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 11:30 WIB

Prakiraan Cuaca Indonesia 25 Januari 2026: Jakarta Hujan Sedang, Merauke Waspada Petir

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:01 WIB

Menghitung Mundur Ramadan 2026: Estimasi Tanggal dan Persiapan Penting Menjelang 1447 Hijriah

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:30 WIB

Daftar Bahan Pokok Pemicu Inflasi Ramadan: Strategi Pemerintah Amankan Harga Pangan

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:00 WIB

Harga Telur Ayam Nasional Merangkak Naik, Waspada Lonjakan Inflasi Jelang Ramadan

Selasa, 20 Januari 2026 - 09:05 WIB

Waspada Cuaca Ekstrem, Surabaya dan Denpasar Berpotensi Hujan Petir Hari Ini

Berita Terbaru