Panduan Jam Makan yang Tepat untuk Diet Intermittent Fasting

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Rabu, 5 November 2025 - 08:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi sarapan sehat (Radar Tuban)

Ilustrasi sarapan sehat (Radar Tuban)

Britainaja – Intermittent fasting kini menjadi salah satu pola diet paling populer untuk menurunkan berat badan. Kunci utamanya terletak pada pengaturan jam makan dan puasa. Meski terlihat sederhana, pemilihan waktu makan yang tepat sangat menentukan keberhasilan diet ini.

Secara sederhana, intermittent fasting adalah metode diet yang membatasi waktu makan dalam periode tertentu setiap hari atau setiap minggu. Selama jendela waktu makan, kamu boleh mengonsumsi makanan sehat dalam jumlah wajar, sedangkan di luar jam tersebut tubuh dibiarkan berpuasa agar sistem metabolisme bekerja lebih efisien.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa diet ini tidak hanya efektif menurunkan berat badan, tetapi juga membantu menstabilkan kadar gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, hingga memperlambat proses penuaan. Namun, untuk mendapatkan manfaat optimal, kamu perlu memahami metode dan jam makan yang sesuai.

1. Metode 16/8

Metode ini disebut juga Leangains Protocol. Cara menerapkannya cukup mudah, yaitu dengan berpuasa selama 16 jam dan hanya makan dalam rentang waktu 8 jam setiap hari.
Contohnya, kamu bisa mulai makan dari pukul 13.00 hingga 21.00. Setelah itu, kamu hanya boleh minum air putih atau minuman bebas kalori hingga keesokan siang. Karena ritmenya teratur, metode ini dianggap paling fleksibel dan mudah dijalankan bagi pemula.

Baca Juga :  Daftar Lengkap Harga BBM di Seluruh SPBU per 16 Maret 2026

2. Metode Eat-Stop-Eat

Pada metode ini, kamu berpuasa selama 24 jam penuh sebanyak satu hingga dua kali seminggu. Misalnya, setelah makan malam pada Senin, kamu baru boleh makan lagi pada makan malam hari Selasa. Meskipun menantang, cara ini bisa membantu menekan asupan kalori mingguan secara signifikan.

3. Metode 5:2

Metode ini mengatur pola makan dengan membatasi asupan kalori hanya sekitar 500–600 kalori selama dua hari dalam seminggu. Pada lima hari lainnya, kamu dapat makan seperti biasa. Prinsipnya tetap sama, yaitu mengatur defisit kalori untuk membantu tubuh membakar lemak lebih efektif.

Meskipun memiliki jendela makan, bukan berarti kamu bisa mengonsumsi makanan secara berlebihan. Pola makan tetap harus terkontrol, dengan fokus pada makanan bergizi seperti protein tanpa lemak, sayur, buah, dan biji-bijian.

Efek Intermittent Fasting pada Tubuh

Selama berpuasa, tubuh mengalami berbagai perubahan positif. Misalnya, kadar hormon pertumbuhan meningkat hingga lima kali lipat, membantu pembentukan otot dan pembakaran lemak. Sementara itu, kadar insulin menurun drastis, sehingga lemak yang tersimpan di tubuh lebih mudah digunakan sebagai energi.

Baca Juga :  Musim Hujan Tiba! 6 Cara Ampuh Mengusir Tikus dari Rumah Tanpa Bahan Kimia Beracun

Selain itu, terjadi proses autophagy — mekanisme alami tubuh dalam membersihkan sel rusak dan memperbaiki jaringan. Proses ini juga diyakini berperan dalam memperpanjang umur sel serta menurunkan risiko penyakit kronis. Perubahan positif ini membuat intermittent fasting banyak diminati oleh mereka yang ingin hidup lebih sehat dan bugar.

Siapa yang Tidak Disarankan Melakukannya?

Meskipun terlihat aman, tidak semua orang cocok dengan pola diet ini. Beberapa kelompok yang sebaiknya menghindari intermittent fasting antara lain:

  • Anak-anak dan remaja di bawah 18 tahun.

  • Ibu hamil atau menyusui.

  • Penderita diabetes tipe 1 yang menggunakan insulin.

  • Orang dengan riwayat gangguan makan.

Sebelum memulai, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi untuk menilai kondisi tubuh dan menentukan metode yang paling aman.

Intermittent fasting bisa menjadi solusi efektif bagi kamu yang ingin menurunkan berat badan secara alami tanpa harus menghitung kalori berlebihan. Namun, kunci keberhasilannya tetap terletak pada disiplin, pemilihan makanan sehat, dan gaya hidup seimbang. Dengan pola yang tepat, diet ini tak hanya membantu menurunkan berat badan, tapi juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. (Tim)

Berita Terkait

Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan: Syarat, Biaya, dan Cara Baru 10 Hari Selesai
Cara Mendapatkan Bantuan Bedah Rumah 2026, Tanpa Sertifikat
Cara Update Status Desil DTSEN 2026 Lewat Aplikasi Cek Bansos
Mulai 15 September, Pengendara Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli Biosolar
Cara Mudah Cek Bansos PKH dan BPNT September 2026 via HP
Ini Rincian 4.770 Formasi Sekolah Kedinasan 2026, IPDN Buka Kuota Terbanyak
Kabar Bahagia Guru PPPK: Paruh Waktu Naik Status dan Peluang CPNS 2027
1.147 PPPK Paruh Waktu Resmi Naik Status Jadi Penuh Waktu
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 10:12 WIB

Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan: Syarat, Biaya, dan Cara Baru 10 Hari Selesai

Sabtu, 12 September 2026 - 13:29 WIB

Cara Mendapatkan Bantuan Bedah Rumah 2026, Tanpa Sertifikat

Jumat, 4 September 2026 - 06:03 WIB

Cara Update Status Desil DTSEN 2026 Lewat Aplikasi Cek Bansos

Rabu, 2 September 2026 - 11:31 WIB

Mulai 15 September, Pengendara Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli Biosolar

Rabu, 2 September 2026 - 10:34 WIB

Cara Mudah Cek Bansos PKH dan BPNT September 2026 via HP

Berita Terbaru

Ilustrasi - Cara Alami Atasi Radang Amandel. (Foto: AI)

Health

Cara Alami Atasi Radang Amandel Tanpa Obat Kimia

Jumat, 18 Sep 2026 - 10:35 WIB

Ilustrasi - Cara Matikan SafeSearch Google di HP dan Laptop. (Foto: AI)

Tech & Game

Cara Matikan SafeSearch Google di HP dan Laptop yang Terkunci

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:19 WIB

Ilustrasi - VPN Open Source Terbaik 2026 untuk Nonton Video. (Foto: AI)

Tech & Game

10 VPN Open Source Terbaik 2026 untuk Nonton Video Aman

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:16 WIB