Menbud Fadli Zon Umumkan Peluncuran Buku Sejarah Nasional Baru 14 Desember 2025

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon (Foto: Dokumentasi/Kementerian Kebudayaan)

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon (Foto: Dokumentasi/Kementerian Kebudayaan)

Britainaja, JakartaKementerian Kebudayaan (Kemenbud) memastikan proyek penulisan ulang sejarah Republik Indonesia segera rampung. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut, buku sejarah baru tersebut di jadwalkan rilis pada 14 Desember 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Sejarah Nasional.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan, penetapan tanggal 14 Desember di pilih bukan tanpa alasan. Tanggal tersebut merupakan momentum bersejarah yang di usulkan langsung oleh para sejarawan sebagai waktu yang tepat untuk memperkenalkan kembali hasil kajian terbaru sejarah bangsa.

“Peluncuran akan di lakukan bertepatan dengan Hari Sejarah Nasional, sekitar 12 atau 14 Desember, sesuai usulan dari para sejarawan,” ujar Fadli saat ditemui di Kantor Kemenbud, Jakarta Selatan, Selasa (21/10/2025).

Ia menambahkan, sebelum buku tersebut resmi di terbitkan, akan di gelar beberapa sesi diskusi lanjutan untuk mematangkan isi naskah hasil kolaborasi para sejarawan dari 34 perguruan tinggi di Indonesia.

Menurut Fadli, seluruh tim penulis saat ini tengah memasuki tahap penyuntingan akhir (editing). Sebagian besar naskah sudah di serahkan kepada editor umum, sementara tim bahasa kini fokus melakukan pemeriksaan teknis seperti ejaan dan tata penulisan.

Baca Juga :  Evakuasi Ponpes Al-Khoziny Ditarget Rampung, 52 Korban Tewas

“Sebagian besar draft sudah masuk ke editor umum. Setelah itu akan di lakukan proses proofreading dan penyempurnaan oleh editor bahasa,” jelasnya.

Proyek penulisan ulang sejarah nasional ini merupakan program strategis Kemenbud yang di kerjakan melalui Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi. Langkah ini diambil untuk memperbarui narasi sejarah nasional agar lebih komprehensif, akurat, dan relevan dengan perkembangan kajian modern.

Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, menegaskan bahwa proyek ini bertujuan untuk menyajikan kembali peristiwa penting dalam perjalanan bangsa Indonesia secara utuh dan ilmiah.

“Tujuan penulisan ulang ini adalah merekonstruksi secara menyeluruh peristiwa sejarah bangsa sebagai bentuk pencapaian dalam pembentukan identitas nasional yang merdeka dan berdaulat,” kata Restu saat memaparkan capaian kinerja Kemenbud, Selasa malam (21/10/2025).

Restu menambahkan, proses penyusunan di lakukan melalui pendekatan ilmiah terbaru, termasuk pemutakhiran metodologi, ruang lingkup, serta teknik analisis sejarah yang lebih mendalam dan lintas disiplin.

“Penulisan ulang ini juga menjadi sarana pembaruan metode kajian sejarah agar lebih sesuai dengan perkembangan keilmuan masa kini,” ujarnya.

Baca Juga :  Gempa 4,6 SR Getarkan Padang Panjang, Terasa hingga Payakumbuh

Saat ini, naskah buku sejarah nasional sudah berada di tahap akhir penyuntingan. Fadli Zon berharap, seluruh proses dapat selesai sesuai jadwal sehingga peluncuran resmi bisa di lakukan tepat pada Hari Sejarah Nasional Desember mendatang.

Proyek ini juga termasuk dalam 14 program prioritas Kemenbud yang di canangkan Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi tahun ini. Pemerintah berharap, hadirnya buku sejarah baru ini dapat menjadi rujukan nasional bagi dunia pendidikan, peneliti, serta masyarakat umum dalam memahami perjalanan bangsa secara objektif dan berimbang.

“Kami berharap penulisan ulang sejarah ini bisa segera rampung agar masyarakat dapat memiliki referensi sejarah yang lebih lengkap dan modern,” tutup Restu.

Dengan hadirnya buku penulisan ulang Sejarah Republik Indonesia, pemerintah berupaya menghadirkan narasi sejarah yang tidak hanya faktual tetapi juga mencerminkan semangat kebangsaan yang dinamis. Peluncuran pada 14 Desember 2025 di harapkan menjadi tonggak baru dalam pelestarian warisan intelektual bangsa. (Tim)

Berita Terkait

BBM Nonsubsidi Naik, Mengapa Inflasi April 2026 Tetap Terkendali?
Prabowo Bentuk Satgas PHK: Negara Siap Pasang Badan untuk Buruh
Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih Setara Pegawai BUMN
Tips Memilih Daycare Aman: Lindungi Buah Hati dengan Cermat
Sindir Revisi UU Pemilu yang Mandek, Megawati: Jangan Seperti Tari Poco-Poco
Besok Mulai! Calon Manajer Kopdes Merah Putih Segera Siapkan Diri Hadapi Tes Kompetensi
Unik! Boneka dan Pita Jadi Penyelamat Koper Jemaah Haji Jepara agar Tak Tertukar
Senyum Haru Jemaah Haji Malut: Gubernur Sherly Naikkan Uang Saku & Lepas Kloter 13
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 19:00 WIB

BBM Nonsubsidi Naik, Mengapa Inflasi April 2026 Tetap Terkendali?

Senin, 4 Mei 2026 - 18:00 WIB

Prabowo Bentuk Satgas PHK: Negara Siap Pasang Badan untuk Buruh

Senin, 4 Mei 2026 - 17:00 WIB

Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih Setara Pegawai BUMN

Senin, 4 Mei 2026 - 12:00 WIB

Tips Memilih Daycare Aman: Lindungi Buah Hati dengan Cermat

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:00 WIB

Sindir Revisi UU Pemilu yang Mandek, Megawati: Jangan Seperti Tari Poco-Poco

Berita Terbaru

Ilustrasi - Kode Redeem ML 6 Mei 2026.

Tech & Game

Kode Redeem ML 6 Mei 2026: Borong Hadiah Skin dan Item Gratis!

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:00 WIB

Ilustrasi - Kode Redeem FC Mobile 6 Mei 2026 Terbaru.

Tech & Game

Buruan Borong Hadiah! Kode Redeem FC Mobile 6 Mei 2026 Terbaru

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:00 WIB

Ilustrasi Jamaah Haji Beribadah.

Khasanah

7 Amalan Sunnah dan Persiapan Batin Menuju Haji Mabrur

Rabu, 6 Mei 2026 - 05:00 WIB

Karina dan Ningning aespa di Met Gala 2026. (Mike Coppola - Dimitrios Kambouris. ( GETTY IMAGES NORTH AMERICA)

Showbiz

Debut Bersejarah Karina dan Ningning aespa di Met Gala 2026

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:00 WIB