Rupiah Melemah Akibat Sentimen Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lembaran uang rupiah dari nilai terbesar hingga terkecil (Foto: Dokumentasi BI)

Lembaran uang rupiah dari nilai terbesar hingga terkecil (Foto: Dokumentasi BI)

Britainaja – Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan ini. Pelemahan tersebut terjadi di tengah meningkatnya sentimen pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 0,05 persen atau turun sembilan poin ke level Rp16.590 per dolar AS pada Jumat (17/10/2025). Tekanan terhadap rupiah dipicu kombinasi faktor eksternal, seperti kebijakan moneter AS, serta faktor domestik yang memengaruhi kepercayaan pasar.

Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa pasar global saat ini masih menunggu kepastian langkah The Fed terkait suku bunga acuan. “The Fed berpotensi memangkas suku bunga pada Oktober, mengingat prospek ekonomi AS yang melemah dan tren inflasi yang terus menurun,” ujarnya.

Menurut Ibrahim, dukungan terhadap kebijakan pelonggaran moneter kini makin kuat di internal The Fed. Gubernur Christopher Wall secara terbuka menyatakan persetujuan terhadap pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps). Dukungan yang sama juga datang dari Stephen Miran, gubernur baru The Fed, yang bahkan lebih agresif mendorong langkah tersebut.

Baca Juga :  Lowongan Kerja Bank BRI 2026: Peluang Karier BBAP Lulusan D3 dan S1

Selain faktor kebijakan moneter, pasar juga dibayangi ketegangan geopolitik dan perang dagang yang kembali memanas antara AS dan Tiongkok. Presiden Donald Trump mengumumkan rencana penerapan tarif 100 persen untuk seluruh produk impor asal Tiongkok mulai November mendatang.
Kebijakan ini memicu kekhawatiran akan memburuknya hubungan dagang kedua negara dan berdampak negatif terhadap stabilitas ekonomi global.

Situasi di AS juga di perburuk oleh kebijakan government shutdown yang masih berlangsung, menyebabkan penundaan rilis sejumlah data ekonomi penting. “Kondisi ini menekan kepercayaan pasar dan menimbulkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi jangka pendek,” terang Ibrahim.

Dari sisi geopolitik, Trump juga menyampaikan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah sepakat untuk bertemu. Namun, waktu dan lokasi pertemuan tersebut belum di umumkan secara resmi.

Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar menyoroti data terbaru dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang menunjukkan capaian investasi kuartal III-2025 mencapai Rp491,4 triliun. Angka ini tumbuh 13,9 persen di banding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Kuliah Gratis Sampai Lulus! Telkom University Buka Beasiswa Full + Asrama

Secara kumulatif, realisasi investasi sepanjang Januari hingga September 2025 mencapai Rp1.434,3 triliun, atau sekitar 75,3 persen dari target nasional sebesar Rp1.905,6 triliun.
Dari total tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp212 triliun, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp279,4 triliun.

Negara asal investasi terbesar masih di dominasi oleh Singapura dengan nilai investasi USD3,8 miliar, di ikuti Hongkong (USD2,7 miliar), Tiongkok (USD1,9 miliar), Malaysia (USD1 miliar), dan Amerika Serikat (USD800 juta).
Pertumbuhan positif ini menjadi sinyal bahwa kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia tetap terjaga meskipun nilai tukar rupiah sedang tertekan.

Pelemahan rupiah menjelang akhir pekan menjadi refleksi dari meningkatnya ketidakpastian global akibat kebijakan moneter AS dan risiko geopolitik. Meski demikian, fundamental ekonomi Indonesia yang masih solid, terutama di sektor investasi, di harapkan mampu menopang stabilitas ekonomi nasional dalam jangka menengah. (Tim)

Berita Terkait

Sejarah G30S/PKI: Ringkasan Peristiwa 1965, Kronologi, dan Kontroversi
Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan: Syarat, Biaya, dan Cara Baru 10 Hari Selesai
Cara Mendapatkan Bantuan Bedah Rumah 2026, Tanpa Sertifikat
Cara Update Status Desil DTSEN 2026 Lewat Aplikasi Cek Bansos
Mulai 15 September, Pengendara Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli Biosolar
Cara Mudah Cek Bansos PKH dan BPNT September 2026 via HP
Ini Rincian 4.770 Formasi Sekolah Kedinasan 2026, IPDN Buka Kuota Terbanyak
Kabar Bahagia Guru PPPK: Paruh Waktu Naik Status dan Peluang CPNS 2027
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 18:21 WIB

Sejarah G30S/PKI: Ringkasan Peristiwa 1965, Kronologi, dan Kontroversi

Kamis, 17 September 2026 - 10:12 WIB

Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan: Syarat, Biaya, dan Cara Baru 10 Hari Selesai

Sabtu, 12 September 2026 - 13:29 WIB

Cara Mendapatkan Bantuan Bedah Rumah 2026, Tanpa Sertifikat

Jumat, 4 September 2026 - 06:03 WIB

Cara Update Status Desil DTSEN 2026 Lewat Aplikasi Cek Bansos

Rabu, 2 September 2026 - 11:31 WIB

Mulai 15 September, Pengendara Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli Biosolar

Berita Terbaru

Ilustrasi - Cara Mencegah Debu Halus Membuat HP Rusak. (Foto: AI)

Tips & Trik

Cara Mencegah Debu Halus Yang Bisa Membuat HP Rusak Total

Minggu, 4 Okt 2026 - 10:11 WIB

Ilustrasi - Game RPG Seru Diskon Gede di Steam Autumn Sale. (Foto: AI)

Tech & Game

5 Game RPG Seru Diskon Gede di Steam Autumn Sale

Sabtu, 3 Okt 2026 - 16:12 WIB