Menelusuri Masjid Khandaq: Saksi Perjuangan Parit Rasulullah

Keringat dan Rasa Lapar di Balik Kokohnya Benteng Madinah

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masjid Khandaq di Madinah.(DOK.MCH 2026/Pythag Kurniati)

Masjid Khandaq di Madinah.(DOK.MCH 2026/Pythag Kurniati)

Britainaja – Bagi Anda yang sedang menunaikan ibadah haji atau umrah, sempatkanlah melangkah sejauh 2,5 kilometer ke arah barat laut dari Masjid Nabawi. Di dekat kaki Gunung Sela, Anda akan menemukan sebuah bangunan megah yang sarat nilai sejarah: Masjid Khandaq.

Masjid yang juga akrab dengan nama Masjid Al-Fatah ini berdiri kokoh di lokasi yang sama saat Nabi Muhammad SAW memimpin strategi perang paling fenomenal dalam sejarah Islam.

Di tempat inilah, Rasulullah SAW memanjatkan doa dan mendirikan shalat di tengah berkecamuknya Perang Khandaq (Perang Parit) pada tahun 5 Hijriah.

Pesona Arsitektur dan Kedamaian yang Ramai Jemaah

Saat kaki melangkah memasuki area masjid, suasana damai langsung menyergap. Masjid ini memadukan keindahan arsitektur lawas dengan latar belakang perbukitan batu Madinah yang eksotis. Tiang-tiang pilar yang berjejer rapi di dalam masjid kini menjadi sudut favorit para jemaah untuk berfoto dan mengabadikan momen spiritual mereka.

Menurut Umair Bin Seff, salah satu petugas masjid, tempat ini memiliki daya tarik luar biasa, terutama menjelang akhir pekan.

“Masjid ini sangat ramai pada hari Jumat. Selain ingin beribadah shalat Jumat, para jemaah juga datang untuk mengenang kembali jejak perjuangan Rasulullah. Kami juga menyediakan minuman gratis untuk menyambut para tamu Allah ini,” ujar Umair dengan ramah.

Baca Juga :  4 Rekomendasi Drakor Slice of Life Terbaik, Relate Banget Sama Kehidupan Nyata

Masjid megah ini mampu menampung hingga 4.000 jemaah sekaligus. Menariknya, kompleks ini dahulu terhubung dengan tujuh masjid kecil yang mewakili nama-nama sahabat pelindung Madinah, seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib, Salman Al-Farisi, dan Saad bin Muadz.

Mengenang Perang Ahzab: Ketika 3.000 Muslim Dikepung 10.000 Pasukan

Sejarah mencatat pertempuran ini dengan nama Perang Khandaq atau Perang Ahzab (Pasukan Sekutu). Konflik pecah karena akumulasi rasa dendam kaum Yahudi Bani Nadhir yang terusir dari Madinah. Mereka menghasut kaum kafir Quraisy di Makkah beserta kabilah-kabilah Arab lain untuk bersatu membumihanguskan umat Islam.

Alhasil, sebanyak 10.000 pasukan sekutu bergerak mengepung Madinah. Angka yang sangat timpang jika kita bandingkan dengan pasukan Muslim yang hanya berjumlah sekitar 3.000 prajurit.

Mendengar kabar ancaman besar tersebut, Rasulullah SAW langsung menggelar musyawarah. Di sinilah kecerdasan sahabat bernama Salman Al-Farisi bersinar. Ia mengusulkan sebuah taktik yang belum pernah ada dalam sejarah peperangan bangsa Arab: menggali parit raksasa di bagian utara Madinah sebagai benteng pertahanan.

Air Mata, Rasa Lapar, dan Kemenangan yang Menakjubkan

Proses penggalian parit bukanlah perkara mudah. Para sahabat harus memeras keringat di bawah sengatan matahari gurun yang membakar. Rasa lapar yang luar biasa hebat bahkan memaksa mereka mengganjal perut menggunakan batu demi menahan perih.

Baca Juga :  Cara Rasulullah Memuliakan Barirah: Teladan Indah Menjaga Perasaan Sesama

Namun, kerja keras itu membuahkan hasil. Saat pasukan musuh tiba, mereka terbelalak menatap parit dalam yang menghalangi jalan. Taktik cerdas ini memaksa 10.000 pasukan sekutu tertahan di luar kota selama 24 hari.

Di tengah ketegangan, mukjizat dan pertolongan Allah akhirnya datang memecah kebuntuan lewat dua peristiwa besar:

  • Strategi Pecah Belah: Seorang sahabat yang baru memeluk Islam secara sembunyi-sembunyi, Nu’aim bin Mas’ud, berhasil mengacak-acak kepercayaan dan memecah belah aliansi pasukan musuh dari dalam.

  • Pasukan Angin Kencang: Allah mengirimkan angin puyuh yang sangat dingin di malam gelap. Angin ini memporak-porandakan kemah, mematikan api, dan menerbangkan semua peralatan masak pasukan sekutu hingga moral mereka runtuh seketika.

Pesan Spiritual dari Parit Madinah

Berkunjung ke Masjid Khandaq bukan sekadar perjalanan wisata biasa. Tempat ini memberi pesan mendalam bagi setiap muslim bahwa setiap keberhasilan dalam hidup selalu menuntut pengorbanan, kerja keras, dan strategi yang matang.

Namun di atas semua usaha manusia, doa yang tulus dan berserah diri kepada Allah yang akan mengantarkan kita pada kemenangan sejati. (Tim)

Berita Terkait

Kumpulan Doa Pelunas Hutang dan Waktu Mustajab Membacanya
Rahasia Doa Nabi Yunus: Cara Cepat Keluar dari Masalah Berat dan Ujian Hidup
Ini Panduan Lengkap Aqiqah Anak Perempuan Sesuai Syariat
Makna Mendalam Surah Az-Zumar Ayat 53 untuk Jiwa yang Lelah
5 Keutamaan Sholat Dhuha Berdasarkan Hadis Nabi yang Luar Biasa
Hukum Shalat Sambil Menggendong Anak Menurut Syariat Islam, Sah atau Tidak?
Panduan Lengkap Doa Sebelum dan Sesudah Makan Beserta Adabnya dalam Islam
10 Amalan Penting Penebal Bekal Akhirat agar Selamat dari Siksa Kubur
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Kumpulan Doa Pelunas Hutang dan Waktu Mustajab Membacanya

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:16 WIB

Rahasia Doa Nabi Yunus: Cara Cepat Keluar dari Masalah Berat dan Ujian Hidup

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:06 WIB

Ini Panduan Lengkap Aqiqah Anak Perempuan Sesuai Syariat

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:08 WIB

Makna Mendalam Surah Az-Zumar Ayat 53 untuk Jiwa yang Lelah

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:03 WIB

5 Keutamaan Sholat Dhuha Berdasarkan Hadis Nabi yang Luar Biasa

Berita Terbaru