Cara Rasulullah Memuliakan Barirah: Teladan Indah Menjaga Perasaan Sesama

Senyuman Nabi yang Menghapus Rasa Malu

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Cara Rasulullah Memuliakan Barirah: Teladan Indah Menjaga Perasaan Sesama. Gemini

Ilustrasi - Cara Rasulullah Memuliakan Barirah: Teladan Indah Menjaga Perasaan Sesama. Gemini

Britainaja – Nabi Muhammad SAW selalu mengajarkan umat manusia untuk saling menghargai tanpa memandang status sosial. Salah satu kisah yang sangat menyentuh hati melibatkan seorang budak perempuan bernama Barirah. Melalui kisah nyata ini, kita bisa melihat betapa agungnya cara Rasulullah membesarkan hati orang-orang yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Barirah menjalani kehidupan yang sangat sederhana dan penuh keterbatasan. Meski begitu, ia memendam rasa cinta dan kerinduan yang luar biasa mendalam kepada Rasulullah SAW. Ia selalu memendam impian besar untuk mengundang Nabi Muhammad SAW ke gubuk tuanya. Namun, rasa minder sering kali menghalanginya karena ia tidak memiliki makanan yang layak untuk menyambut sang tamu agung.

Suatu hari, keberuntungan menghampiri Barirah. Seorang sahabat memberikan makanan yang sangat lezat dan mewah kepadanya. Sepanjang hidupnya, Barirah belum pernah menikmati hidangan seistimewa itu. Alih-alih memakannya sendiri, ia langsung memikirkan Rasulullah SAW. Ia merasa makanan mewah tersebut jauh lebih pantas mengalir ke tubuh sosok yang paling ia hormati.

Kehadiran Rasulullah yang Dinanti

Tanpa ragu, Barirah menyampaikan undangannya kepada Rasulullah SAW. Nabi yang penuh kasih sayang segera menyambut baik niat tulus tersebut. Beliau melangkahkan kaki menuju rumah gubuk Barirah bersama para sahabatnya.

Baca Juga :  Doa Sedekah Subuh di Rumah agar Rezeki Mengalir Deras & Berkah

Kebahagiaan luar biasa seketika menyelimuti hati Barirah saat melihat sang Nabi menginjakkan kaki di rumah sederhananya. Namun, suasana hangat itu mendadak berubah tegang ketika mereka hendak menyantap hidangan.

Seorang sahabat yang ikut serta mencurigai asal-usul makanan di atas meja. Ia menduga bahwa makanan mewah tersebut berasal dari zakat atau sedekah.

“Wahai Rasulullah, bisa jadi ini makanan zakat atau sedekah. Sedangkan engkau tidak boleh memakan zakat dan sedekah. Jadi, sebaiknya Engkau jangan memakannya, ya Rasulullah,” ujar sahabat tersebut.

Ucapan spontan itu seketika mengejutkan Barirah. Larut dalam rasa bahagia, ia sampai melupakan satu fakta penting bahwa Rasulullah SAW memang tidak boleh menerima harta zakat maupun sedekah untuk konsumsi pribadi.

Kebijaksanaan Rasulullah Menjaga Perasaan

Perkataan sahabat tersebut langsung menghancurkan kegembiraan di hati Barirah. Rasa takut, gelisah, malu, dan sedih bercampur menjadi satu. Ia cemas luar biasa karena merasa telah melakukan kesalahan fatal dengan menyajikan makanan yang tidak boleh Nabi konsumsi.

Baca Juga :  Panduan Doa dan Dzikir Wukuf Arafah: Puncak Haji Penuh Makna

Melihat kepanikan dan kesedihan Barirah, Rasulullah SAW langsung menunjukkan keluhuran akhlaknya. Beliau tidak ingin ketulusan hati tuan rumah berujung pada rasa kecewa. Dengan penuh kelembutan, beliau tersenyum dan menenangkan Barirah melalui sabda yang sangat bijaksana:

“Makanan ini memang sedekah untuk Barirah, dan karena itu sudah menjadi milik Barirah. Lalu Barirah menghadiahkannya kepadaku. Maka aku boleh memakannya.”

Penjelasan cerdas dari Rasulullah langsung mengubah status hukum makanan tersebut secara syariat. Makanan yang awalnya berupa sedekah, kini telah berubah menjadi sebuah hadiah yang halal bagi beliau. Tanpa ragu sedikit pun, Rasulullah SAW langsung menyantap hidangan tersebut dengan lahap demi menghargai Barirah.

Sikap mulia Nabi Muhammad SAW ini memberikan pelajaran berharga bagi kita semua. Islam mengajarkan umatnya untuk selalu menghargai niat baik, menjaga perasaan orang lain, dan memuliakan sesama manusia dengan penuh kasih sayang tanpa memandang kasta. (Tim)

Berita Terkait

7 Sunnah Tidur Rasulullah yang Bikin Hati Tenang & Berkah
MK Tegaskan Kewajiban Nafkah Suami Tidak Absolut, Istri Boleh Ikut Ambil Peran
Hukum Melagukan Al-Quran: Boleh atau Dilarang? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Hukum Merayakan Tahun Baru Islam: Boleh atau Tidak? Ini Kata Ulama
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu 17 Juni 2026
Sambut Tahun Baru Hijriah: 6 Amalan Terbaik di Malam 1 Muharram
101 Ucapan Tahun Baru Islam 2026 Penuh Doa dan Makna
19 Tradisi Unik Menyambut 1 Muharram di Indonesia dan Pandangan Syariat
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:00 WIB

7 Sunnah Tidur Rasulullah yang Bikin Hati Tenang & Berkah

Jumat, 19 Juni 2026 - 05:00 WIB

Cara Rasulullah Memuliakan Barirah: Teladan Indah Menjaga Perasaan Sesama

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:00 WIB

MK Tegaskan Kewajiban Nafkah Suami Tidak Absolut, Istri Boleh Ikut Ambil Peran

Kamis, 18 Juni 2026 - 05:00 WIB

Hukum Melagukan Al-Quran: Boleh atau Dilarang? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya

Rabu, 17 Juni 2026 - 05:00 WIB

Hukum Merayakan Tahun Baru Islam: Boleh atau Tidak? Ini Kata Ulama

Berita Terbaru

Pajak Tahunan BYD M6 DM-i. Medcom

Otomotif

Ternyata Murah! Segini Pajak Tahunan BYD M6 DM-i

Jumat, 19 Jun 2026 - 21:00 WIB

Harga iPhone 18 Pro Bakal Naik Drastis. Medcom

Tech & Game

Siap-Siap! Harga iPhone 18 Pro Bakal Naik Drastis Demi Fitur AI

Jumat, 19 Jun 2026 - 19:00 WIB

Ilustrasi - Sunnah Tidur Rasulullah yang Bikin Hati Tenang & Berkah.

Khasanah

7 Sunnah Tidur Rasulullah yang Bikin Hati Tenang & Berkah

Jumat, 19 Jun 2026 - 18:00 WIB