Pikiran Melayang Saat Shalat? Ini Jawaban Menyejukkan Rasulullah

Memahami Makna Shalat Khusyuk Menurut Imam Al-Ghazali

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Sedang Melaksanakan Sholat.

Ilustrasi Sedang Melaksanakan Sholat.

Britainaja – Bagi umat Muslim, shalat merupakan tiang agama sekaligus amalan pertama yang akan menghadapi hisab di hari akhir nanti. Namun jujur saja, kita sering kali terjebak dalam rutinitas. Saat takbiratul ihram dimulai, tiba-tiba pikiran melayang memikirkan pekerjaan, jemuran, hingga urusan duniawi lainnya.

Kondisi ini pasti memicu rasa khawatir: Apakah Allah menerima shalat kita? Apakah ibadah kita sia-sia?

Jika Anda sedang merasakan kegelisahan ini, mari kita simak kisah sarat makna dari majelis Rasulullah SAW berikut. Sebuah jawaban penuh kasih yang akan membuat hati Anda kembali tenang.

Apa Sebenarnya Arti Khusyuk?

Melansir data dari Baznas Kota Yogyakarta, khusyuk secara bahasa berarti tunduk, tenang, dan merendahkan diri. Sementara secara istilah, khusyuk mengacu pada kemampuan menghadirkan hati dan pikiran sepenuhnya, serta menyadari bahwa kita sedang berdiri menghadap Zat Yang Maha Kuasa.

Dalam kitab Ihya’ Ulumiddin, Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa kekhusyukan bermakna kehadiran hati yang dibersamai kesadaran penuh akan keagungan Allah SWT. Artinya, kita mengalirkan rasa bahwa Allah sedang melihat dan mendengar setiap bacaan serta gerakan shalat kita.

Kisah Sahabat yang Gelisah di Majelis Nabi

Mengutip catatan Kemenag Kota Pariaman, suatu hari Rasulullah SAW sedang duduk bersama para sahabat. Di tengah suasana tenang, seorang sahabat tampak sangat gelisah. Jarinya saling menggenggam, matanya tertunduk, dan helaan napasnya terasa berat.

Baca Juga :  Panen Pahala Berlipat, Ini Daftar Amalan Utama di Hari Jumat Bulan Ramadan

Dengan nada ragu dan malu, ia memberanikan diri bertanya:

“Wahai Rasulullah, aku ingin bertanya, tetapi aku khawatir pertanyaanku ini akan membuatku semakin malu di hadapan Allah.”

Rasulullah SAW tersenyum menenangkan dan menjawab, “Katakanlah, wahai saudaraku. Tidak ada pertanyaan yang membuat seseorang hina jika ia bertanya untuk mencari kebaikan.

Sahabat itu pun mencurahkan isi hatinya, “Wahai Rasulullah, aku merasa shalatku sering tidak khusyuk. Kadang aku mengingat urusan dunia, kadang pikiranku melayang entah ke mana. Aku takut Allah tidak menerima shalatku. Apakah aku tetap mendapatkan pahala?

Seketika, ruangan menjadi hening. Banyak sahabat lain yang ikut menunduk karena merasakan kegelisahan yang sama.

Jawaban Rasulullah: Allah Melihat Usahamu

Rasulullah SAW tidak langsung menjawab. Beliau menatap sahabat tersebut dengan pandangan mata yang lembut hingga air mata membasahi pipi mulia beliau.

Dengan suara bergetar, Nabi bersabda:

“Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh setan tidak akan pernah berhenti mencuri bagian dari shalat seorang hamba hingga ia teralihkan. Tetapi ketahuilah, Allah tetap melihat usahamu.”

Beliau melanjutkan nasihatnya dengan luar biasa:

“Wahai saudaraku, jika engkau meninggalkan shalat hanya karena takut tidak khusyuk, maka setan menang. Tetapi jika engkau tetap berusaha shalat meski pikiranmu teralihkan, ketahuilah bahwa setiap kali engkau berusaha kembali kepada Allah dalam shalatmu, saat itulah Allah menyambutmu.”

Baca Juga :  Tanda Lailatul Qadar Menurut Hadis: Malam Tenang dan Matahari Pagi Tak Menyilaukan

Perumpamaan Indah: Kasih Ibu vs Kasih Allah

Untuk menyentuh hati para sahabat, Rasulullah SAW memberikan sebuah analogi yang sangat humanis:

“Bayangkan seorang ibu yang melihat anaknya berjalan ke arahnya, tetapi anak itu sering jatuh dan tersandung. Apakah sang ibu akan marah? Tidak! Ia justru akan berlari menghampirinya, mengangkatnya, dan mendekapnya erat. Itulah Allah. Ia lebih penyayang daripada seorang ibu kepada anaknya. Selama engkau terus kembali, Allah akan selalu menerimamu.”

Mendengar perumpamaan itu, tangis sang sahabat pun pecah. Rasa putus asa yang selama ini menghimpit dadanya langsung sirna.

Khusyuk adalah Sebuah Proses

Kisah di atas mengajarkan kita bahwa khusyuk bukanlah hasil instan, melainkan sebuah proses yang membutuhkan latihan dan kesungguhan terus-menerus.

Saat pikiran Anda mulai melayang dalam shalat, jangan menyerah atau sengaja meninggalkan shalat. Segera tarik kembali fokus Anda kepada Allah SWT. Sebab, setiap jengkel usaha kita untuk kembali menghadirkan Allah adalah bentuk kesungguhan yang mengundang rahmat dan penerimaan dari-Nya. (Tim)

Berita Terkait

7 Sunnah Tidur Rasulullah yang Bikin Hati Tenang & Berkah
Cara Rasulullah Memuliakan Barirah: Teladan Indah Menjaga Perasaan Sesama
MK Tegaskan Kewajiban Nafkah Suami Tidak Absolut, Istri Boleh Ikut Ambil Peran
Hukum Melagukan Al-Quran: Boleh atau Dilarang? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Hukum Merayakan Tahun Baru Islam: Boleh atau Tidak? Ini Kata Ulama
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu 17 Juni 2026
Sambut Tahun Baru Hijriah: 6 Amalan Terbaik di Malam 1 Muharram
101 Ucapan Tahun Baru Islam 2026 Penuh Doa dan Makna
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:00 WIB

Pikiran Melayang Saat Shalat? Ini Jawaban Menyejukkan Rasulullah

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:00 WIB

7 Sunnah Tidur Rasulullah yang Bikin Hati Tenang & Berkah

Jumat, 19 Juni 2026 - 05:00 WIB

Cara Rasulullah Memuliakan Barirah: Teladan Indah Menjaga Perasaan Sesama

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:00 WIB

MK Tegaskan Kewajiban Nafkah Suami Tidak Absolut, Istri Boleh Ikut Ambil Peran

Kamis, 18 Juni 2026 - 05:00 WIB

Hukum Melagukan Al-Quran: Boleh atau Dilarang? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya

Berita Terbaru

Free Fire. Medcom

Tech & Game

Serbu Kode Redeem FF 20 Juni 2026, Sikat Hadiah Langka Sekarang

Sabtu, 20 Jun 2026 - 06:00 WIB

Pajak Tahunan BYD M6 DM-i. Medcom

Otomotif

Ternyata Murah! Segini Pajak Tahunan BYD M6 DM-i

Jumat, 19 Jun 2026 - 21:00 WIB