Rahasia Tembok Zulqarnain: Penahan Ya’juj dan Ma’juj

Detik-Detik Zulqarnain Menemukan Kaum Terasing

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Getty Images/iStockphoto/Ben185

Foto: Getty Images/iStockphoto/Ben185

Britainaja – Al-Qur’an menyajikan kisah luar biasa tentang Raja Zulqarnain dan dinding raksasa buatannya dalam Surah Al-Kahfi ayat 83-98.

Penasaran dengan kebenaran dan detail arsitektur kuno pemutus jalur Ya’juj dan Ma’juj ini? Mari kita ulas catatan sejarah dan spiritual yang sarat hikmah kemanusiaan ini.

Siapakah Sosok Raja Zulqarnain?

Syekh Muhammad al-Ghazali dalam karyanya, Menikmati Jamuan Allah 2, menggambarkan Zulqarnain sebagai pemimpin agung dengan legitimasi kekuasaan yang sangat luas dari Allah SWT. Ia memimpin rakyat dengan keadilan tinggi, kebijaksanaan mendalam, serta ketauhidan yang kokoh.

Dalam Al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat 83, Allah SWT menegaskan identitasnya:

وَيَسْـَٔلُونَكَ عن ذِى ٱلْقَرْنَيْنِ ۖ قُلْ سَأَتْلُوا۟ عَلَيْكُم مِّنْهُ ذِكْرًا

Artinya: Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: “Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya”.

Allah SWT menyempurnakan kepemimpinan Zulqarnain dengan fasilitas dan kemampuan luar biasa untuk mengarungi dunia dan menyelesaikan berbagai problem kemanusiaan:

إِنَّا مَكَّنَّا لَهُۥ فِى ٱلْأَرْضِ وَءَاتَيْنَٰهُ مِن كُلِّ شَىْءٍ سَبَبًا

Artinya: Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu. (QS. Al-Kahfi: 84)

Mengenal Karakter Ya’juj dan Ma’juj

Kitab suci Al-Qur’an dan untaian hadits memotret Ya’juj dan Ma’juj sebagai dua kelompok manusia dengan populasi yang sangat masif. Karakter utama mereka menonjol pada tabiat destruktif yang merusak tatanan sosial, alam, dan lingkungan hidup.

Muhammad Khair Ramadan Yusuf melalui bukunya, Sejarah Otentik Zulkarnain Panglima, Penakluk dan Raja yang Shalih, menegaskan bahwa Al-Qur’an mengulang nama kaum perusak ini sebanyak dua kali. Salah satunya merekam keputusasaan sebuah peradaban kuno saat mengadu kepada Sang Raja:

قَالُوا۟ يَٰذَا ٱلْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِى ٱلْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَىٰٓ أَن تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا

Artinya: Mereka berkata: “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” (QS. Al-Kahfi: 94)

Baca Juga :  Pendakian Gunung Kerinci: Menjelajah Atap Sumatra dengan Keindahan dan Tantangan yang Memikat

Pertemuan Emosional dengan Kaum yang Terasing

Ekspedisi kemanusiaan membawa Zulqarnain ke sebuah wilayah terpencil di antara dua gunung tinggi. Di celah sempit pegunungan itulah, gerombolan Ya’juj dan Ma’juj kerap menyusup untuk membumihanguskan perkebunan, membantai hewan ternak, dan mengancam eksistensi manusia.

Zulqarnain menjumpai masyarakat lokal dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Mereka hidup tanpa atap rumah pelindung terik surya dan minim vegetasi peneduh. Riwayat dari Sa’id bin Jubair melukiskan fisik mereka berkulit kemerahan, bertubuh pendek, mendiami gua, serta mengandalkan konsumsi ikan.

Interaksi awal berjalan sulit karena keterbatasan bahasa, sebagaimana firman Allah SWT: “Hingga ketika dia telah sampai di antara dua gunung, dia mendapati di belakang kedua gunung itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan.” (QS. Al-Kahfi: 93)

Meski terkendala komunikasi, kaum tersebut berhasil menyampaikan ketakutan mereka akan keganasan Ya’juj dan Ma’juj. Mereka bahkan menawarkan seluruh harta benda sebagai upah pengerjaan benteng pelindung.

Mahakarya Metalurgi: Tembok Besi dan Tembaga

Zulqarnain menolak upah materi tersebut secara halus karena meyakini bahwa balasan Allah jauh lebih mulia. Sebagai gantinya, ia menginisiasi kerja bakti massal bersama warga setempat.

Pertama, ia mengomandoi warga untuk mengumpulkan pecahan besi dalam volume besar guna menutup celah menganga di antara dua gunung. Setelah tumpukan besi setinggi puncak gunung terpasang rapi, ia memerintahkan pembakaran logistik tersebut dengan tiupan angin raksasa hingga memerah dan membara.

Langkah final melibatkan penuangan cairan tembaga mendidih ke atas struktur besi membara tersebut. Reaksi kimia metalurgi ini menghasilkan dinding komposit superior yang luar biasa keras, halus, dan licin.

Hasilnya, benteng tersebut sukses mengisolasi ruang gerak Ya’juj dan Ma’juj. Mereka kehilangan kemampuan untuk memanjat karena permukaan yang licin dan gagal total saat mencoba melubangi fondasi bawah yang sangat tebal.

Baca Juga :  Borong XP Boost Gratis, Simak Daftar Kode Redeem Blox Fruits Terbaru 24 Januari 2026

Kapan Gerombolan Ini Akan Bebas?

Walau memiliki kekuatan arsitektur tingkat tinggi, Zulqarnain menegaskan bahwa mahakaryanya memiliki masa kedaluwarsa universal. Kekuatan dinding ini sepenuhnya bersandar pada garis takdir dan kehendak Allah SWT.

Para pakar tafsir, termasuk As-Suddi, menjelaskan bahwa kehancuran total benteng ini menjadi salah satu katalis utama kiamat kubra (besar). Peristiwa ini pecah di akhir zaman setelah kemunculan fitnah Dajjal.

Rasulullah SAW memberikan gambaran visual yang detail mengenai aktivitas harian kaum perusak tersebut melalui hadits riwayat Imam Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dan Al-Hakim:

“Setiap hari, komplotan Ya’juj dan Ma’juj mengikis dinding tersebut hingga hampir jebol. Namun, karena pemimpin mereka menunda penyelesaian tanpa mengucapkan insya Allah, Allah mengembalikan ketebalan dinding seperti semula pada keesokan harinya. Ketika waktu global telah tiba, sang pemimpin melisankan kalimat ‘Insya Allah’. Esoknya, mereka mendapati lubang sisa kemarin tidak berubah, sehingga mereka berhasil menjebol benteng dan tumpah ruah ke pemukiman manusia. Mereka mengeringkan sumber air dan memaksa peradaban berlindung di benteng-benteng pertahanan.”

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Apakah Tembok Besar China merupakan tembok buatan Zulqarnain? A: Mayoritas ulama dan sejarawan menolak pendapat ini. Tembok Besar China murni terbuat dari susunan batu dan bata, sedangkan Al-Qur’an secara spesifik menyebut benteng Zulqarnain memakai material campuran besi murni dan coran tembaga panas.

Q: Di mana letak geografis persis benteng Zulqarnain saat ini? A: Lokasi pastinya tetap menjadi rahasia ilahi. Beberapa analisis geografi kuno mencoba merujuk pada kawasan Pegunungan Kaukasus, namun belum ada bukti fisik empiris yang mutlak valid secara syariat.

Q: Mengapa artikel ini menghindari penggunaan kalimat pasif? A: Format penulisan aktif sengaja kami terapkan untuk membangun narasi yang lebih dinamis, humanis, dan mudah dipahami pembaca modern sesuai standar terbaik mesin pencari Google. (Tim)

Berita Terkait

Pikiran Melayang Saat Shalat? Ini Jawaban Menyejukkan Rasulullah
7 Sunnah Tidur Rasulullah yang Bikin Hati Tenang & Berkah
Cara Rasulullah Memuliakan Barirah: Teladan Indah Menjaga Perasaan Sesama
MK Tegaskan Kewajiban Nafkah Suami Tidak Absolut, Istri Boleh Ikut Ambil Peran
Hukum Melagukan Al-Quran: Boleh atau Dilarang? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Hukum Merayakan Tahun Baru Islam: Boleh atau Tidak? Ini Kata Ulama
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu 17 Juni 2026
Sambut Tahun Baru Hijriah: 6 Amalan Terbaik di Malam 1 Muharram
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 05:00 WIB

Rahasia Tembok Zulqarnain: Penahan Ya’juj dan Ma’juj

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:00 WIB

Pikiran Melayang Saat Shalat? Ini Jawaban Menyejukkan Rasulullah

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:00 WIB

7 Sunnah Tidur Rasulullah yang Bikin Hati Tenang & Berkah

Jumat, 19 Juni 2026 - 05:00 WIB

Cara Rasulullah Memuliakan Barirah: Teladan Indah Menjaga Perasaan Sesama

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:00 WIB

MK Tegaskan Kewajiban Nafkah Suami Tidak Absolut, Istri Boleh Ikut Ambil Peran

Berita Terbaru

Foto: Getty Images/iStockphoto/Ben185

Khasanah

Rahasia Tembok Zulqarnain: Penahan Ya’juj dan Ma’juj

Rabu, 24 Jun 2026 - 05:00 WIB