Kisah Pengorbanan Nabi Ibrahim: Ujian Cinta yang Melahirkan Syariat Kurban

Keteguhan Hati Sang Ibu dan Nyali Besar Ismail Kecil

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Kisah Pengorbanan Nabi Ibrahim: Ujian Cinta yang Melahirkan Syariat Kurban.

Ilustrasi - Kisah Pengorbanan Nabi Ibrahim: Ujian Cinta yang Melahirkan Syariat Kurban.

Britainaja – Umat Islam di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh suka cita melalui ibadah kurban. Namun, tahukah Anda ada kisah perjuangan batin yang sangat luar biasa di balik syariat tahunan ini? Ini adalah kisah tentang cinta, ketaatan, dan keikhlasan mutlak sebuah keluarga pilihan kepada Sang Pencipta.

Nazar yang Terlupa dari Sang Kekasih Allah

Jauh sebelum mengorbankan putranya, Nabi Ibrahim AS terkenal sebagai sosok yang sangat dermawan. Beliau pernah menyembelih 1.000 ekor domba, 300 ekor sapi, dan 100 ekor unta hanya untuk berbagi di jalan Allah.

Kedermawanan ini membuat takjub banyak orang dan para malaikat. Menanggapi kekaguman tersebut, Nabi Ibrahim AS berucap bahwa harta sebanyak itu belum ada apa-apanya. Beliau bahkan bernazar, jika memiliki seorang anak laki-laki, beliau rela menyembelih dan mengurbankan anak tersebut demi Allah SWT.

Waktu berlalu begitu lama hingga Nabi Ibrahim melupakan ucapan tersebut. Saat menetap di Baitul Maqdis, beliau terus memanjatkan doa agar mendapat keturunan. Allah SWT akhirnya mengabulkan doa tersebut melalui kelahiran seorang putra tampan bernama Ismail dari rahim Ibu Hajar.

Mimpi Misterius di Bulan Zulhijah

Kebahagiaan Nabi Ibrahim memuncak saat melihat Ismail tumbuh besar dan menggemaskan. Namun, saat Ismail menginjak usia sekitar 7 hingga 13 tahun, sebuah ujian besar datang. Pada malam 8 Zulhijah, Nabi Ibrahim mendapat mimpi yang mengejutkan.

Sebuah seruan gaib hadir dalam tidurnya: “Wahai Ibrahim, penuhilah nazarmu.”

Keesokan harinya, Nabi Ibrahim menghabiskan waktu untuk berpikir dan merenung. Beliau mempertanyakan apakah mimpi tersebut murni wahyu dari Allah atau sekadar godaan setan. Proses merenung ini yang kemudian mendasari penamaan Hari Tarwiyah (hari berpikir).

Pada malam 9 Zulhijah, mimpi yang sama kembali hadir. Kali ini, Nabi Ibrahim sepenuhnya yakin dan tahu bahwa perintah ini datang langsung dari Allah SWT. Peristiwa sadar dan tahu ini mengawali penamaan Hari Arafah (hari mengetahui).

Baca Juga :  Panduan Lengkap Doa dan Tata Cara Sembelih Kurban Idul Adha

Puncaknya pada malam 10 Zulhijah, perintah itu datang semakin jelas. Allah meminta Nabi Ibrahim untuk menyembelih putra kandungnya sendiri, Ismail. Nabi Ibrahim terbangun dengan dada yang sesak dan air mata yang mengalir deras hingga fajar tiba.

Keikhlasan Ibu Hajar dan Keteguhan Nabi Ismail

Sebelum berangkat ke Mina, Nabi Ibrahim meminta istrinya, Hajar, untuk mendandani Ismail dengan pakaian terbaik. Tanpa rasa curiga, Hajar mempersiapkan putranya dengan penuh kasih sayang untuk pergi “memenuhi panggilan Allah”.

Nabi Ibrahim kemudian membawa Ismail menuju Mina lengkap dengan tali dan sebilah golok yang tajam. Di tengah jalan, Iblis memutar otak untuk menggagalkan perintah ini. Iblis menggoda Nabi Ibrahim, merayu Hajar, hingga menakut-nakuti Ismail kecil.

Namun, iman keluarga ini sekokoh karang. Hajar menolak bujukan Iblis karena percaya seorang Nabi tidak mungkin berbuat kebatilan. Ismail pun memberikan jawaban yang luar biasa:

“Demi perintah Allah, aku siap taat!”

Ismail bahkan mengambil batu kerikil dan melemparkannya ke arah Iblis hingga makhluk terkutuk itu pergi. Momen heroik inilah yang menjadi asal-usul ritual Lempar Jumrah dalam ibadah haji.

Mukjizat Golok yang Tumpul dan Tebusan dari Surga

Sesampainya di Mina, Nabi Ibrahim menyampaikan maksud mimpinya dengan hati yang bergetar (QS Ash-Shaffat: 102). Jawaban Ismail sungguh di luar dugaan anak seusianya. Ia justru menguatkan hati sang ayah dan meminta ayahnya untuk mengikat tangan serta kakinya agar tidak meronta. Ismail juga meminta wajahnya ditelungkupkan supaya sang ayah tidak merasa iba.

Nabi Ibrahim memantapkan hati. Beliau mengayunkan golok tajam itu ke leher Ismail dengan penuh kepasrahan. Ajaib, golok tersebut sama sekali tidak melukai kulit Ismail. Ketika Nabi Ibrahim mencoba mengayunkannya ke sebuah batu, batu besar itu justru terbelah menjadi dua.

Baca Juga :  Persiapan Haji Perempuan: Daftar Perlengkapan Wajib Agar Ibadah Nyaman dan Berkah

Saat itulah Allah SWT menunjukkan kuasa-Nya. Allah menyatakan bahwa Nabi Ibrahim telah lulus dari ujian cinta yang sangat nyata.

Seketika itu juga, Malaikat Jibril datang membawa seekor domba jantan yang besar dari surga sebagai pengganti Ismail.

Melihat keajaiban ini, Malaikat Jibril mengumandangkan takbir: “Allahu Akbar, Allahu Akbar.” Nabi Ibrahim menyambutnya: “Laa ilaaha illallah wallahu akbar.” Dan Nabi Ismail menyempurnakannya: “Allahu Akbar walillahil hamd.”

Gema takbir inilah yang kini selalu kita kumandangkan setiap Hari Raya Idul Adha. Sebuah kalimat pengingat tentang arti sebuah cinta, keikhlasan, dan kepasrahan total kepada Allah SWT.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Mengapa tanggal 8 Zulhijah dinamakan Hari Tarwiyah? Hari Tarwiyah berarti hari berpikir atau merenung. Dinamakan demikian karena pada hari tersebut Nabi Ibrahim AS sedang berpikir dan merenungkan arti mimpi pertamanya tentang perintah mengorbankan Ismail.

2. Apa asal mula ibadah Lempar Jumrah dalam Haji? Lempar jumrah berasal dari aksi Nabi Ismail AS yang melempar Iblis dengan batu kerikil karena mencoba menghasutnya agar menolak perintah Allah SWT.

3. Mengapa golok Nabi Ibrahim tidak bisa menyembelih Nabi Ismail? Hal tersebut merupakan mukjizat dari Allah SWT. Allah menahan ketajaman golok tersebut karena Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sudah lulus dari ujian ketaatan yang nyata.

4. Hewan apa yang menggantikan Nabi Ismail saat akan disembelih? Allah SWT menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba jantan yang besar, yang dibawa langsung oleh Malaikat Jibril dari surga. (Tim)

Berita Terkait

Panduan Lengkap Niat, Jadwal, dan Keutamaan Puasa Arafah 2026
Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 Beserta Panduan Lengkapnya
Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026: Niat, Keutamaan & Cara Gabung Qadha
Rahasia Doa Tahajud 2 Rakaat: Cara Langit Membuka Pintu Rezeki
Haji Mandiri Sumenep: Tuntun Jemaah Lansia Lewat Video Bahasa Madura
Hukum Menggabungkan Puasa Qadha Ramadhan dengan Puasa Dzulhijjah
Hukum Keramas Sebelum Sholat Idul Adha: Panduan Lengkap & Tata Caranya
Cara Aman dan Nyaman Menyentuh Hajar Aswad Sesuai Sunnah
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 05:00 WIB

Kisah Pengorbanan Nabi Ibrahim: Ujian Cinta yang Melahirkan Syariat Kurban

Selasa, 19 Mei 2026 - 05:00 WIB

Panduan Lengkap Niat, Jadwal, dan Keutamaan Puasa Arafah 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 05:00 WIB

Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 Beserta Panduan Lengkapnya

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:00 WIB

Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026: Niat, Keutamaan & Cara Gabung Qadha

Minggu, 17 Mei 2026 - 05:00 WIB

Rahasia Doa Tahajud 2 Rakaat: Cara Langit Membuka Pintu Rezeki

Berita Terbaru