Britainaja – Presiden Prabowo Subianto resmi memperkuat jajaran pemerintahannya dengan melantik enam pejabat baru di Istana Negara, Senin (27/4/2026). Langkah strategis ini membawa sejumlah nama populer ke kursi menteri, kepala badan, hingga penasihat khusus. Sebagai bentuk transparansi, publik kini menyoroti profil kekayaan mereka melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Berikut rangkuman nilai kekayaan enam pejabat baru tersebut:
1. Muhammad Qodari – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah
Muhammad Qodari menempati posisi teratas sebagai pejabat terkaya dalam daftar pelantikan kali ini. Ia mengantongi kekayaan fantastis sebesar Rp 261,9 miliar. Sebagian besar hartanya berasal dari aset properti, yakni 176 bidang tanah dan bangunan yang bernilai total Rp 182 miliar.
2. Hasan Nasbi – Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi
Hasan Nasbi, yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pertamina, memiliki total kekayaan senilai Rp 40,4 miliar. Ia memiliki sembilan aset tanah dan bangunan senilai Rp 15 miliar, serta koleksi kendaraan pribadi yang mencapai angka Rp 8 miliar.
3. Abdul Kadir Karding – Kepala Badan Karantina Indonesia
Abdul Kadir Karding mencatatkan kekayaan sebesar Rp 16,1 miliar. Aset properti menjadi penyumbang terbesar kekayaannya, dengan 20 bidang tanah dan bangunan senilai Rp 14,2 miliar. Selain itu, ia memiliki beberapa kendaraan senilai Rp 950 juta.
4. Dudung Abdurachman – Kepala Staf Kepresidenan
Mantan KSAD ini melaporkan harta kekayaan sebesar Rp 13,3 miliar. Dudung memiliki enam bidang tanah strategis di wilayah Magelang, Subang, dan Bandung senilai Rp 8 miliar. Ia juga menyimpan kas dan setara kas sebesar Rp 1,8 miliar.
5. Hanif Faisol – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan
Hanif memiliki profil keuangan yang sangat sehat dengan total kekayaan Rp 4,1 miliar tanpa catatan utang sama sekali. Aset terbesarnya berada di Tanah Bumbu berupa tanah dan bangunan senilai Rp 4 miliar.
6. Mohammad Jumhur Hidayat – Menteri Lingkungan Hidup
Jumhur Hidayat kembali ke pemerintahan dengan catatan kekayaan awal sebesar Rp 2,2 miliar berdasarkan laporan lamanya. Meski terdapat kendala teknis pada file laporan terbaru di situs resmi KPK, Jumhur tetap menjadi sosok penting dalam pengendalian lingkungan hidup di era Prabowo. (Tim)






