5 Tradisi Lebaran Unik di Indonesia yang Penuh Makna

Ragam Tradisi Lebaran yang Menyatukan Budaya Nusantara

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Senin, 23 Maret 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


HomeBisnisEkonomi
5 Tradisi Unik Lebaran di Indonesia
Ini 5 tradisi unik Lebaran di berbagai daerah di Indonesia.

Septian Deny
Oleh
Septian Deny
Diterbitkan 23 Maret 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
20160708-Keraton Surakarta Gelar Tradisi Grebeg Syawal-Surakarta
Perbesar
Warga memperebutkan sesaji gunungan pada acara Grebeg Syawal di halaman Masjid Agung Solo, Jawa Tengah, Jumat (8/7). Grebeg Syawal merupakan tradisi Keraton Kasunanan Surakarta untuk merayakan Idul Fitri. (Liputan6.com)

HomeBisnisEkonomi 5 Tradisi Unik Lebaran di Indonesia Ini 5 tradisi unik Lebaran di berbagai daerah di Indonesia. Septian Deny Oleh Septian Deny Diterbitkan 23 Maret 2026, 06:00 WIB Share Copy Link Batalkan 20160708-Keraton Surakarta Gelar Tradisi Grebeg Syawal-Surakarta Perbesar Warga memperebutkan sesaji gunungan pada acara Grebeg Syawal di halaman Masjid Agung Solo, Jawa Tengah, Jumat (8/7). Grebeg Syawal merupakan tradisi Keraton Kasunanan Surakarta untuk merayakan Idul Fitri. (Liputan6.com)

Britainaja – Lebaran di Indonesia tidak sekadar momen saling memaafkan. Setiap daerah menghadirkan tradisi khas yang memperkuat kebersamaan dan mencerminkan kekayaan budaya Nusantara. Berikut lima tradisi Lebaran yang unik dan penuh makna:

1. Meugang – Aceh

Warga Aceh menyambut Lebaran dengan tradisi Meugang. Mereka membeli dan mengolah daging sebagai hidangan spesial untuk keluarga. Selain itu, masyarakat juga berbagi makanan dengan tetangga dan membantu kaum dhuafa agar semua ikut merasakan kebahagiaan.

2. Grebeg Syawal – Yogyakarta

Keraton Yogyakarta menggelar Grebeg Syawal setiap 1 Syawal. Tradisi ini menampilkan arak-arakan gunungan berisi hasil bumi. Setelah doa bersama, masyarakat berebut isi gunungan sebagai simbol rezeki dan kemakmuran.

Baca Juga :  Mei 2026: Banjir Tanggal Merah dan Panduan Libur Panjang Anda

3. Perang Topat – Lombok, NTB

Warga Lombok merayakan Lebaran dengan Perang Topat atau perang ketupat. Tradisi ini mempererat hubungan umat Hindu dan Islam. Setelah doa dan ziarah, masyarakat saling melempar ketupat dalam suasana meriah. Mereka percaya ketupat membawa berkah dan kesuburan.

Baca Juga :  Sudah 5 Jam, Kebakaran di Penjaringan Belum Padam 

4. Pawai Pengon – Jember

Masyarakat Jember mengadakan Pawai Pengon pada hari ke-7 Syawal. Mereka menghias gerobak dengan janur kuning dan menariknya menggunakan sapi keliling desa. Setiap gerobak membawa ketupat dan hasil bumi sebagai simbol syukur dan kebersamaan.

5. Ngejot – Bali

Di Bali, umat Muslim dan Hindu menjalankan tradisi Ngejot dengan saling berbagi makanan. Mereka menukar hidangan khas Lebaran dan kuliner Bali sebagai wujud toleransi dan keharmonisan antarumat beragama. (Tim)

Berita Terkait

Profil Frans Dicky Tamara, Direktur Baru Garuda Indonesia
Prabowo Sindir Mantan Jenderal: Dulu Jago Perang, Sekarang Mencuri
Hapus Pajak Kendaraan Jadi Jalan Berbayar di Jabar, Adil atau Membebani Rakyat?
Tarif BPJS Kesehatan Bakal Naik? Ini Fakta dan Rinciannya
Alasan Kapolri Naikkan Pangkat Kapolda Metro Jaya Menjadi Bintang 3
Sidang Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar
Ini Profil Dyastasita Widya Budi dan Indri Wahyuni, Juri LCC 4 Pilar yang Dinonaktifkan
Harga Minyak Melonjak, Menkeu Purbaya Targetkan 6 Juta Motor Listrik Dapat Subsidi Tahun Ini
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:00 WIB

Profil Frans Dicky Tamara, Direktur Baru Garuda Indonesia

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:00 WIB

Hapus Pajak Kendaraan Jadi Jalan Berbayar di Jabar, Adil atau Membebani Rakyat?

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:30 WIB

Tarif BPJS Kesehatan Bakal Naik? Ini Fakta dan Rinciannya

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:00 WIB

Alasan Kapolri Naikkan Pangkat Kapolda Metro Jaya Menjadi Bintang 3

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:00 WIB

Sidang Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Berita Terbaru

Frans Dicky Tamara, Direktur Human Capital & Corporate Service Garuda Indonesia.

Nasional

Profil Frans Dicky Tamara, Direktur Baru Garuda Indonesia

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:00 WIB