Britainaja – Pasca viralnya keputusan dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat yang memberi nilai berbeda kepada dua peserta, padahal jawabannya sama-sama benar.
MPR RI langsung mengambil tindakan tegas dengan secara resmi menonaktifkan dua juri utama, yakni Dyastasita Widya Budi dan Indri Wahyuni, beserta pembawa acara setelah memicu kemarahan publik di media sosial.
Ketidakadilan bermula saat Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan tentang pemilihan anggota BPK. Meski jawaban mereka sudah tepat menyebutkan keterlibatan DPD, juri justru memberikan poin minus lima dengan alasan artikulasi yang tidak jelas. Ironisnya, Regu B dari SMAN 1 Sambas yang memberikan jawaban serupa justru mendapatkan nilai sempurna.
Siapa Dyastasita Widya Budi?
Dyastasita Widya Budi menduduki jabatan strategis sebagai Kepala Biro Pengkajian Konstitusi Setjen MPR RI. Sebagai PNS senior dengan pangkat Pembina Utama IV/e, ia memiliki latar belakang pendidikan Magister Ilmu Administrasi Negara dari STIA LAN Jakarta.
Berdasarkan laporan LHKPN periode 2025, kekayaan bersih Dyastasita tercatat sekitar Rp 581 juta. Dalam video yang beredar, ia terlihat bersikeras bahwa Regu C tidak menyebutkan unsur “DPD”, sebuah keputusan yang akhirnya memicu gelombang protes luas.
Mengenal Indri Wahyuni
Juri kedua, Indri Wahyuni, menjabat sebagai Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI. Ia telah meniti karier di lingkungan Setjen MPR RI sejak awal tahun 2000-an. Indri menyandang gelar Magister Administrasi (MA) dan memiliki pengalaman panjang di bidang perencanaan.
Data LHKPN 2025 menunjukkan Indri Wahyuni memiliki total kekayaan yang cukup signifikan, yakni mencapai Rp 3,98 miliar. Saat kejadian, Indri membela keputusan juri dengan menyatakan bahwa dewan juri berhak memotong nilai jika tidak mendengar jawaban peserta secara jelas.
Permohonan Maaf dan Evaluasi MPR RI
Melalui akun Instagram resmi @mprgoid, Sekretariat Jenderal MPR RI menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada peserta, guru, dan sekolah yang merasa di rugikan. Institusi ini mengakui bahwa insiden tersebut mencederai sportivitas dan objektivitas yang seharusnya menjadi ruh dari kompetisi edukasi kebangsaan.
Kini, seluruh jajaran yang terlibat dalam insiden di Kalbar telah di bebastugaskan. MPR RI berjanji akan merombak total sistem penilaian dan prosedur verifikasi jawaban agar kejadian memalukan serupa tidak terulang di masa depan.
FAQ: Skandal Juri LCC 4 Pilar Kalbar
1. Mengapa juri LCC 4 Pilar Kalbar dinonaktifkan? Juri dinonaktifkan karena memberikan penilaian yang tidak konsisten dan dianggap tidak adil terhadap peserta, yang memicu kontroversi di media sosial.
2. Siapa nama juri yang menjadi sorotan? Dua juri tersebut adalah Dyastasita Widya Budi (Kepala Biro Pengkajian Konstitusi) dan Indri Wahyuni (Kabag Sekretariat Badan Sosialisasi).
3. Apa langkah selanjutnya dari MPR RI? MPR RI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penilaian dan berkomitmen meningkatkan transparansi dalam setiap lomba di masa mendatang. (Tim)






