Status Awas Semeru: 32 Kali Gempa Guguran Terjadi dalam Enam Jam Terakhir

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Kamis, 20 November 2025 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Status Awas Semeru: 32 Kali Gempa Guguran Terjadi dalam Enam Jam Terakhir (Foto: ANTARA/HO-PVMBG)

Status Awas Semeru: 32 Kali Gempa Guguran Terjadi dalam Enam Jam Terakhir (Foto: ANTARA/HO-PVMBG)

BritainajaAktivitas Gunung Semeru terus menunjukkan peningkatan signifikan setelah statusnya di naikkan menjadi Level IV atau Awas. Data terbaru dari Pos Pengamatan Gunung Api menunjukkan rentetan aktivitas seismik, termasuk pencatatan 32 kali gempa guguran hanya dalam kurun waktu enam jam.

Di lansir dari laporan yang di terima di Lumajang, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, merinci kejadian gempa guguran tersebut. Aktivitas kegempaan ini terpantau sejak dini hari tadi, tepatnya mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, Kamis (20/11/2025).

Yadi Yuliandi menyebutkan bahwa aktivitas kegempaan Gunung Semeru di dominasi oleh gempa guguran dan erupsi. Secara rinci, selama periode pengamatan enam jam:

  • Tercatat 32 kali gempa guguran dengan amplitudo berkisar antara 3 hingga 16 mm. Durasi setiap gempa guguran cukup lama, yaitu antara 69 hingga 108 detik.

  • Gunung api yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang ini juga mengalami 25 kali gempa Letusan/Erupsi. Amplitudo gempa letusan ini tercatat antara 10 hingga 22 mm dengan durasi 71 sampai 141 detik.

Baca Juga :  KPK Pastikan Penyelidikan Proyek Kereta Cepat Whoosh Terus Berjalan

Selain itu, Semeru juga mencatat 1 kali gempa embusan (amplitudo 3 mm, durasi 67 detik) dan 1 kali gempa tektonik jauh (amplitudo 30 mm, S-P 21 detik, durasi 77 detik).

Secara visual, kondisi kawah Gunung Semeru terpantau bervariasi antara terlihat jelas hingga tertutup kabut. Menariknya, asap kawah utama saat ini tidak teramati, sedangkan cuaca di sekitar puncak cenderung mendung dengan arah angin lemah ke utara, tenggara, dan selatan.

Yadi menjelaskan bahwa penetapan status Awas (Level IV) untuk Gunung Semeru mulai berlaku sejak Rabu (19/11) pukul 17.00 WIB, menyusul erupsi dahsyat dan peningkatan signifikan aktivitas vulkanik.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting yang harus di patuhi masyarakat. PVMBG secara tegas meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, sepanjang aliran Besuk Kobokan, dalam jarak 20 km dari puncak (pusat erupsi).

Baca Juga :  Ruang Pelayanan HAM di Kementerian Dinamai Marsinah sebagai Bentuk Penghormatan

“Di luar jarak 20 km tersebut, masyarakat juga di larang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan,” kata Yadi. Larangan ini bertujuan untuk menghindari potensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar dingin yang sangat berbahaya.

Selain itu, PVMBG mengimbau agar penduduk tidak melakukan aktivitas dalam radius 8 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru. Zona ini sangat rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar) yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Masyarakat juga di wajibkan mewaspadai potensi bahaya sekunder berupa awan panas, guguran lava, dan lahar dingin. Bahaya ini mengancam di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama jalur Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungai dari Besuk Kobokan. (Tim)

Berita Terkait

Usulan Masa Jabatan Kapolri: Reformasi Baru atau Sekadar Wacana?
Stop Fotokopi e-KTP! Simak Bahaya dan Aturan Main UU PDP yang Baru
Manipulasi Absen ASN Brebes: Saat Teknologi Kalah oleh Mentalitas
KPAI Desak SMKN 2 Garut Evaluasi Cara Disiplinkan Siswa Usai Insiden Potong Rambut Paksa
Daftar Nama 16 Korban Kecelakaan Bus ALS dan Truk Tangki di Muratara yang Teridentifikasi
Bansos PKH & BPNT Tahap 2 Cair Mei 2026! Cek 4 Bank Penyalurnya
Lowongan Kerja BUMN Bank BTN dan Mandiri Mei 2026: Syarat & Cara Daftar
Lebih Hemat 40 Persen, Pemerintah Uji Coba CNG 3 Kg Jadi Pengganti LPG Subsidi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:00 WIB

Stop Fotokopi e-KTP! Simak Bahaya dan Aturan Main UU PDP yang Baru

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:00 WIB

Manipulasi Absen ASN Brebes: Saat Teknologi Kalah oleh Mentalitas

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:00 WIB

KPAI Desak SMKN 2 Garut Evaluasi Cara Disiplinkan Siswa Usai Insiden Potong Rambut Paksa

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:00 WIB

Daftar Nama 16 Korban Kecelakaan Bus ALS dan Truk Tangki di Muratara yang Teridentifikasi

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:00 WIB

Bansos PKH & BPNT Tahap 2 Cair Mei 2026! Cek 4 Bank Penyalurnya

Berita Terbaru

Ilustrasi - Kode Redeem ML 8 Mei 2026.

Tech & Game

Kode Redeem ML 8 Mei 2026: Ambil Diamond & Skin Lucky Box Gratis

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:00 WIB