Raja Ampat Terancam Tambang, Legislator Soroti Potensi Wisata Bahari Kelas Dunia

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 20 Juni 2025 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Raja Ampat Terancam Tambang, Legislator Soroti Potensi Wisata Bahari Kelas Dunia (Foto: scuba-republic)

Raja Ampat Terancam Tambang, Legislator Soroti Potensi Wisata Bahari Kelas Dunia (Foto: scuba-republic)

Britainaja, Jakarta – Raja Ampat yang terletak di Provinsi Papua Barat Daya di kenal luas sebagai surga bahari yang menjadi incaran para wisatawan dari penjuru dunia. Keindahan alamnya yang masih alami dengan gugusan pulau karang yang eksotis serta kekayaan bawah laut yang tak tertandingi menjadikan wilayah ini sebagai salah satu destinasi menyelam terbaik di dunia.

Namun, ancaman datang dari aktivitas pertambangan yang mulai merambah kawasan tersebut. Isu ini memicu kekhawatiran dari banyak pihak termasuk legislator Komisi X DPR RI  Yan Permenas Mandenas. Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap alih fungsi lahan wisata menjadi wilayah tambang yang dinilai sangat merugikan masyarakat dan berpotensi merusak ekosistem.

Dalam wawancaranya di program Pro3 RRI pada Kamis (19/6/2025), Yan Permenas menegaskan bahwa wisata Raja Ampat memiliki nilai strategis yang jauh lebih besar dibandingkan aktivitas pertambangan. Bahkan, menurutnya, potensi sektor pariwisata mampu menciptakan pemerataan ekonomi secara lebih luas dan berkelanjutan.

“Pariwisata melibatkan ribuan pelaku usaha lokal — dari penyewa speedboat, pemandu wisata, penginapan, hingga UMKM. Sedangkan pertambangan hanya akan memberi penghasilan ke segelintir kelompok saja,” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa fokus pemerintah seharusnya diarahkan pada pengembangan potensi pariwisata berkelanjutan, bukan mengejar keuntungan jangka pendek dari pertambangan yang bisa merusak lingkungan hidup.

Popularitas Raja Ampat sebagai destinasi wisata kelas dunia bukan hanya isapan jempol belaka. Yan Permenas bahkan mengungkapkan bahwa salah satu miliarder asal Amerika Serikat, pemilik jaringan supermarket ternama Walmart, pernah mengunjungi Raja Ampat hanya untuk menikmati keindahan lautnya.

“Dia datang dengan jet pribadi hanya sekedar untuk menyelam di perairan Raja Ampat. Ini sudah membuktikan bahwa daya tarik global Raja Ampat sangat kuat,” ungkap Yan.

Kehadiran wisatawan asing dengan daya beli yang cukup tinggi tersebut sudah jelas akan memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat lokal sekaligus menjadi pengakuan dunia terhadap keunggulan wisata Indonesia.

Baca Juga :  Hasan Nasbi Mengundurkan Diri dari Jabatan Juru Bicara Presiden

Salah satu dampak nyata dari sektor wisata di Raja Ampat ini adalah tingginya perputaran uang di tengah masyarakat. Menurut Yan, banyak warga lokal yang menggantungkan hidupnya dari jasa transportasi laut seperti sewa perahu cepat (speedboat). Mereka bisa memperoleh penghasilan harian yang signifikan.

“hanya dengan penyewaan speedboat kecil saja mereka sudah bisa menghasilkan pendapatan sekitar 3 – 5 juta per hari,” jelasnya.

Angka ini tentu jauh lebih besar dibandingkan dengan pendapatan dari buruh tambang yang jumlah pekerjanya pun sangat terbatas. Oleh sebab itu, sektor wisata dinilai lebih inklusif dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara menyeluruh.

Menyikapi kondisi ini, Yan Permenas mendesak pemerintah pusat untuk meninjau kembali perizinan pertambangan yang telah dikeluarkan. Ia menegaskan pentingnya menjaga ekosistem dan kekayaan alam Raja Ampat demi keberlanjutan generasi mendatang.

“Kita perlu mempertahankan keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian. Raja Ampat tidak boleh dikorbankan atas nama investasi tambang,” katanya.

Ia juga mendorong adanya payung hukum yang lebih kuat untuk melindungi kawasan ekowisata, termasuk pembatasan kegiatan industri ekstraktif di zona-zona yang sensitif secara ekologis.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Perkuat SDM Pengelola TPST RKE

Mengapa Ekowisata Harus Menjadi Prioritas?

1. Mendorong Ekonomi Lokal Secara Merata

Wisata memberikan dampak langsung kepada lebih banyak lapisan masyarakat dibandingkan tambang.

2. Memiliki Nilai Jangka Panjang

Potensi wisata dapat bertahan puluhan tahun jika dikelola dengan baik, sedangkan tambang memiliki umur produksi terbatas.

3. Menjaga Lingkungan Tetap Lestari

Ekowisata mengandalkan keindahan alam sehingga mendorong masyarakat untuk menjaga kelestariannya.

4. Meningkatkan Citra Indonesia di Mata Dunia

Destinasi seperti Raja Ampat menjadi duta promosi pariwisata Indonesia ke kancah internasional.

Menatap Masa Depan Raja Ampat: Antara Pelestarian dan Eksploitasi

Pemerintah Indonesia diharapkan dapat mengkaji ulang arah kebijakan pembangunan di kawasan timur Indonesia, khususnya Papua Barat Daya. Alih-alih mengeksplorasi sumber daya alam secara masif, pendekatan pembangunan berbasis keberlanjutan dan partisipasi masyarakat harus jauh lebih diutamakan.

Keindahan alam Raja Ampat bukan hanya milik warga Papua saja melainkan milik warisan dunia yang patut dijaga bersama. Maka sudah saatnya semua pihak — pemerintah, swasta, dan masyarakat — bahu-membahu melindungi surga kecil ini dari ancaman yang merugikan. (Tim)

Berita Terkait

Prakiraan Cuaca Indonesia 25 Januari 2026: Jakarta Hujan Sedang, Merauke Waspada Petir
Menghitung Mundur Ramadan 2026: Estimasi Tanggal dan Persiapan Penting Menjelang 1447 Hijriah
Daftar Bahan Pokok Pemicu Inflasi Ramadan: Strategi Pemerintah Amankan Harga Pangan
Harga Telur Ayam Nasional Merangkak Naik, Waspada Lonjakan Inflasi Jelang Ramadan
Waspada Cuaca Ekstrem, Surabaya dan Denpasar Berpotensi Hujan Petir Hari Ini
Aturan Baru Rujukan BPJS Kesehatan 2026: Pasien Kini Langsung Dirujuk Berdasarkan Kompetensi Rumah Sakit
Tim SAR Temukan Radar dan Dokumen Penumpang ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
Cek Prakiraan Cuaca 19 Januari 2026, Waspada Hujan Petir di Yogyakarta dan Kupang
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 11:30 WIB

Prakiraan Cuaca Indonesia 25 Januari 2026: Jakarta Hujan Sedang, Merauke Waspada Petir

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:01 WIB

Menghitung Mundur Ramadan 2026: Estimasi Tanggal dan Persiapan Penting Menjelang 1447 Hijriah

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:30 WIB

Daftar Bahan Pokok Pemicu Inflasi Ramadan: Strategi Pemerintah Amankan Harga Pangan

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:00 WIB

Harga Telur Ayam Nasional Merangkak Naik, Waspada Lonjakan Inflasi Jelang Ramadan

Selasa, 20 Januari 2026 - 09:05 WIB

Waspada Cuaca Ekstrem, Surabaya dan Denpasar Berpotensi Hujan Petir Hari Ini

Berita Terbaru