Prabowo Tegaskan RI Tak Janji Dana USD 1 Miliar untuk Board of Peace

Indonesia Pilih Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza, Bukan Komitmen Dana

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Minggu, 22 Maret 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto saat memberikan pidato di rapat perdana Board of Peace (BoP) Charter di Washington, DC, Amerika Serikat pada Kamis (19/2/2026). (Tangkap layar YouTube KompasTV)

Presiden RI Prabowo Subianto saat memberikan pidato di rapat perdana Board of Peace (BoP) Charter di Washington, DC, Amerika Serikat pada Kamis (19/2/2026). (Tangkap layar YouTube KompasTV)

BritainajaPresiden Prabowo Subianto meluruskan isu soal kontribusi Indonesia dalam Board of Peace (BoP) yang diinisiasi Amerika Serikat. Ia menegaskan pemerintah tidak pernah menyatakan kesediaan membayar iuran sebesar USD 1 miliar.

Prabowo menyebut Indonesia juga tidak terlibat dalam pertemuan donor pendiri yang berlangsung di Washington pada 19 Februari lalu. Dalam forum itu, negara lain memberikan kontribusi dana, sementara Indonesia sejak awal tidak mengambil komitmen finansial.

Pemerintah justru memilih jalur kontribusi non-finansial. Indonesia siap mengirim pasukan perdamaian untuk membantu menjaga keamanan warga Gaza sesuai kebutuhan di lapangan.

Baca Juga :  Kebakaran Melanda Sejumlah Lokasi di Kota Tangerang, Kerugian Capai Ratusan Juta

Ke depan, Indonesia tetap membuka peluang kontribusi lain jika situasi memungkinkan, terutama saat proses rekonstruksi Gaza dimulai. Prabowo menyinggung potensi peran lembaga seperti Baznas yang sebelumnya aktif menyalurkan bantuan kemanusiaan, termasuk pembangunan fasilitas kesehatan.

Meski begitu, ia kembali menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada komitmen pembayaran iuran dalam keanggotaan BoP.

Latar Belakang

Board of Peace merupakan forum perdamaian internasional yang melibatkan sejumlah negara, termasuk negara mayoritas Muslim. Indonesia resmi bergabung pada Maret 2026 bersama tujuh negara lain.

Langkah ini bertujuan memperkuat dukungan diplomasi bagi kemerdekaan Palestina dan mendorong solusi dua negara.

Baca Juga :  Prabowo Reshuffle Kabinet: Dudung Abdurachman dan Jumhur Hidayat Masuk

Alasan Indonesia Bergabung

  • Mendorong kemerdekaan Palestina melalui jalur diplomasi
  • Membuka ruang dialog damai antara Palestina dan Israel
  • Menunjukkan solidaritas negara-negara mayoritas Muslim
  • Menjaga fleksibilitas dengan sikap evaluatif terhadap keanggotaan

Sikap Indonesia

Indonesia tetap aktif di BoP, namun mengedepankan prinsip politik luar negeri bebas-aktif. Pemerintah juga siap mengevaluasi atau keluar jika forum tersebut tidak lagi sejalan dengan kepentingan nasional atau perjuangan Palestina.

Fokus utama saat ini tetap pada kontribusi nyata di lapangan, bukan komitmen dana besar. (Tim)

Berita Terkait

Usulan Masa Jabatan Kapolri: Reformasi Baru atau Sekadar Wacana?
Stop Fotokopi e-KTP! Simak Bahaya dan Aturan Main UU PDP yang Baru
Manipulasi Absen ASN Brebes: Saat Teknologi Kalah oleh Mentalitas
KPAI Desak SMKN 2 Garut Evaluasi Cara Disiplinkan Siswa Usai Insiden Potong Rambut Paksa
Daftar Nama 16 Korban Kecelakaan Bus ALS dan Truk Tangki di Muratara yang Teridentifikasi
Bansos PKH & BPNT Tahap 2 Cair Mei 2026! Cek 4 Bank Penyalurnya
Lowongan Kerja BUMN Bank BTN dan Mandiri Mei 2026: Syarat & Cara Daftar
Lebih Hemat 40 Persen, Pemerintah Uji Coba CNG 3 Kg Jadi Pengganti LPG Subsidi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:00 WIB

Usulan Masa Jabatan Kapolri: Reformasi Baru atau Sekadar Wacana?

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:00 WIB

Stop Fotokopi e-KTP! Simak Bahaya dan Aturan Main UU PDP yang Baru

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:00 WIB

Manipulasi Absen ASN Brebes: Saat Teknologi Kalah oleh Mentalitas

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:00 WIB

KPAI Desak SMKN 2 Garut Evaluasi Cara Disiplinkan Siswa Usai Insiden Potong Rambut Paksa

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:00 WIB

Daftar Nama 16 Korban Kecelakaan Bus ALS dan Truk Tangki di Muratara yang Teridentifikasi

Berita Terbaru