Britainaja – Presiden Prabowo Subianto meluruskan isu soal kontribusi Indonesia dalam Board of Peace (BoP) yang diinisiasi Amerika Serikat. Ia menegaskan pemerintah tidak pernah menyatakan kesediaan membayar iuran sebesar USD 1 miliar.
Prabowo menyebut Indonesia juga tidak terlibat dalam pertemuan donor pendiri yang berlangsung di Washington pada 19 Februari lalu. Dalam forum itu, negara lain memberikan kontribusi dana, sementara Indonesia sejak awal tidak mengambil komitmen finansial.
Pemerintah justru memilih jalur kontribusi non-finansial. Indonesia siap mengirim pasukan perdamaian untuk membantu menjaga keamanan warga Gaza sesuai kebutuhan di lapangan.
Ke depan, Indonesia tetap membuka peluang kontribusi lain jika situasi memungkinkan, terutama saat proses rekonstruksi Gaza dimulai. Prabowo menyinggung potensi peran lembaga seperti Baznas yang sebelumnya aktif menyalurkan bantuan kemanusiaan, termasuk pembangunan fasilitas kesehatan.
Meski begitu, ia kembali menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada komitmen pembayaran iuran dalam keanggotaan BoP.
Latar Belakang
Board of Peace merupakan forum perdamaian internasional yang melibatkan sejumlah negara, termasuk negara mayoritas Muslim. Indonesia resmi bergabung pada Maret 2026 bersama tujuh negara lain.
Langkah ini bertujuan memperkuat dukungan diplomasi bagi kemerdekaan Palestina dan mendorong solusi dua negara.
Alasan Indonesia Bergabung
- Mendorong kemerdekaan Palestina melalui jalur diplomasi
- Membuka ruang dialog damai antara Palestina dan Israel
- Menunjukkan solidaritas negara-negara mayoritas Muslim
- Menjaga fleksibilitas dengan sikap evaluatif terhadap keanggotaan
Sikap Indonesia
Indonesia tetap aktif di BoP, namun mengedepankan prinsip politik luar negeri bebas-aktif. Pemerintah juga siap mengevaluasi atau keluar jika forum tersebut tidak lagi sejalan dengan kepentingan nasional atau perjuangan Palestina.
Fokus utama saat ini tetap pada kontribusi nyata di lapangan, bukan komitmen dana besar. (Tim)















