Wali Kota Sukabumi Disoraki Saat Sambutan Salat Id

Sorakan Jamaah Muhammadiyah Pecah Usai Larangan Salat Id di Lapang Merdeka Picu Kekecewaan

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Jumat, 20 Maret 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki keluar dari Kampus Universitas Muhammadiyah usai memberikan sambutan pada momen Idul Fitri Jamaah Muhammadiyah, Jumat (20/3/2026). (KOMPAS.com)

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki keluar dari Kampus Universitas Muhammadiyah usai memberikan sambutan pada momen Idul Fitri Jamaah Muhammadiyah, Jumat (20/3/2026). (KOMPAS.com)

Britainaja – Suasana Salat Idulfitri Jamaah Muhammadiyah di Sukabumi memanas saat Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, memberikan sambutan. Sejumlah jamaah terdengar bersorak sebagai bentuk protes. Situasi mulai kondusif setelah sambutan selesai dan wali kota meninggalkan lokasi di Kompleks Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Jumat (20/3/2026).

Jamaah Ungkap Kekecewaan

Salah satu jamaah, Rozak Daud, menyampaikan kekecewaannya terhadap kebijakan pemerintah kota. Ia menilai keputusan tidak memberi izin penggunaan Lapang Merdeka untuk Salat Id mencerminkan sikap yang tidak adil.

Rozak juga menyoroti janji kampanye Ayep Zaki yang sebelumnya menyatakan dukungan terhadap kegiatan keagamaan, termasuk memberikan ruang ibadah bagi berbagai kelompok.

Baca Juga :  Upah dan Jadwal Lengkap Program Magang Nasional Kemnaker 2025

Dinilai Tak Sesuai Janji

Menurut Rozak, kebijakan tersebut tidak sejalan dengan komitmen yang pernah disampaikan saat kampanye. Ia menilai wali kota gagal memenuhi harapan masyarakat terkait kebebasan beribadah.

Penjelasan Wali Kota

Ayep Zaki menjelaskan bahwa janji kampanye yang ia sampaikan saat debat bersifat pribadi, bukan keputusan resmi sebagai kepala daerah. Setelah menjabat, ia harus mengikuti aturan dan kebijakan yang berlaku.

Baca Juga :  Sidang Isbat Idulfitri 2026: Ini Jadwal, Lokasi, dan Prediksi Lebaran

Ia menegaskan bahwa keputusan tidak mengizinkan penggunaan Lapang Merdeka mengacu pada ketetapan pemerintah pusat terkait waktu pelaksanaan Salat Idulfitri.

Alasan dan Langkah Ke Depan

Menurut Ayep Zaki, perbedaan waktu pelaksanaan menjadi alasan utama penolakan izin. Ia juga menegaskan komitmennya terhadap toleransi antarumat beragama.

Untuk mencegah kejadian serupa, pemerintah kota berencana menggelar dialog bersama organisasi masyarakat Islam dan tokoh agama. Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan solusi yang lebih baik ke depan. (Tim)

Berita Terkait

Mendagri Soroti Modus Kepala Daerah Titip Timses Jadi Tenaga Honorer
Bansos PIP Termin 2 Cair Juni 2026, Siswa SMA Dapat Rp1,8 Juta!
Profil Said Iqbal, Yang Akan Dilantik Jadi Penasihat Baru Presiden Prabowo
Arti Filosofis Toga Wisuda yang Wajib Mahasiswa Tahu
Karir Paragon Group 2026: Lowongan Strategis FMCG untuk Profesional
Kuliah Gratis Sampai Lulus! Telkom University Buka Beasiswa Full + Asrama
Maksimalkan Kantin Sekolah, Badan Gizi Nasional Percepat Program Makan Gratis di Wilayah 3T
Polres Sijunjung Gagalkan Penyelundupan Bio Solar Subsidi ke Tambang Emas Ilegal Jambi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:00 WIB

Mendagri Soroti Modus Kepala Daerah Titip Timses Jadi Tenaga Honorer

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:00 WIB

Bansos PIP Termin 2 Cair Juni 2026, Siswa SMA Dapat Rp1,8 Juta!

Senin, 8 Juni 2026 - 15:00 WIB

Profil Said Iqbal, Yang Akan Dilantik Jadi Penasihat Baru Presiden Prabowo

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:00 WIB

Arti Filosofis Toga Wisuda yang Wajib Mahasiswa Tahu

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:00 WIB

Karir Paragon Group 2026: Lowongan Strategis FMCG untuk Profesional

Berita Terbaru

Ilustrasi - Kode Redeem ML 10 Juni 2026.

Tech & Game

Klaim Kode Redeem ML 10 Juni 2026: Panen Diamond & Skin Gratis!

Rabu, 10 Jun 2026 - 12:00 WIB

Ilustrasi - Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Juni 2026.

Tech & Game

Banjir Hadiah! Klaim Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Juni 2026

Rabu, 10 Jun 2026 - 09:00 WIB