Britainaja – UMKM perempuan memegang peranan vital sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia. Data menunjukkan bahwa 64,5% pelaku UMKM di tanah air adalah perempuan.
Namun, tantangan besar masih membayangi: mayoritas dari mereka belum menyentuh ranah digital dan belum memproteksi merek dagang mereka.
Menanggapi hal ini, Tokopedia dan TikTok Shop bersinergi dengan Kementerian Perdagangan menggelar pelatihan intensif bagi ratusan perempuan pengusaha.
Program ini fokus pada dua pilar utama: perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) dan kemahiran pemasaran digital.
Mengapa Kekayaan Intelektual (KI) Sangat Penting?
Banyak pelaku usaha yang merasa urusan legalitas seperti pendaftaran merek adalah hal yang rumit. Padahal, kepemilikan KI adalah tiket emas untuk berkembang. Menurut Vonny Ernita Susamto, Senior Director Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, KI memberikan banyak keuntungan bagi penjual:
-
Akses Eksklusif: Penjual dengan KI dapat bergabung di ekosistem Mall yang menawarkan visibilitas lebih tinggi.
-
Peningkatan Kepercayaan: Konsumen merasa lebih aman berbelanja produk yang memiliki merek resmi.
-
Dukungan Promosi: Mendapatkan akses pemasaran khusus yang mampu mendongkrak transaksi hingga belasan kali lipat.
“Kepemilikan KI dan kemampuan membuat konten membantu perempuan pelaku usaha untuk #JualanNyaman. Ini bukan sekadar tren, tapi cara menciptakan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Vonny.
Merek Bisa Jadi Jaminan Pinjaman Modal
Salah satu terobosan menarik datang dari Kementerian Hukum. Kini, Indonesia memiliki skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis KI. Ranie Utami Ronie dari Ditjen Kekayaan Intelektual menjelaskan bahwa merek terdaftar dan hak cipta kini bisa menjadi agunan tambahan untuk pinjaman hingga Rp 500 juta.
Hal ini menjadi solusi nyata bagi pengusaha kreatif yang seringkali terkendala karena tidak memiliki aset fisik sebagai jaminan bank.
Kekuatan Konten Video dan Sesi LIVE
Selain legalitas, penguasaan teknologi digital menjadi kunci pertumbuhan. Tren belanja saat ini sangat bergantung pada interaksi visual. Buktinya, pada Ramadan 2026 lalu, transaksi melalui sesi LIVE di TikTok melonjak drastis.
Dalam pelatihan ini, para peserta belajar langsung cara membuat konten video promosi yang memikat melalui berbagai klinik bisnis, seperti:
-
Klinik Desain: Memoles tampilan produk agar lebih estetik.
-
Klinik Pemasaran: Menyusun strategi jualan yang tepat sasaran.
-
Klinik KI: Konsultasi langsung mengenai perlindungan merek.
Komitmen Melawan Pelanggaran Hak Cipta
Tokopedia dan TikTok Shop juga memperketat pengawasan untuk melindungi kreativitas penjual. Sepanjang semester pertama 2025, platform ini telah menolak lebih dari 40 juta produk yang melanggar aturan KI secara global.
Di Indonesia sendiri, ribuan laporan pelanggaran telah diproses untuk memastikan ekosistem perdagangan tetap sehat dan adil bagi semua pihak.
Kesimpulan Dukungan penuh dari pemerintah dan platform digital membuka jalan lebar bagi UMKM perempuan untuk “naik kelas”. Dengan perlindungan merek yang kuat dan konten digital yang kreatif, perempuan pengusaha kini semakin siap bersaing di pasar global. (Tim)






