Britainaja – Shalat Witir menduduki posisi istimewa sebagai penutup rangkaian ibadah malam kita. Sesuai namanya yang berarti “ganjil”, shalat ini menjadi simbol keesaan Allah SWT.
Banyak orang bertanya, berapa sebenarnya jumlah rakaat yang paling utama? Mari kita bedah penjelasannya berdasarkan panduan para ulama.
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Witir?
Para ulama dari berbagai madzhab sepakat bahwa jumlah rakaat Witir harus ganjil. Namun, Anda memiliki pilihan jumlah rakaat sesuai dengan kemampuan:
-
1 Rakaat (Minimal): Ini adalah batas paling sedikit. Anda tetap mendapatkan keutamaan Witir meski hanya mengerjakan satu rakaat.
-
3 Rakaat (Umum): Mayoritas muslim memilih jumlah ini. Anda bisa melakukannya dengan dua kali salam (2 rakaat + 1 rakaat) atau langsung tiga rakaat dengan satu kali salam.
-
5, 7, hingga 9 Rakaat: Jumlah ini masuk dalam kategori sempurna. Semakin banyak rakaat yang Anda dirikan, semakin besar pula pahala yang mengalir.
-
11 Rakaat (Maksimal): Inilah jumlah rakaat paling utama yang sering Rasulullah SAW kerjakan sebagai batas maksimal shalat malam beliau.
Niat Shalat Witir yang Mudah Dihafal
Tata cara shalat Witir pada dasarnya sama dengan shalat-shalat sunnah lainnya, dengan beberapa kekhususan pada niat dan jumlah rakaat. Berikut adalah panduan lengkapnya.
Niat Shalat Witir
Niat shalat Witir harus diucapkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Meskipun niat pada hakikatnya adalah perbuatan hati, para ulama menganjurkan untuk melafalkannya agar hati lebih tenang dan terhindar dari was-was.
Niat Shalat Witir Satu Rakaat (Sendiri/Munfarid):
Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatal witri rak’atan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Aku niat shalat sunnah Witir satu rakaat karena Allah Ta’ala.”
Niat Shalat Witir Tiga Rakaat (Cara Pertama: 2 rakaat salam + 1 rakaat salam):
Niat untuk dua rakaat pertama:
Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatal witri rak’ataini lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Aku niat shalat sunnah Witir dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Niat untuk satu rakaat terakhir:
Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatal witri rak’atan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Aku niat shalat sunnah Witir satu rakaat karena Allah Ta’ala.”
Niat Shalat Witir Tiga Rakaat (Cara Kedua: Langsung 3 rakaat 1 salam):
Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka’âtin lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Aku niat shalat sunnah Witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Praktis Shalat Witir
Untuk witir satu rakaat, tata caranya adalah sebagai berikut:
- Pertama, berwudhu dengan sempurna dan menghadap kiblat dengan khusyuk.
- Kedua, melafalkan niat dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram (mengucapkan “Allahu Akbar” sambil mengangkat kedua tangan).
- Ketiga, membaca doa iftitah (disunnahkan). Keempat, membaca Surat Al-Fatihah.
- Kelima, membaca surat dari Al-Qur’an. Untuk witir satu rakaat, dianjurkan membaca Surat Al-A’la atau Surat Al-Ikhlas.
- Keenam, rukuk dengan thuma’ninah sambil membaca tasbih tiga kali.
- Ketujuh, i’tidal (bangkit dari rukuk) sambil membaca “Sami’allahu liman hamidah” kemudian “Rabbana lakal hamdu”.
- Kedelapan, sujud pertama dengan membaca tasbih tiga kali.
- Kesembilan, duduk di antara dua sujud.
- Kesepuluh, sujud kedua. Kesebelas, duduk tasyahud akhir. Keduabelas, salam ke kanan dan ke kiri.
Untuk witir tiga rakaat cara pertama (2 rakaat salam + 1 rakaat salam):
- Pertama, kerjakan shalat 2 rakaat dengan niat “sunnatal witri rak’ataini”. Setelah salam, berdiri lagi untuk mengerjakan 1 rakaat dengan niat “sunnatal witri rak’atan”.
- Kedua rakaat pertama ini bisa diselingi dengan dzikir atau doa singkat, atau langsung melanjutkan ke satu rakaat berikutnya.
Untuk witir tiga rakaat cara kedua (langsung 3 rakaat 1 salam):
- Pertama, niat “sunnatal witri tsalâtsa raka’âtin”. Kedua, takbiratul ihram.
- Ketiga, rakaat pertama: membaca Al-Fatihah + surat (dianjurkan Al-A’la).
- Keempat, rakaat kedua: membaca Al-Fatihah + surat (dianjurkan Al-Kafirun). Pada witir tiga rakaat dengan satu salam ini, tidak ada tasyahud awal setelah rakaat kedua.
- Kelima, rakaat ketiga: membaca Al-Fatihah + surat (dianjurkan Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas secara berurutan). Keenam, tasyahud akhir. Ketujuh, salam.
Bacaan yang Dianjurkan dalam Sholat Witir
Bacaan Surat yang Dianjurkan:
Para ulama menganjurkan bacaan surat-surat tertentu dalam shalat Witir. Pada rakaat pertama, dianjurkan membaca Surat Al-A’la (Sabbihisma Rabbikal A’la). Pada rakaat kedua, dianjurkan membaca Surat Al-Kafirun.
Pada rakaat ketiga, dianjurkan membaca Surat Al-Ikhlas, dilanjutkan dengan Surat Al-Falaq, dan Surat An-Nas. Anjuran ini didasarkan pada praktik Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh para sahabat.
Doa Qunut dalam Shalat Witir:
Pada bulan Ramadhan, tepatnya mulai malam ke-16 hingga akhir Ramadhan, dianjurkan untuk membaca doa qunut pada rakaat terakhir shalat Witir, yaitu setelah i’tidal sebelum sujud. Doa qunut yang dibaca adalah sebagai berikut:
Arab: اَللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Latin: Allahummahdinî fî man hadait, wa ‘âfinî fî man ‘âfait, wa tawallanî fî man tawallait, wa bârik lî fî mâ a’thait, wa qinî syarra mâ qadhait, fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik, wa innahû lâ yadzillu man wâlait, wa lâ ya’izzu man ‘âdait, tabârakta rabbanâ wa ta’âlait, fa lakal hamdu ‘alâ mâ qadhait, astaghfiruka wa atûbu ilaik.
Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Lindungilah aku dari kejahatan yang telah Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkaulah yang menetapkan dan tidak ada yang menetapkan atas-Mu. Sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau lindungi, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Mahasuci Engkau, Tuhan kami, dan Mahatinggi Engkau. Maka bagi-Mu segala puji atas apa yang Engkau tetapkan. Aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu.”
Kapan Waktu Terbaik Melaksanakannya?
Anda bisa mengerjakan shalat Witir kapan saja setelah menunaikan shalat Isya hingga sebelum fajar Subuh menyingsing.
-
Jika Anda khawatir tidak bangun malam, kerjakanlah langsung setelah shalat Isya atau Tarawih.
-
Namun, jika Anda yakin bisa bangun, maka melaksanakan Witir di sepertiga malam terakhir setelah Tahajud jauh lebih utama karena para malaikat menyaksikan waktu tersebut secara langsung.
Mengapa Shalat Witir Sangat Penting?
Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan shalat ini, bahkan saat beliau sedang dalam perjalanan. Allah sangat menyukai sesuatu yang ganjil, dan Witir adalah bentuk kecintaan kita pada sifat Allah yang Maha Esa. Selain menghapus dosa-dosa terdahulu (terutama di bulan Ramadhan), Witir juga menjadi “investasi” pahala yang nilainya lebih berharga daripada harta dunia manapun.
Sudahkah Anda menutup malam ini dengan Witir? Mari istiqamah menjaga sunnah yang indah ini. (Tim)






