Panduan Lengkap Budidaya Kacang Tanah agar Hasil Maksimal

Cara Memilih Benih Kacang Tanah Berkualitas dan Teknik Penyimpanan yang Tepat

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Maret 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kacang tanah yang baru dipanen ini menunjukkan hasil umbi yang tumbuh di dalam tanah dengan perawatan sederhana. (Sumber Foto: Unsplash)

Kacang tanah yang baru dipanen ini menunjukkan hasil umbi yang tumbuh di dalam tanah dengan perawatan sederhana. (Sumber Foto: Unsplash)

Britainaja – Kacang tanah menjadi salah satu komoditas penting di Indonesia setelah padi, jagung, dan kedelai. Tanaman ini banyak petani pilih karena mudah tumbuh, fleksibel dalam sistem tumpang sari, serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Kondisi Ideal untuk Pertumbuhan

Kacang tanah tumbuh optimal di wilayah dengan curah hujan sedang. Hujan berlebihan justru menghambat penyerbukan dan meningkatkan risiko penyakit akibat kelembapan tinggi. Tanaman ini juga membutuhkan sinar matahari penuh, terutama saat fase pertumbuhan daun dan pembentukan polong.

Tanaman ini cocok ditanam di ketinggian 50–500 meter di atas permukaan laut, namun masih mampu beradaptasi hingga sekitar 1.500 meter.

Kebutuhan Tanah dan Nutrisi

Tanah gembur dengan pH 5–6,3 menjadi media terbaik untuk kacang tanah. Kandungan unsur hara seperti kalsium, nitrogen, fosfor, dan kalium sangat penting untuk mendukung pertumbuhan, terutama pada fase pembentukan polong.

Petani biasanya menambahkan kapur pertanian atau dolomit untuk memenuhi kebutuhan kalsium. Meski kacang tanah memiliki bakteri Rhizobium pada bintil akar yang membantu menyediakan nitrogen, tanaman tetap membutuhkan tambahan nitrogen pada fase awal pertumbuhan.

Baca Juga :  Mengungkap Sejarah Kerajaan Sriwijaya: Sang Penguasa Maritim Nusantara

Pemilihan dan Penyimpanan Benih

Benih berkualitas berasal dari tanaman yang telah matang sempurna, umumnya berumur sekitar 100 hari. Ciri benih yang baik antara lain warna kehitaman dan tidak memiliki selaput di bagian dalam cangkang.

Setelah panen, lakukan penyortiran untuk memilih benih terbaik. Jemur benih selama 4–5 hari hingga kering, lalu simpan selama 3–6 bulan dalam kondisi cangkang masih utuh. Gunakan benih hasil panen terbaru untuk mendapatkan daya tumbuh yang lebih tinggi.

Pengolahan Lahan dan Penanaman

Olahlah tanah hingga gembur dengan cara dibajak atau dicangkul agar akar mudah berkembang. Tambahkan kapur sekitar 2 ton per hektare dan diamkan selama dua hari.

Gunakan pupuk kandang atau kompos sebagai pupuk dasar. Campurkan secara merata ke dalam tanah untuk meningkatkan kesuburan.

Penanaman dapat dilakukan pada lahan datar atau bedengan, terutama untuk daerah rawan genangan air. Buat lubang tanam dengan jarak 25×25 cm dan isi satu benih per lubang. Kebutuhan benih sekitar 50 kg per hektare.

Siram tanaman secara rutin pagi dan sore agar kelembapan terjaga. Benih biasanya mulai berkecambah dalam 4–7 hari.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Tipe Tempat Tidur Hotel dan Ukurannya

Perawatan dan Pemupukan

Tanaman mulai berbunga sekitar usia 20 hari dan terus berlangsung hingga 75 hari. Bunga yang muncul setelah 30 hari berpotensi menghasilkan polong.

Lakukan pemupukan tambahan, terutama fosfor, untuk mendukung pembentukan polong. Bersihkan gulma secara rutin agar tidak bersaing dengan tanaman utama. Lakukan pembubunan tanah untuk membantu perkembangan polong dan meningkatkan hasil panen.

Hama, Penyakit, dan Panen

Kacang tanah rentan terhadap hama seperti ulat dan uret serta penyakit seperti bercak daun, layu, dan karat. Kendalikan dengan pengolahan tanah yang baik, penggunaan pupuk organik, rotasi tanaman, dan varietas tahan penyakit.

Cabut dan musnahkan tanaman yang terinfeksi agar tidak menyebar. Kacang tanah siap dipanen sekitar 90 hari setelah tanam, ditandai dengan daun menguning, batang mengeras, dan sebagian daun rontok.

Periksa polong untuk memastikan biji sudah terisi penuh sebelum panen. Dengan teknik budidaya yang tepat, hasil kacang tanah dapat lebih optimal baik dari segi kualitas maupun kuantitas. (Tim)

Berita Terkait

Opor Ayam: Sejarah, Tradisi Lebaran, dan Resep Gurih yang Selalu Dirindukan
Resep Kue Kacang Lembut & Renyah, Anti Gagal untuk Lebaran
Bukan Sekadar Hafalan: Mengupas Tuntas Teknik Feynman untuk Pahami Konsep
Sering Melewatkan Sarapan Berisiko Turunkan Fungsi Otak pada Lansia
Melamun Ternyata Berperan Bersihkan Otak, Ini Temuan Peneliti MIT
10 Tips Traveling Hemat agar Liburan Lebih Menyenangkan dan Tanpa Khawatir Kantong Bolong
Tips Packing Cerdas Traveling agar Liburan Lebih Menyenangkan dan Bebas Ribet
10 Tips Honeymoon Murah agar Liburan Tetap Romantis dan Tak Terlupakan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 18:00 WIB

Panduan Lengkap Budidaya Kacang Tanah agar Hasil Maksimal

Kamis, 19 Maret 2026 - 16:00 WIB

Opor Ayam: Sejarah, Tradisi Lebaran, dan Resep Gurih yang Selalu Dirindukan

Senin, 16 Maret 2026 - 18:00 WIB

Resep Kue Kacang Lembut & Renyah, Anti Gagal untuk Lebaran

Kamis, 11 Desember 2025 - 13:30 WIB

Bukan Sekadar Hafalan: Mengupas Tuntas Teknik Feynman untuk Pahami Konsep

Kamis, 6 November 2025 - 14:00 WIB

Sering Melewatkan Sarapan Berisiko Turunkan Fungsi Otak pada Lansia

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, pada 30 Januari 2026. (Dok. AP/Evan Vucci)

Internasional

Lonjakan Harga Bensin AS 75% Disorot, Trump Disalahkan Schumer

Selasa, 24 Mar 2026 - 20:00 WIB

Kacang tanah yang baru dipanen ini menunjukkan hasil umbi yang tumbuh di dalam tanah dengan perawatan sederhana. (Sumber Foto: Unsplash)

Artikel

Panduan Lengkap Budidaya Kacang Tanah agar Hasil Maksimal

Selasa, 24 Mar 2026 - 18:00 WIB

Bursa saham Asia Pasifik melonjak pada perdagangan Selasa, (24/3/2026). (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Finansial

Bursa Asia Menguat Usai Ketegangan Timur Tengah Mereda

Selasa, 24 Mar 2026 - 16:00 WIB