Britainaja – Kacang tanah menjadi salah satu komoditas penting di Indonesia setelah padi, jagung, dan kedelai. Tanaman ini banyak petani pilih karena mudah tumbuh, fleksibel dalam sistem tumpang sari, serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Kondisi Ideal untuk Pertumbuhan
Kacang tanah tumbuh optimal di wilayah dengan curah hujan sedang. Hujan berlebihan justru menghambat penyerbukan dan meningkatkan risiko penyakit akibat kelembapan tinggi. Tanaman ini juga membutuhkan sinar matahari penuh, terutama saat fase pertumbuhan daun dan pembentukan polong.
Tanaman ini cocok ditanam di ketinggian 50–500 meter di atas permukaan laut, namun masih mampu beradaptasi hingga sekitar 1.500 meter.
Kebutuhan Tanah dan Nutrisi
Tanah gembur dengan pH 5–6,3 menjadi media terbaik untuk kacang tanah. Kandungan unsur hara seperti kalsium, nitrogen, fosfor, dan kalium sangat penting untuk mendukung pertumbuhan, terutama pada fase pembentukan polong.
Petani biasanya menambahkan kapur pertanian atau dolomit untuk memenuhi kebutuhan kalsium. Meski kacang tanah memiliki bakteri Rhizobium pada bintil akar yang membantu menyediakan nitrogen, tanaman tetap membutuhkan tambahan nitrogen pada fase awal pertumbuhan.
Pemilihan dan Penyimpanan Benih
Benih berkualitas berasal dari tanaman yang telah matang sempurna, umumnya berumur sekitar 100 hari. Ciri benih yang baik antara lain warna kehitaman dan tidak memiliki selaput di bagian dalam cangkang.
Setelah panen, lakukan penyortiran untuk memilih benih terbaik. Jemur benih selama 4–5 hari hingga kering, lalu simpan selama 3–6 bulan dalam kondisi cangkang masih utuh. Gunakan benih hasil panen terbaru untuk mendapatkan daya tumbuh yang lebih tinggi.
Pengolahan Lahan dan Penanaman
Olahlah tanah hingga gembur dengan cara dibajak atau dicangkul agar akar mudah berkembang. Tambahkan kapur sekitar 2 ton per hektare dan diamkan selama dua hari.
Gunakan pupuk kandang atau kompos sebagai pupuk dasar. Campurkan secara merata ke dalam tanah untuk meningkatkan kesuburan.
Penanaman dapat dilakukan pada lahan datar atau bedengan, terutama untuk daerah rawan genangan air. Buat lubang tanam dengan jarak 25×25 cm dan isi satu benih per lubang. Kebutuhan benih sekitar 50 kg per hektare.
Siram tanaman secara rutin pagi dan sore agar kelembapan terjaga. Benih biasanya mulai berkecambah dalam 4–7 hari.
Perawatan dan Pemupukan
Tanaman mulai berbunga sekitar usia 20 hari dan terus berlangsung hingga 75 hari. Bunga yang muncul setelah 30 hari berpotensi menghasilkan polong.
Lakukan pemupukan tambahan, terutama fosfor, untuk mendukung pembentukan polong. Bersihkan gulma secara rutin agar tidak bersaing dengan tanaman utama. Lakukan pembubunan tanah untuk membantu perkembangan polong dan meningkatkan hasil panen.
Hama, Penyakit, dan Panen
Kacang tanah rentan terhadap hama seperti ulat dan uret serta penyakit seperti bercak daun, layu, dan karat. Kendalikan dengan pengolahan tanah yang baik, penggunaan pupuk organik, rotasi tanaman, dan varietas tahan penyakit.
Cabut dan musnahkan tanaman yang terinfeksi agar tidak menyebar. Kacang tanah siap dipanen sekitar 90 hari setelah tanam, ditandai dengan daun menguning, batang mengeras, dan sebagian daun rontok.
Periksa polong untuk memastikan biji sudah terisi penuh sebelum panen. Dengan teknik budidaya yang tepat, hasil kacang tanah dapat lebih optimal baik dari segi kualitas maupun kuantitas. (Tim)















