Melamun Ternyata Berperan Bersihkan Otak, Ini Temuan Peneliti MIT

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Kamis, 6 November 2025 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Seorang wanita yang sedang termenung (Foto: Pixabay)

Ilustrasi Seorang wanita yang sedang termenung (Foto: Pixabay)

Britainaja – Sebuah studi terbaru dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) mengungkap bahwa kebiasaan melamun, terutama saat tubuh kurang tidur, ternyata berkaitan dengan proses pembersihan otak dari penumpukan limbah seluler. Temuan ini memberi gambaran baru mengenai cara otak mempertahankan fungsinya ketika kekurangan waktu istirahat.

Melamun sering kali di anggap sebagai tanda seseorang sedang kehilangan fokus atau bosan. Namun, penelitian baru menunjukkan bahwa kondisi pikiran yang tampak mengembara ini memiliki kaitan erat dengan mekanisme alami otak dalam memulihkan diri. Para peneliti MIT menemukan bahwa saat seseorang melamun, terjadi pola aktivitas cairan serebrospinal (CSF) yang mirip dengan saat tidur nyenyak.

Penelitian tersebut menggunakan teknologi elektroensefalogram (EEG) untuk memantau aktivitas listrik otak dan pemindaian fMRI guna mengukur aliran darah serta pergerakan cairan otak. Melalui pengamatan itu, para ilmuwan menemukan adanya gelombang CSF yang keluar dan kembali ke otak dalam rentang satu hingga dua detik ketika seseorang mengalami kegagalan perhatian atau melamun sejenak.

Baca Juga :  Skandal Imigrasi: KPK Ungkap Pemerasan Dokumen Capai Ratusan Miliar

Pola ritme tersebut menyerupai aktivitas otak saat memasuki fase tidur dalam-dalam, fase yang di kenal penting dalam membersihkan zat sisa metabolisme dan racun yang menumpuk selama tubuh terjaga. Dengan kata lain, melamun tampaknya merupakan bentuk “istirahat mini” yang membantu otak mempertahankan kinerjanya, terutama ketika seseorang kekurangan tidur.

Dalam penelitian ini, setiap peserta di uji dua kali: setelah tidur cukup semalaman, dan setelah semalam begadang. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang tidak tidur mengalami penurunan kemampuan kognitif secara signifikan saat menjalani serangkaian tes. Mereka jauh lebih sering melamun, seolah otak secara otomatis berusaha memasuki kondisi pemulihan singkat.

“Ketika tubuh benar-benar membutuhkan tidur, otak akan melakukan berbagai cara untuk kembali ke keadaan stabil. Salah satunya dengan menciptakan kondisi serupa tidur meskipun seseorang sedang terjaga,” jelas Zinong Yang, ahli saraf dan peneliti utama studi tersebut, di kutip dari Science Alert.

Menurut Yang, sistem cairan di otak tampaknya memainkan peran penting dalam proses pemulihan ini, dengan mengatur kapan otak berada dalam kondisi fokus tinggi atau justru menurunkan aktivitas untuk memungkinkan pembersihan internal.

Baca Juga :  Update Kode Redeem Blox Fruits 1 Januari 2026: Reset Stats dan Double EXP

Laura Lewis, ahli saraf MIT lainnya, menambahkan bahwa temuan ini memperlihatkan hubungan kuat antara fungsi kognitif tingkat tinggi dan proses fisiologis dasar di otak.
“Hasil ini menunjukkan bahwa perhatian, kemampuan memahami lingkungan, hingga respons terhadap rangsangan, semuanya terhubung dengan dinamika cairan otak dan aliran darah,” ujarnya.

Penelitian ini memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya tidur bagi kesehatan otak. Kurang tidur tidak hanya menurunkan fokus dan produktivitas, tetapi juga dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi saraf jangka panjang. Kebiasaan melamun yang kerap di anggap mengganggu justru bisa menjadi sinyal bahwa otak sedang berusaha menjaga dirinya tetap optimal.

Studi ini menjadi pengingat bahwa tidur berkualitas bukan sekadar kebutuhan fisik, melainkan proses biologis penting yang menjaga kesehatan otak. Melamun mungkin tak selalu buruk, namun tetap tidak bisa menggantikan fungsi tidur penuh yang teratur. (Tim)

Berita Terkait

Cara Update Status Desil DTSEN 2026 Lewat Aplikasi Cek Bansos
Mulai 15 September, Pengendara Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli Biosolar
Cara Mudah Cek Bansos PKH dan BPNT September 2026 via HP
Ini Rincian 4.770 Formasi Sekolah Kedinasan 2026, IPDN Buka Kuota Terbanyak
Kabar Bahagia Guru PPPK: Paruh Waktu Naik Status dan Peluang CPNS 2027
1.147 PPPK Paruh Waktu Resmi Naik Status Jadi Penuh Waktu
Ini Estimasi Jadwal Resmi Seleksi CPNS 2026 Dari BKN
Lowongan Kerja Bank BRI 2026: Peluang Karier BBAP Lulusan D3 dan S1
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 06:03 WIB

Cara Update Status Desil DTSEN 2026 Lewat Aplikasi Cek Bansos

Rabu, 2 September 2026 - 11:31 WIB

Mulai 15 September, Pengendara Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli Biosolar

Rabu, 2 September 2026 - 10:34 WIB

Cara Mudah Cek Bansos PKH dan BPNT September 2026 via HP

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Ini Rincian 4.770 Formasi Sekolah Kedinasan 2026, IPDN Buka Kuota Terbanyak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:58 WIB

Kabar Bahagia Guru PPPK: Paruh Waktu Naik Status dan Peluang CPNS 2027

Berita Terbaru

Ilustrasi - Cara Mudah Cari Uang dari HP. (Foto: AI)

Tips & Trik

Cara Mudah Cari Uang Tambahan dari HP Tanpa Modal Besar

Minggu, 6 Sep 2026 - 14:44 WIB

Ilustrasi - Cara Pasang Iklan di Status WhatsApp untuk UMKM. (Foto: AI)

Tech & Game

Cara Pasang Iklan di Status WhatsApp untuk UMKM

Sabtu, 5 Sep 2026 - 18:23 WIB