Britainaja – Seringkali kita menganggap ucapan Bismillahirrahmanirrahim hanyalah sebuah formalitas lisan sebelum makan atau bekerja. Namun, tahukah Anda bahwa di balik kalimat singkat ini, tersimpan kekuatan spiritual yang mampu mengubah rutinitas biasa menjadi ibadah yang luar biasa?
Dalam edisi Khutbah Jumat 17 April 2026, kita diajak merenungkan kembali esensi basmalah. Kalimat ini bukan sekadar kata pembuka, melainkan fondasi kokoh yang menghubungkan setiap deru napas kita dengan sang Pencipta, Allah SWT.
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَنْزَلَ الْقُرْأَنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ، وَجَعَلَ فِيْ ذِكْرِهِ طُمَأْنِيْنَةً لِلْقُلُوْبِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena hanya dengan takwa, kehidupan kita akan dipenuhi keberkahan, baik di dunia maupun di akhirat.
Pada kesempatan khutbah kali ini, marilah kita merenungkan satu amalan sederhana yang sering kita ucapkan, tetapi kerap kita abaikan maknanya, yaitu basmalah, ucapan Bismillahirrahmanirrahim.
Kalimat ini bukan sekadar pembuka, tetapi merupakan kunci keberkahan dalam setiap aktivitas seorang Muslim.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa melibatkan Allah dalam segala urusan. Baik itu hal kecil seperti mengikat tali sepatu hingga urusan besar yang menentukan masa depan, semua membutuhkan sandaran Ilahi. Dengan menyebut nama Allah, kita secara sadar mengakui bahwa segala daya dan upaya yang kita miliki berasal dari-Nya.
Para ulama menekankan bahwa basmalah adalah adab yang Allah ajarkan langsung kepada Nabi Muhammad SAW. Tujuannya jelas: agar setiap langkah manusia memiliki arah dan tidak tersesat dalam kesombongan diri.
Ketika seseorang mengucapkan bismillah, sesungguhnya ia sedang menata niatnya. Ia menyandarkan pekerjaannya kepada Allah, berharap agar aktivitas tersebut bernilai ibadah dan membawa manfaat.
Allah Ta’ala berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim. (QS. Ali-Imran: 102).
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Mengapa Amal Tanpa Bismillah Terasa Hampa?
Rasulullah SAW pernah mengingatkan dalam sebuah hadis:
“Setiap perkara penting yang tidak diawali dengan menyebut nama Allah, maka ia terputus (kurang sempurna).”
Pesan ini sangat mendalam. Sebuah pekerjaan mungkin selesai secara teknis, namun tanpa basmalah, pekerjaan tersebut kehilangan ruh keberkahannya. Ibarat sebuah pohon yang terlihat rimbun namun tidak memiliki akar yang kuat, amal tersebut tidak membuahkan pahala yang sempurna di sisi Allah.
Manfaat Nyata Membiasakan Basmalah
Jika kita membiasakan lisan dan hati untuk selalu mengucap Bismillah, kita akan merasakan perubahan nyata dalam hidup:
-
Menata Niat dengan Benar: Kita diingatkan bahwa pekerjaan ini bertujuan untuk mencari rida Allah, bukan sekadar pujian manusia.
-
Menghadirkan Ketenangan: Saat kita menyadari Allah menyertai aktivitas kita, rasa cemas akan kegagalan pun perlahan sirna.
-
Membentengi Diri dari Kesombongan: Kita sadar bahwa keberhasilan adalah bentuk pertolongan Allah, bukan semata-mata karena kehebatan kita.
Mari kita mulai hari ini dengan komitmen baru. Jangan biarkan satu pun aktivitas kita terlewat tanpa kehadiran nama Allah di dalamnya. Dari meja kerja hingga meja makan, biarkan Bismillahirrahmanirrahim menjadi pembuka jalan bagi keberkahan hidup kita di dunia dan akhirat.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita dan menerima setiap amal ibadah yang kita kerjakan dengan tulus.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Sebagai penutup, marilah kita mengambil pelajaran bahwa basmalah bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi harus hadir dalam hati.
Dengan basmalah, kita belajar untuk selalu melibatkan Allah dalam setiap urusan. Kita menjadi lebih sadar, lebih berhati-hati, dan lebih ikhlas dalam beramal.
Semoga dengan membiasakan diri membaca Bismillahirrahmanirrahim, setiap langkah kita diberkahi dan setiap amal kita diterima oleh Allah SWT.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَعْمَالِنَا، وَاجْعَلْهَا خَالِصَةً لِوَجْهِكَ الْكَرِيْمِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.
(Tim)






