Malware Menyamar Jadi Aplikasi IKD, Pengguna Diminta Waspada

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 11 November 2025 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Malware Menyamar Jadi Aplikasi IKD, Pengguna Diminta Waspada (Foto: Getty Images/iStockphoto/Habibi Alisyahbana)

Ilustrasi. Malware Menyamar Jadi Aplikasi IKD, Pengguna Diminta Waspada (Foto: Getty Images/iStockphoto/Habibi Alisyahbana)

Britainaja – Masyarakat di imbau lebih berhati-hati saat mengunduh aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Tim peneliti keamanan siber dari Cyfirma menemukan adanya malware yang menyamar sebagai aplikasi resmi IKD dan beredar di luar toko aplikasi resmi Android.

Malware tersebut di identifikasi dengan nama Android/BankBot-YNRK. Penyebarannya di lakukan melalui file APK palsu yang di distribusikan melalui situs tidak resmi, tautan unduhan, ataupun pesan yang di kirim melalui berbagai platform. Padahal, aplikasi IKD asli seharusnya hanya di unduh melalui Google Play Store atau kanal pemerintah yang telah terverifikasi.

Dalam laporan Cyfirma yang di kutip pada Selasa (11/11/2025), malware ini di rancang untuk menargetkan aplikasi keuangan, termasuk layanan perbankan digital dan dompet kripto. Setelah terpasang di perangkat, aplikasi palsu tersebut akan meminta sejumlah izin akses yang sensitif. Izin ini kemudian di manfaatkan untuk mencuri data pribadi dan informasi transaksi pengguna.

Trojan ini bekerja secara tersembunyi. Malware akan memantau aktivitas layar ponsel, meniru interaksi pengguna seperti mengetik dan menekan tombol, hingga mengisi data log masuk secara otomatis. Seluruh aktivitas tersebut di lakukan tanpa sepengetahuan pemilik perangkat.

Baca Juga :  Lebih dari 100 Sejarawan Kembali Susun Ulang Sejarah Nasional Indonesia

Selain itu, BankBot-YNRK juga mengumpulkan beragam informasi penting seperti jenis perangkat, lokasi, hingga daftar aplikasi yang terinstal. Data tersebut di kirimkan ke server yang di kendalikan pelaku kejahatan siber. Tujuannya adalah mempertahankan akses jangka panjang ke perangkat dan memudahkan pelaksanaan tindakan penipuan.

Metode utama yang di gunakan untuk mencuri informasi adalah teknik overlay. Malware menampilkan halaman login palsu yang menyerupai tampilan aplikasi perbankan asli. Pengguna yang memasukkan username dan password akan mengirimkan informasi tersebut langsung ke server pelaku.

Tidak hanya itu, para penyerang dapat mengirim instruksi secara langsung ke perangkat korban. Instruksi tersebut dapat berupa penyembunyian aktivitas, menghindari deteksi antivirus, hingga menghapus jejak akses. Pada beberapa kasus, malware juga mampu menonaktifkan notifikasi agar pengguna tidak menyadari adanya aktivitas mencurigakan.

Hingga saat ini, belum di ketahui jumlah pasti pengguna yang telah menjadi korban pengunduhan aplikasi IKD palsu tersebut. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) mengimbau masyarakat mengunduh aplikasi IKD hanya dari sumber yang sah.

Baca Juga :  Saldo DANA Kaget 4 April 2025, Gratis Langsung Cair, Ini Cara Aman Klaimnya

IKD sendiri mulai diperkenalkan pemerintah pada tahun 2023 sebagai bagian dari transformasi layanan administrasi kependudukan. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat mengakses identitas digital melalui ponsel, sehingga memudahkan kebutuhan verifikasi pada berbagai layanan publik dan keuangan.

Berdasarkan data hingga akhir 2024, tercatat sekitar 18 juta penduduk telah mendaftar dan mengaktifkan IKD. Pemerintah terus mendorong peningkatan jumlah pengguna untuk memperluas akses layanan publik berbasis digital.

Para pakar keamanan menyarankan pengguna untuk memastikan keaslian aplikasi sebelum mengunduh. Ciri paling mudah di kenali adalah aplikasi resmi tersedia di platform yang tervalidasi dan tidak membutuhkan izin akses berlebihan. Jika menemukan aplikasi mencurigakan, pengguna di anjurkan segera menghapusnya dan melakukan pemeriksaan ulang pada aplikasi keuangan yang terpasang.

Langkah pencegahan ini di nilai penting untuk menghindari pencurian data pribadi maupun risiko kerugian finansial. (Tim)

Berita Terkait

Prakiraan Cuaca BMKG 12 Desember: Sebagian Besar Ibu Kota Provinsi Diguyur Hujan
Cuaca Hari Ini 11 Desember: Sebagian Ibu Kota Provinsi Diguyur Hujan Ringan
Kabar Gembira Way Kambas: Gajah Sumatra Lahir, Perkuat Optimisme Konservasi
Banjir Rob Muaragembong Bekasi, 14.000 Jiwa Terdampak
Wamenpar Dorong Destinasi Wisata Indonesia Naik Kelas Melalui WIA 2025
Nomor Darurat Banjir Longsor Wajib Disimpan di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Ferry Irwandi Pecahkan Rekor Donasi, Kumpulkan Rp10 Miliar dalam 24 Jam untuk Korban Banjir Sumatera
Kijang Innova Reborn Diesel Tetap Jadi Primadona Konsumen

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 08:00 WIB

Prakiraan Cuaca BMKG 12 Desember: Sebagian Besar Ibu Kota Provinsi Diguyur Hujan

Kamis, 11 Desember 2025 - 08:20 WIB

Cuaca Hari Ini 11 Desember: Sebagian Ibu Kota Provinsi Diguyur Hujan Ringan

Minggu, 7 Desember 2025 - 12:00 WIB

Kabar Gembira Way Kambas: Gajah Sumatra Lahir, Perkuat Optimisme Konservasi

Minggu, 7 Desember 2025 - 11:15 WIB

Banjir Rob Muaragembong Bekasi, 14.000 Jiwa Terdampak

Sabtu, 6 Desember 2025 - 07:30 WIB

Wamenpar Dorong Destinasi Wisata Indonesia Naik Kelas Melalui WIA 2025

Berita Terbaru