Britainaja – Meski kondisi pasar kerja saat ini terlihat penuh tantangan, ternyata masih ada kabar baik bagi para pencari kerja. Ikatan SDM Profesional Indonesia (ISPI) memprediksi sejumlah sektor usaha tetap akan melakukan rekrutmen besar-besaran dalam beberapa tahun ke depan.
Ketua ISPI, Ivan Taufiza, mengungkapkan bahwa sektor teknologi masih menjadi primadona. Hal ini terjadi karena banyak investor baru yang mulai menyuntikkan modal mereka ke Indonesia.
“Bisnis seperti data center sedang sangat berkembang dan melakukan ekspansi besar. Sudah pasti mereka membutuhkan banyak tenaga kerja baru,” ujar Ivan, Minggu (26/4).
Selain pusat data, bidang lain yang berkaitan erat dengan kemajuan zaman seperti robotik dan kelistrikan juga diprediksi akan terus tumbuh pesat.
Tambang dan Energi Bersih Jadi Incaran
Tak hanya di dunia digital, sektor komoditas juga menunjukkan gairah yang positif. Ivan menyebutkan bahwa pertambangan mineral penting seperti emas, perak, hingga logam tanah jarang (rare earth) sedang berada di tren meningkat.
Hal yang sama berlaku pada sektor energi baru terbarukan. “Energi bersih seperti geothermal atau panas bumi juga sedang naik daun dan aktif mencari pekerja baru,” tambahnya.
Meski begitu, Ivan mengingatkan bahwa perusahaan mungkin saja menyesuaikan jumlah rekrutmen mereka. Faktor seperti kepastian hukum, regulasi lingkungan, hingga kondisi ekonomi global bisa membuat perusahaan mengoreksi angka target pekerja yang akan mereka rekrut.
Waspada Sektor yang Mulai ‘Meredup’
Di sisi lain, masyarakat perlu mencermati adanya sektor yang mulai mengalami penurunan atau sunset. Kehadiran Kecerdasan Buatan (AI) menjadi faktor utama yang mendisrupsi bidang tertentu, terutama di sektor keuangan dan perbankan.
Selain itu, industri sumber daya alam yang bergantung pada masa kontrak, seperti minyak dan gas (migas), juga diprediksi akan lebih ketat dalam menyaring tenaga kerja baru seiring berakhirnya masa konsesi lahan.
Tantangan Ekspansi Perusahaan
Senada dengan hal tersebut, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memberikan catatan penting. Berdasarkan survei internal, Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, menyebutkan bahwa sekitar 67 persen perusahaan saat ini cenderung menahan diri untuk melakukan rekrutmen baru.
Banyak pelaku usaha yang masih menunggu momentum yang tepat untuk melakukan ekspansi. Kondisi investasi di sektor padat karya yang belum optimal menjadi salah satu alasan utama mengapa pembukaan lapangan kerja baru terasa sedikit melambat. (Tim)






