IHSG Menguat di Tengah Antisipasi Data Inflasi dan PMI

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 29 September 2025 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG Menguat di Tengah Antisipasi Data Inflasi dan PMI (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/YU)

IHSG Menguat di Tengah Antisipasi Data Inflasi dan PMI (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/YU)

Britainaja, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan Senin (29/9/2025) dengan penguatan. IHSG naik 40,25 poin atau 0,50 persen ke level 8.139,58.

Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga ikut menguat 3,78 poin atau 0,47 persen menjadi 806,39. Pergerakan positif ini terjadi meski pelaku pasar masih cenderung berhati-hati menunggu rilis data ekonomi penting pekan ini.

Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya menyebutkan, investor bersikap wait and see menjelang rilis data inflasi, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur, serta neraca perdagangan. Data tersebut dijadwalkan keluar pada Rabu (1/10/2025) dan diperkirakan akan memberi arah baru bagi pasar.

Sebagai catatan, pada Agustus 2025 Indonesia mencatat deflasi bulanan sebesar 0,08 persen dengan inflasi tahunan 2,31 persen. PMI Manufaktur saat itu berada di level 51,5, kembali masuk zona ekspansi setelah empat bulan berturut-turut terkontraksi.

Sementara neraca perdagangan Juli 2025 mencatat surplus 23,65 miliar dolar AS. Surplus tersebut di topang ekspor nonmigas, meski sektor migas masih mengalami defisit.

Baca Juga :  Penurunan Tarif PPN Dinilai Bisa Dongkrak Daya Beli dan Pertumbuhan Ekonomi

Dari luar negeri, fokus investor global tertuju pada rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat. Data non-farm payroll (NFP) September di perkirakan menunjukkan penambahan 39.000 tenaga kerja dengan tingkat pengangguran tetap di 4,3 persen.

Data ketenagakerjaan ini akan menjadi pertimbangan utama The Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan suku bunga. Setelah memangkas suku bunga pertama kalinya tahun ini, pasar memperkirakan peluang penurunan lanjutan pada Oktober dan Desember 2025.

Apabila data ketenagakerjaan lebih kuat dari perkiraan, The Fed bisa memperlambat laju pemangkasan. Namun jika hasilnya lemah, hal tersebut dapat memicu kekhawatiran resesi.

Selain ketenagakerjaan, inflasi AS juga menjadi perhatian. Tekanan harga yang masih tinggi membuat kebijakan moneter tetap penuh ketidakpastian.

Selama sepekan ini, pasar akan menantikan sejumlah rilis penting lain, termasuk laporan lowongan kerja JOLTS Agustus 2025, data pengangguran, hingga NFP September. Sebelumnya, lowongan kerja di AS turun ke posisi terendah 10 bulan di 7,18 juta, sedangkan tingkat pengangguran Agustus naik menjadi 4,3 persen.

Baca Juga :  7 Tanaman Pengusir Kecoa yang Efektif dan Aman untuk Rumah

Sentimen positif juga datang dari bursa Eropa dan Wall Street pada perdagangan akhir pekan lalu. Indeks Euro Stoxx 50 menguat 1,01 persen, FTSE 100 Inggris naik 0,77 persen, DAX Jerman bertambah 0,87 persen, dan CAC Prancis menguat 0,97 persen.

Di Amerika Serikat, Dow Jones Industrial Average naik 0,65 persen ke posisi 46.247,29. Indeks S&P 500 meningkat 0,59 persen ke 6.643,70, sementara Nasdaq menguat 0,44 persen ke 224.503,85.

Namun di Asia, pergerakan indeks bervariasi. Nikkei Jepang melemah 380,49 poin atau 0,92 persen ke 44.979,00, Shanghai Composite turun 13,49 poin atau 0,35 persen ke 3.814,78. Sebaliknya, Hang Seng Hong Kong menguat 254,30 poin atau 0,91 persen ke 26.367,50 dan Straits Times Singapura naik tipis 2,95 poin atau 0,07 persen ke 4.268,78. (Tim)

Berita Terkait

Veda Ega Pratama Masuk 3 Besar Practice Moto3 Brasil 2026
Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Bagikan 7.000 Sembako
Viral 8 Truk Kontainer Diduga Dikawal Oknum TNI, Polisi Tindak di Tol Jakarta-Cikampek
Kapolri Naikkan Pangkat 47 Perwira Tinggi, Achmad Kartiko Jadi Komjen
Wali Kota Sukabumi Disoraki Saat Sambutan Salat Id
AFC Hukum Uilliam Barros, Persib Terancam Sanksi Tambahan
Arus Mudik Tol Cipali Turun Drastis H-1 Lebaran 2026
Ekuinoks Maret 2026: Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Indonesia
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 23:00 WIB

Veda Ega Pratama Masuk 3 Besar Practice Moto3 Brasil 2026

Sabtu, 21 Maret 2026 - 20:00 WIB

Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Bagikan 7.000 Sembako

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kapolri Naikkan Pangkat 47 Perwira Tinggi, Achmad Kartiko Jadi Komjen

Jumat, 20 Maret 2026 - 16:00 WIB

Wali Kota Sukabumi Disoraki Saat Sambutan Salat Id

Jumat, 20 Maret 2026 - 14:00 WIB

AFC Hukum Uilliam Barros, Persib Terancam Sanksi Tambahan

Berita Terbaru

Veda Ega Pratama (9) lagi-lagi menunjukkan performa impresif di Moto3 Brasil 2026 (Foto: MotoGP)

Nasional

Veda Ega Pratama Masuk 3 Besar Practice Moto3 Brasil 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 23:00 WIB

Ilustrasi emas batangan.(PEXELS/JINGMING PAN)

Finansial

Harga Emas Dunia Anjlok Tajam Meski Konflik Iran Memanas

Sabtu, 21 Mar 2026 - 21:00 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian bersama Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Darussalam, kompleks hunian sementara (huntara) Aceh Tamiang dan bertemu warga terdampak bencana, Sabtu (21/3/2026). (dok. Kemendagri)

Nasional

Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Bagikan 7.000 Sembako

Sabtu, 21 Mar 2026 - 20:00 WIB