Wisatawan Korea Selatan Dominasi Lonjakan Minat Kunjungan ke Jogja dan Surakarta

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Kamis, 13 November 2025 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Candi Borobudur (Foto: Google)

Candi Borobudur (Foto: Google)

Britainaja – Minat wisatawan mancanegara terhadap destinasi wisata kebugaran di Indonesia di laporkan mengalami peningkatan signifikan. Data terbaru dari platform perjalanan Agoda menunjukkan adanya lonjakan pencarian akomodasi ke Yogyakarta dan Surakarta pada November 2025, bertepatan dengan di gelarnya Wonderful Indonesia Wellness Festival.

Festival yang di inisiasi oleh Kementerian Pariwisata ini bertujuan memamerkan kekayaan warisan kebugaran Kerajaan Mataram, menggabungkan praktik kebugaran modern dengan tradisi kuno Jawa. Acara ini terbagi menjadi dua agenda utama, yakni “Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2025” di Yogyakarta dan “Royal Surakarta Wellness Festival (RSWF)” di Surakarta.

Menurut data Agoda, festival tersebut berhasil menarik perhatian global, terutama dari kalangan penggemar wisata kebugaran. Tercatat peningkatan pencarian akomodasi sebesar 15% ke Yogyakarta dan lonjakan drastis sebesar 119% ke Surakarta pada November, jika di bandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Prabowo dan Megawati Bertemu di Teuku Umar 1,5 Jam

Wisatawan dari Korea Selatan (Korsel) menjadi negara dengan minat kunjungan tertinggi. Pencarian akomodasi dari wisatawan Negeri Ginseng itu melonjak hingga 1.121 persen untuk mengunjungi Yogyakarta dan Surakarta selama November. Lonjakan ini jauh melampaui negara lain, di ikuti oleh wisatawan Thailand sebesar 221 persen, dan wisatawan Jepang sebesar 16 persen.

Peningkatan minat dari wisatawan Korea Selatan ini juga sejalan dengan upaya promosi yang telah di lakukan pemerintah Indonesia. Sebelumnya, pemerintah secara aktif mempromosikan pariwisata kebugaran ke wisatawan Korsel, khususnya dalam kunjungan ke Seoul pada September lalu.

Lonjakan minat ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam sektor pariwisata kebugaran global. Potensi besar dalam mengembangkan warisan kebugaran tradisional yang unik di dukung penuh oleh pemerintah.

Data dari Global Wellness Institute menempatkan Indonesia pada peringkat keenam dalam ekonomi kebugaran terbesar di kawasan Asia Pasifik. Lebih lanjut, Indonesia juga tercatat memiliki laju pertumbuhan tercepat ketiga di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Lapor Pak Purbaya Diserbu 15 Ribu Aduan, Pakar: Jangan Cuma Jadi Kotak Masuk Raksasa

Gede Gunawan, Senior Country Director Agoda untuk Indonesia, mengungkapkan bahwa potensi wisata kebugaran yang di miliki Indonesia sangat besar dan layak mendapatkan perhatian dunia. “Selain destinasi populer seperti Bali, Yogyakarta, dan Surakarta, masih banyak wilayah lain yang memiliki potensi belum tergarap,” ujar Gede dalam pernyataan resminya.

Agoda menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan sektor ini dengan mempermudah akses wisatawan dalam menemukan pengalaman holistik. Melalui platform mereka, wisatawan dapat merencanakan pengalaman menyehatkan tubuh dan jiwa, mulai dari retret yoga di Ubud, spa tradisional di Solo, hingga wisata jamu di Yogyakarta. Agoda saat ini menawarkan lebih dari 6 juta pilihan akomodasi, 130.000 rute penerbangan, dan 300.000 aktivitas yang bisa di pesan dalam satu transaksi. (Tim)

Berita Terkait

Pertamina Olah Minyak Jelantah Program Makan Gratis Jadi Bahan Bakar Pesawat
Peserta Keluhkan Durasi Tes Koperasi Merah Putih, Begini Respon BKN
Kisah Haru Fadli, Kernet Bus ALS yang Selamat dari Tragedi Maut Muratara
Gaduh New Media Forum: Muhammad Qodari Sebut Daftar Mitra, Sejumlah Media Sosial Justru Membantah
Mengenal Tim DVI: Garda Terdepan dalam Identifikasi Korban Tragedi Muratara
Usulan Masa Jabatan Kapolri: Reformasi Baru atau Sekadar Wacana?
Stop Fotokopi e-KTP! Simak Bahaya dan Aturan Main UU PDP yang Baru
Manipulasi Absen ASN Brebes: Saat Teknologi Kalah oleh Mentalitas
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:00 WIB

Pertamina Olah Minyak Jelantah Program Makan Gratis Jadi Bahan Bakar Pesawat

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:00 WIB

Peserta Keluhkan Durasi Tes Koperasi Merah Putih, Begini Respon BKN

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:00 WIB

Kisah Haru Fadli, Kernet Bus ALS yang Selamat dari Tragedi Maut Muratara

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:00 WIB

Gaduh New Media Forum: Muhammad Qodari Sebut Daftar Mitra, Sejumlah Media Sosial Justru Membantah

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:00 WIB

Mengenal Tim DVI: Garda Terdepan dalam Identifikasi Korban Tragedi Muratara

Berita Terbaru