KPK Pastikan Penyelidikan Proyek Kereta Cepat Whoosh Terus Berjalan

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Jumat, 7 November 2025 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jubir KPK Budi Prasetyo. (Foto: RRI/Chairul Umam)

Jubir KPK Budi Prasetyo. (Foto: RRI/Chairul Umam)

Britainaja, Jakarta – Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh kembali menjadi perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah akan bertanggung jawab terhadap pembayaran utangnya. Namun, di sisi lain, proses penyelidikan hukum yang di lakukan KPK terhadap pengadaan proyek ini dipastikan tidak terpengaruh.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menuturkan bahwa lembaganya tetap bergerak sesuai mandat, yakni memastikan proses pengadaan dalam proyek tersebut bebas dari praktik korupsi. Ia menekankan bahwa penyelidikan di arahkan untuk menemukan apakah terdapat peristiwa pidana dan potensi kerugian negara.

“KPK fokus pada proses hukum, khususnya terkait pengadaannya. Dalam penyelidikan ini, tentu kami bertujuan untuk mengungkap dugaan tindak pidananya,” ujar Budi di Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Budi menambahkan, pernyataan Presiden Prabowo terkait komitmen pemerintah membayar utang proyek tidak memengaruhi langkah KPK. Menurutnya, lembaga antirasuah selalu bekerja secara independen dan objektif.

Baca Juga :  Profil Vasko Ruseimy, Wakil Gubernur Sumbar yang Mengalami Kecelakaan Tunggal

“KPK tetap independen. Upaya pemberantasan korupsi pada dasarnya mendukung agenda pembangunan pemerintah. Korupsi justru menghambat program-program negara karena berdampak langsung pada efektivitas penggunaan anggaran,” lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa aspek transparansi dan akuntabilitas menjadi perhatian utama dalam penyelidikan proyek besar seperti kereta cepat Whoosh. Mengingat proyek ini menggunakan dana publik, KPK ingin memastikan setiap alokasi anggaran dapat di pertanggungjawabkan.

“Langkah-langkah penyelidikan yang di lakukan KPK merupakan bentuk dukungan agar dana publik digunakan secara tepat dan tidak di salahgunakan,” tegas Budi.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah siap menanggung pembayaran utang proyek kereta cepat tersebut. Prabowo menyebut bahwa pembayaran dapat di lakukan secara bertahap menggunakan anggaran negara.

“Pokoknya enggak ada masalah. Kita bayar mungkin sekitar Rp1,2 triliun per tahun,” kata Presiden saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta, Selasa (4/11).

Baca Juga :  Tabrakan Maut Bus Umrah di Saudi: 45 Jemaah India Meninggal, Satu Korban Selamat Dekat Sopir

Meski demikian, hingga kini KPK belum membeberkan perkembangan detail penyelidikan, termasuk pihak-pihak yang telah di mintai keterangan. Budi menyatakan bahwa seluruh proses tetap berjalan dengan prinsip kehati-hatian, untuk memastikan penyelidikan berjalan komprehensif dan tidak tergesa-gesa.

Proyek kereta cepat yang bekerja sama dengan konsorsium Tiongkok ini memang sejak awal menuai sorotan, mulai dari pembengkakan anggaran hingga beban biaya operasional dan pemeliharaan. Pengawasan ketat di nilai penting agar pembiayaannya tidak menjadi tekanan jangka panjang bagi perekonomian negara.

KPK menegaskan komitmennya untuk terus bekerja secara profesional dalam menangani kasus dugaan penyimpangan proyek kereta cepat Whoosh. Publik kini menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut, termasuk identifikasi pihak yang bertanggung jawab apabila di temukan unsur pidana dalam proses pengadaannya. (Tim)

Berita Terkait

Cara Mengaktifkan BPJS PBI JK Yang Tiba-tiba Nonaktif
Cara Praktis Bayar Tilang Elektronik Online Pakai LantasPay Tanpa Ribet
Cara Cek Status Keaktifan BPJS PBI JK Masuk Masa Tenggang dan Solusinya
Cara Mudah Download Kartu Nikah Digital Lewat Simkah Kemenag
Cara Mudah Urus Pindah KK Luar Kota Tanpa Perlu Surat Pengantar RT/RW
Cara Cek PIP Oktober 2026 Lewat HP: Panduan Lengkap dan Solusi Data Belum Muncul
Sejarah Hari Batik Nasional: Dari Seni Keraton Hingga Diakui Dunia
Profil Mitchell Baker: Bomber Baru Timnas Indonesia yang Ngamuk Cetak 5 Gol
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:13 WIB

Cara Mengaktifkan BPJS PBI JK Yang Tiba-tiba Nonaktif

Rabu, 4 November 2026 - 12:07 WIB

Cara Praktis Bayar Tilang Elektronik Online Pakai LantasPay Tanpa Ribet

Rabu, 4 November 2026 - 10:03 WIB

Cara Cek Status Keaktifan BPJS PBI JK Masuk Masa Tenggang dan Solusinya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Cara Mudah Download Kartu Nikah Digital Lewat Simkah Kemenag

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Cara Mudah Urus Pindah KK Luar Kota Tanpa Perlu Surat Pengantar RT/RW

Berita Terbaru

Ilustrasi - Cara Cegah Penyadapan LIMS Menurut Pakar Siber. (Foto: AI)

Tech & Game

Cara Ampuh Cegah Penyadapan LIMS Menurut Pakar Siber

Jumat, 6 Nov 2026 - 10:11 WIB

Ilustrasi - HP Terbaru November 2026. (Foto: AI)

Tech & Game

Ini 5 HP Terbaru November 2026: Baterai Jumbo dan Kamera Canggih

Kamis, 5 Nov 2026 - 15:26 WIB

Ilustrasi - Cara Mengetahui WhatsApp Disadap Orang Lain. (Foto: AI)

Tips & Trik

Cara Mudah Mengetahui WhatsApp Disadap Orang Lain

Kamis, 5 Nov 2026 - 13:28 WIB