8 Jenis Garam dan Manfaatnya, Mana yang Paling Baik untuk Kesehatan?

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi butiran garam halus yang memiliki kandungan yodium penting untuk menjaga fungsi tiroid dan mencegah gangguan kesehatan (Foto: Pexel)

Ilustrasi butiran garam halus yang memiliki kandungan yodium penting untuk menjaga fungsi tiroid dan mencegah gangguan kesehatan (Foto: Pexel)

Britainaja – Garam menjadi bumbu penting dalam setiap masakan, namun tak banyak yang tahu bahwa jenis garam di pasaran memiliki kandungan mineral dan manfaat kesehatan yang berbeda. Lalu, garam mana yang paling baik untuk tubuh?

Dalam kehidupan sehari-hari, garam seolah tak terpisahkan dari dapur masyarakat Indonesia. Dari olahan sederhana hingga kuliner modern, rasa asin dari garam menghadirkan cita rasa yang memperkaya setiap hidangan.
Namun, di balik peran pentingnya dalam masakan, garam ternyata hadir dalam berbagai bentuk dengan karakteristik dan kandungan gizi yang beragam. Beberapa di antaranya bahkan disebut lebih sehat dibandingkan garam meja biasa.

1. Garam Meja
Garam meja merupakan jenis yang paling umum digunakan di rumah tangga. Mengandung lebih dari 97 persen natrium klorida, garam ini biasanya telah ditambahkan yodium untuk membantu mencegah penyakit gondok dan gangguan tiroid.

2. Garam Laut
Berbeda dari garam meja, garam laut dihasilkan melalui proses penguapan air laut. Jenis ini masih mengandung mineral alami seperti kalium, seng, dan magnesium yang memberi rasa asin lebih kompleks serta aroma khas laut.

Baca Juga :  Cuma Ratusan Ribu? Huawei Band 11 Bawa Sensor Canggih dan Baterai Awet ke Tanah Air

3. Garam Himalaya
Garam berwarna merah muda ini berasal dari tambang Khewra di Pakistan. Di kenal kaya akan mineral, garam Himalaya mengandung sekitar 84 jenis zat, termasuk zat besi, kalsium, dan magnesium. Banyak yang mengklaim garam ini lebih “murni” karena tidak melalui proses pemurnian industri.

4. Garam Kosher
Sering di pilih oleh para koki profesional, garam kosher memiliki tekstur lebih kasar dan mudah larut dalam masakan. Tidak mengandung yodium, jenis ini memberikan rasa asin yang lebih lembut dan sering di gunakan untuk mengolah daging.

5. Garam Celtic
Asal garam ini dari pantai barat Perancis. Warna abu-abunya berasal dari kandungan mineral tinggi seperti magnesium dan kalsium. Karena kadar airnya cukup tinggi, garam Celtic terasa agak lembap dan sering di pilih untuk keperluan diet alami.

6. Garam Epsom
Meski namanya garam, bahan satu ini bukan untuk dikonsumsi. Garam Epsom terdiri dari magnesium sulfat dan kerap di gunakan dalam perawatan tubuh, seperti mandi relaksasi untuk mengurangi stres dan pegal otot.

7. Garam Kala Namak (Black Salt)
Garam khas India dan Nepal ini memiliki aroma belerang menyerupai telur rebus. Warna hitam keunguan dan rasa uniknya membuatnya populer di kalangan vegan, terutama untuk menambah cita rasa pada hidangan tanpa bahan hewani.

Baca Juga :  Federasi Senam Israel Gugat Indonesia, Menpora Erick Thohir Tegas: Kami Siap Hadapi

8. Garam Fleur de Sel
Di sebut juga “bunga garam”, jenis ini terbentuk di permukaan laut dan di ambil secara tradisional. Teksturnya halus, aromanya lembut, dan sering di pakai untuk memperkaya rasa makanan gourmet.

Menurut laporan Iodine Global Network, garam yang paling menyehatkan adalah garam yang mengandung yodium. Kandungan ini sangat penting bagi fungsi kelenjar tiroid dan membantu mencegah gangguan metabolisme tubuh.

Namun, para ahli juga mengingatkan agar konsumsi garam tidak berlebihan. Asupan garam tinggi dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung. Kementerian Kesehatan RI menyarankan konsumsi garam tidak lebih dari 5 gram atau setara satu sendok teh per hari.

Kesimpulannya, semua jenis garam memiliki keunggulan masing-masing, namun yang terpenting adalah memperhatikan kandungan yodium dan jumlah asupannya. Mengonsumsi garam secukupnya dapat menjaga keseimbangan elektrolit tanpa membahayakan kesehatan. (Tim)

Berita Terkait

Cara Cek NIM Online Mahasiswa via PDDikti Kemendikbud Terbaru 2026
Cara Mengaktifkan BPJS PBI JK Yang Tiba-tiba Nonaktif
Cara Praktis Bayar Tilang Elektronik Online Pakai LantasPay Tanpa Ribet
Cara Cek Status Keaktifan BPJS PBI JK Masuk Masa Tenggang dan Solusinya
Cara Mudah Download Kartu Nikah Digital Lewat Simkah Kemenag
Cara Mudah Urus Pindah KK Luar Kota Tanpa Perlu Surat Pengantar RT/RW
Cara Cek PIP Oktober 2026 Lewat HP: Panduan Lengkap dan Solusi Data Belum Muncul
Sejarah Hari Batik Nasional: Dari Seni Keraton Hingga Diakui Dunia
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:13 WIB

Cara Mengaktifkan BPJS PBI JK Yang Tiba-tiba Nonaktif

Rabu, 4 November 2026 - 12:07 WIB

Cara Praktis Bayar Tilang Elektronik Online Pakai LantasPay Tanpa Ribet

Rabu, 4 November 2026 - 10:03 WIB

Cara Cek Status Keaktifan BPJS PBI JK Masuk Masa Tenggang dan Solusinya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Cara Mudah Download Kartu Nikah Digital Lewat Simkah Kemenag

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Cara Mudah Urus Pindah KK Luar Kota Tanpa Perlu Surat Pengantar RT/RW

Berita Terbaru

Ilustrasi  - Cara Menghilangkan Iklan di HP Xiaomi. (Foto: AI)

Tech & Game

Cara Menghilangkan Iklan di HP Xiaomi dengan Mudah dan Praktis

Sabtu, 7 Nov 2026 - 16:18 WIB

Ilustrasi - Cara Masak Kikil Tunjang Empuk Bebas Amis. (Foto: AI)

Tips & Trik

Cara Masak Kikil Tunjang Empuk Bebas Amis ala Rumah Makan Padang

Sabtu, 7 Nov 2026 - 12:15 WIB