Sejarah Hari Guru Sedunia dan Makna Peringatan 5 Oktober

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Minggu, 5 Oktober 2025 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Sejarah Hari Guru Sedunia dan Makna Peringatan 5 Oktober (Foto: Pixabay)

Ilustrasi. Sejarah Hari Guru Sedunia dan Makna Peringatan 5 Oktober (Foto: Pixabay)

Britainaja – Tanggal 5 Oktober menjadi momen istimewa bagi dunia pendidikan. Pada hari itu, masyarakat internasional memperingati Hari Guru Sedunia sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa pendidik yang berkontribusi mencerdaskan bangsa.

Peringatan ini tentu tidak hadir begitu saja. Ada perjalanan panjang yang melatarbelakanginya sebelum akhirnya di tetapkan secara resmi pada 1994.

Sejarah Hari Guru Sedunia bermula dari konferensi bersama UNESCO dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) yang di gelar di Paris pada 1966. Pertemuan tersebut membahas hak, kewajiban, serta standar profesional seorang guru.

Dari konferensi bersejarah itu lahirlah dokumen penting yang kemudian menjadi rujukan global dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Dokumen ini juga menegaskan peran guru sebagai pilar utama pembangunan peradaban.

Tiga dekade berselang, tepat pada 5 Oktober 1994, UNESCO menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Guru Sedunia. Penetapan itu sekaligus menjadi peringatan 30 tahun konferensi Paris yang meneguhkan pengakuan dunia atas profesi guru.

Baca Juga :  Jadwal Indonesia vs China: Tanggal, Jam Tayang, dan Siaran Langsung

Sejak saat itulah, setiap 5 Oktober di jadikan momentum tahunan untuk mengenang, menghargai, dan memperkuat dedikasi para pendidik di seluruh dunia.

UNESCO menegaskan bahwa Hari Guru Sedunia bukan sekadar seremoni. Momen ini di maknai sebagai ajakan refleksi atas peran guru yang tidak tergantikan dalam membangun masyarakat berpengetahuan dan berdaya saing.

Setiap tahun, peringatan tersebut hadir dengan tema berbeda yang menyoroti tantangan sekaligus peluang di dunia pendidikan global.

Pada 2025, UNESCO mengusung tema “Recasting Teaching as a Collaborative Profession” atau “Merekonstruksi Mengajar sebagai Profesi Kolaboratif.”

Tema ini menekankan pentingnya kerja sama antarpendidik, pemangku kebijakan, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem pendidikan. Dengan kolaborasi, profesionalisme guru di yakini dapat meningkat dan daya saing pendidikan global semakin kokoh.

Meski demikian, UNESCO juga menyoroti masih banyak guru yang bekerja dalam keterbatasan. Minimnya dukungan dan fasilitas berisiko menurunkan kualitas pembelajaran sekaligus mengancam keberlanjutan profesi pendidik.

Baca Juga :  Ternyata Bukan Everest, Inilah Gunung Tertinggi di Dunia yang Sebenarnya

Melalui tema tahun ini, UNESCO menyerukan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang lebih kolaboratif. Dukungan kebijakan, jejaring profesional, hingga apresiasi publik menjadi kunci dalam meningkatkan mutu pengajaran.

Hari Guru Sedunia juga menjadi kesempatan masyarakat menunjukkan penghargaan nyata. Ucapan terima kasih, kegiatan apresiasi, hingga kampanye kesejahteraan guru merupakan wujud dukungan yang dapat memperkuat semangat para pendidik.

Lebih dari sekadar peringatan, Hari Guru Sedunia adalah penghormatan atas perjalanan panjang profesi guru. Dari Paris 1966 hingga kini, peran guru tetap menjadi fondasi penting kemajuan pendidikan dunia.

Dengan segala tantangan yang ada, semangat guru tidak pernah surut. Dedikasi merekalah yang membuat pendidikan terus bergerak maju, membangun masa depan yang lebih baik untuk generasi mendatang. (Tim)

Berita Terkait

Profil Destry Damayanti: Dari Ekonom UI Hingga Isi Posisi PJS Gubernur BI
Ketahuan Pakai Dana Bansos untuk Judi Online? Siap-Siap Dicoret dari Daftar Penerima
Siap-Siap! Gerhana Matahari Total Terpanjang Abad Ini Menyapa pada Agustus 2027
Sosok Sudaryono Yang Dikabarkan Gantikan Nanik S Deyang Sebagai Kepala BGN
Ini Alasan Nanik S. Deyang Mundur dari Kepala BGN
Profil Dody Hanggodo: Dari Pengusaha Sawit Kini Jadi Menteri PU yang Viral
BLT Dana Desa Tahap 3 Cair Bulan Ini, Ini Cara Ambil Bantuan Rp900 Ribu
Kisah Haru di Balik Nama Bayi Muhammad MBG Subianto dan Alasan Disdukcapil Wonosobo
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 17:03 WIB

Profil Destry Damayanti: Dari Ekonom UI Hingga Isi Posisi PJS Gubernur BI

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:07 WIB

Ketahuan Pakai Dana Bansos untuk Judi Online? Siap-Siap Dicoret dari Daftar Penerima

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:09 WIB

Siap-Siap! Gerhana Matahari Total Terpanjang Abad Ini Menyapa pada Agustus 2027

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:30 WIB

Sosok Sudaryono Yang Dikabarkan Gantikan Nanik S Deyang Sebagai Kepala BGN

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:52 WIB

Ini Alasan Nanik S. Deyang Mundur dari Kepala BGN

Berita Terbaru