Britainaja – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, memicu perbincangan hangat publik setelah mengumumkan daftar mitra dalam inisiatif “New Media Forum”.
Pengumuman yang berlangsung dalam konferensi pers Update PHTC di Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026) ini, justru menuai reaksi balik dari berbagai akun media digital populer.
New Media Forum sendiri merupakan kolektif yang merangkul puluhan akun media digital besar atau yang sering kita kenal dengan istilah homeless media. Media jenis ini bergerak aktif di platform sosial tanpa bergantung pada situs web resmi.
Klaim Kemitraan yang Berujung Bantahan
Dalam pernyataannya, Qodari menyebut puluhan nama besar seperti Folkative, Indozone, Dagelan, Narasi, USS Feed, hingga Menjadi Manusia sebagai bagian dari mitra pemerintah.
Namun, tak lama setelah pernyataan itu mencuat, beberapa akun yang masuk dalam daftar tersebut justru melayangkan bantahan resmi dan mengaku tidak terlibat dalam kerja sama tersebut.
Fenomena ini menarik perhatian masyarakat, mengingat peran strategis homeless media dalam membentuk opini publik di era digital saat ini.
Siapa Sosok Muhammad Qodari?
Muhammad Qodari bukan orang baru dalam lingkaran kekuasaan. Sejak awal pemerintahan Prabowo-Gibran, pria kelahiran Palembang ini menunjukkan pengaruh yang kuat. Menariknya, ia telah menjalani tiga prosesi pelantikan berbeda hanya dalam kurun waktu kurang dari dua tahun:
-
Oktober 2024: Memulai peran sebagai Wakil Kepala Staf Kepresidenan.
-
September 2025: Naik posisi menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
-
April 2026: Resmi menjabat sebagai Kepala Bakom RI hingga saat ini.
Rekam Jejak Intelektual dan Karier
Qodari memiliki latar belakang pendidikan yang mumpuni. Ia merupakan alumnus Psikologi Universitas Indonesia, meraih gelar Magister dari University of Essex, Inggris, dan mengantongi gelar Doktor Ilmu Politik dari Universitas Gadjah Mada dengan predikat sangat memuaskan.
Sebelum masuk ke birokrasi, publik mengenal Qodari sebagai pendiri lembaga survei ternama, Indo Barometer. Ia juga sempat menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina Hulu Energi. Namanya sempat viral saat menginisiasi gerakan “Jokpro” serta memimpin Gerakan Satu Putaran untuk memenangkan pasangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.
Pejabat dengan Kekayaan Fantastis
Selain karier politiknya yang melesat, sisi finansial Qodari juga menjadi sorotan. Ia tercatat sebagai salah satu pejabat paling mapan di jajaran baru ini. Berdasarkan laporan kekayaan terbaru, total asetnya menembus angka Rp261,9 miliar.
Rincian kekayaannya mencakup:
-
Tanah dan Bangunan: Senilai Rp182,7 miliar di lokasi-lokasi strategis.
-
Kas dan Setara Kas: Mencapai Rp70,7 miliar.
-
Kendaraan dan Aset Lainnya: Terdiri dari koleksi otomotif senilai Rp933 juta serta surat berharga senilai miliaran rupiah.
Kekayaan ini ia kumpulkan dari perjalanan panjang karier profesionalnya sebagai peneliti senior, konsultan politik, hingga pengusaha di bidang riset selama puluhan tahun. (Tim)





