Britainaja – Kabar gembira datang dari pasar keuangan dalam negeri. Mata uang Garuda menunjukkan taringnya pada penutupan perdagangan awal pekan ini.
Nilai tukar rupiah di pasar spot sukses mengakhiri hari dengan posisi yang lebih kuat menghadapi tekanan dolar Amerika Serikat (AS), Senin (27/4/2026).
Hingga lonceng perdagangan sore berbunyi, rupiah menguat 0,11% dan bertengger di level Rp 17.211 per dolar AS. Angka ini jauh lebih baik ketimbang posisi penutupan pada Jumat lalu yang masih tertahan di level Rp 17.229.
Tren Positif di Kawasan Asia
Performa apik rupiah hari ini ternyata senada dengan gerak mayoritas mata uang di kawasan Asia. Investor tampaknya mulai melirik pasar regional, sehingga hampir seluruh mata uang tetangga ikut mencatatkan rapor hijau.
Berikut adalah rincian pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS hingga pukul 15.00 WIB:
| Mata Uang | Status | Perubahan |
| Won Korea Selatan | Menguat Tajam | +0,38% |
| Ringgit Malaysia | Menguat | +0,27% |
| Dolar Taiwan | Menguat | +0,17% |
| Dolar Singapura | Menguat | +0,14% |
| Rupiah Indonesia | Menguat | +0,11% |
| Yen Jepang & Yuan China | Menguat | +0,1% |
| Rupee India | Menguat Tipis | +0,04% |
Baht Thailand Justru Tertekan
Meski mayoritas negara Asia menikmati penguatan, nasib berbeda menimpa Baht Thailand. Mata uang Negeri Gajah Putih tersebut justru mencatat pelemahan terdalam dengan koreksi sebesar 0,32%. Menyusul di belakangnya, Dolar Hong Kong juga mengalami sedikit tekanan dengan penurunan tipis 0,02%.
Kekuatan rupiah sore ini memberikan sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika pasar global yang dinamis. Para pelaku pasar kini menanti langkah kebijakan moneter selanjutnya yang dapat menjaga momentum penguatan ini tetap stabil hingga akhir pekan. (Tim)






