Britainaja – Kenaikan harga Pertamax sebesar 32 persen yang berlaku sejak pekan lalu memicu diskusi hangat di tengah masyarakat. Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai bahwa penyesuaian ini sebenarnya bertujuan untuk memangkas celah (gap) menuju harga keekonomian yang ideal.
Saat ini, nilai keekonomian riil untuk Pertamax berada pada kisaran Rp 20.000 hingga Rp 21.000 per liter. Angka ini menunjukkan bahwa PT Pertamina (Persero) masih menanggung selisih harga yang cukup besar demi menjaga daya beli konsumen.
Mengapa Harga Pertamax Harus Naik?
Kepala Center of Food, Energy, and Sustainable Development INDEF, Abra Talattov, menjelaskan bahwa Pertamina saat ini menjual Pertamax seharga Rp 16.250 per liter. Artinya, perusahaan masih menutupi selisih harga sebesar Rp 3.570 per liter atau sekitar 18,8 persen dari harga keekonomian.
“Sebelum kenaikan ini, ketika Pertamax masih seharga Rp 12.300 per liter, Pertamina harus menanggung beban selisih hingga Rp 7.700 per liter. Pertanyaannya, sampai kapan Pertamina mampu memikul beban seberat ini?” ujar Abra dalam sebuah diskusi daring.
Meski demikian, Abra memproyeksikan dampak kenaikan ini terhadap inflasi nasional akan relatif kecil. Sebab, mayoritas masyarakat dan sektor industri lebih banyak menggunakan Pertalite serta Solar yang harganya tetap stabil. Sebagai catatan, sektor transportasi hanya menyumbang inflasi sebesar 0,28 persen hingga Mei 2026.
Namun, Abra tidak menampik bahwa lonjakan harga sebesar 32 persen ini menekan kantong kelompok masyarakat kelas menengah. Kebijakan ini otomatis memaksa mereka memotong anggaran untuk kebutuhan sehari-hari lainnya.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menambahkan bahwa harga Pertamax di Indonesia sebenarnya masih jauh lebih murah daripada negara-negara tetangga. Di kawasan ASEAN, harga BBM dengan oktan RON 92 rata-rata sudah menyentuh Rp 20.000 hingga Rp 21.000 per liter.
Alasan Pertamina Lakukan Penyesuaian Harga
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa pergerakan harga minyak mentah dunia dan dinamika pasar energi global mendasari keputusan ini. Pertamina juga telah mengevaluasi formula harga ini bersama pemerintah selaku regulator.
“Langkah ini penting untuk memastikan kelangsungan pasokan energi nasional serta menjamin distribusi BBM berkualitas ke seluruh pelosok negeri tetap berjalan optimal,” kata Roberth. Ia juga menjamin stok Pertamax dan Pertamax Green 95 aman di seluruh SPBU.
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Seluruh Indonesia
Pemerintah daerah menetapkan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang berbeda-beda, sehingga memicu variasi harga BBM non-subsidi di setiap wilayah.
Berikut adalah rincian harga BBM subsidi dan non-subsidi yang berlaku saat ini:
Harga BBM Subsidi (Berlaku Nasional)
-
Pertalite: Rp 10.000 per liter
-
Biosolar: Rp 6.800 per liter
Wilayah Jawa, Banten, dan Bali (DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT)
-
Pertamax (RON 92): Rp 16.250 per liter
-
Pertamax Green 95: Rp 17.000 per liter (hanya tersedia di wilayah tertentu)
-
Pertamax Turbo (RON 98): Rp 20.750 per liter
-
Dexlite (CN 51): Rp 23.000 per liter
-
Pertamina Dex (CN 53): Rp 24.800 per liter
Wilayah Sumatra & Kalimantan (Aceh, Sumut, Jambi, Bengkulu, Sumsel, Babel, Lampung, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Sulut, Gorontalo, Sulteng, Sultra, Sulsel, Sulbar, Papua, Papua Barat)
-
Pertamax: Rp 16.650 per liter
-
Pertamax Turbo: Rp 21.200 per liter
-
Dexlite: Rp 23.500 per liter
-
Pertamina Dex: Rp 25.350 per liter
Wilayah Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalsel, Kaltara
-
Pertamax: Rp 17.000 per liter
-
Pertamax Turbo: Rp 21.650 per liter
-
Dexlite: Rp 24.000 per liter
-
Pertamina Dex: Rp 25.900 per liter
Wilayah Khusus Perdagangan Bebas (Free Trade Zone)
-
FTZ Sabang: Pertamax (Rp 15.250), Dexlite (Rp 21.550)
-
FTZ Batam: Pertamax (Rp 15.500), Pertamax Turbo (Rp 19.700), Dexlite (Rp 21.850), Pertamina Dex (Rp 23.550)
Wilayah Maluku dan Papua Lainnya
-
Maluku & Maluku Utara: Pertamax (Rp 16.650), Dexlite (Rp 23.500)
-
Papua Selatan, Tengah, & Pegunungan: Pertamax (Rp 16.650), Dexlite (Rp 25.350)
Agar pengeluaran bulanan Anda tetap terukur, Anda dapat memantau pergerakan harga BBM secara berkala melalui aplikasi resmi MyPertamina. (Tim)






