Britainaja – Pertamina kembali menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh SPBU Indonesia per Jumat, 24 April 2026. Langkah ini mengikuti dinamika harga minyak mentah dunia dan fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang kian menantang.
Situasi geopolitik di Timur Tengah turut memicu lonjakan harga ini. Ketegangan yang melibatkan konflik Israel, Amerika Serikat, dan Iran berdampak langsung pada pasokan energi global. Meski begitu, pemerintah tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga untuk sektor-sektor tertentu.
Lonjakan Signifikan pada BBM Non-Subsidi
Sejak pertengahan April 2026, konsumen merasakan kenaikan harga yang cukup drastis pada tiga jenis BBM nonsubsidi. Berikut rincian perubahannya (mengacu pada wilayah Jawa Barat):
-
Pertamax Turbo: Kini Rp19.400 per liter (Naik Rp6.300).
-
Pertamina Dex: Kini Rp23.900 per liter (Naik Rp9.400).
-
Dexlite: Kini Rp23.600 per liter (Naik Rp9.400).
Sebaliknya, harga Pertamax tetap stabil di angka Rp12.300 per liter dan Pertamax Green pada Rp12.900 per liter. Keduanya tidak mengalami perubahan setelah kenaikan terakhir pada Februari lalu.
Kabar Baik untuk Pengguna BBM Subsidi
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, membawa angin segar bagi masyarakat luas. Dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026.
Pemerintah tetap mematok harga Pertalite di Rp10.000 per liter dan Biosolar di Rp6.800 per liter. Kebijakan ini berlaku selama rata-rata harga minyak dunia berada di kisaran 100 USD per barel.
Daftar Harga BBM Pertamina per Wilayah (24 April 2026)
Harga BBM nonsubsidi memiliki selisih di tiap daerah karena pengaruh pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB). Berikut daftar lengkapnya di beberapa provinsi:
| Provinsi | Pertamax | Pertamax Turbo | Pertamina Dex | Dexlite | Pertalite | Biosolar |
| Aceh | Rp12.600 | Rp19.850 | Rp24.450 | Rp24.150 | Rp10.000 | Rp6.800 |
| DI Yogyakarta | Rp12.300 | Rp19.400 | Rp23.900 | Rp23.600 | Rp10.000 | Rp6.800 |
| Jawa Timur | Rp12.300 | Rp19.400 | Rp23.900 | Rp23.600 | Rp10.000 | Rp6.800 |
| Bali | Rp12.300 | Rp19.400 | Rp23.900 | Rp23.600 | Rp10.000 | Rp6.800 |
| Kalsel & Kaltara | Rp12.900 | Rp20.250 | Rp24.950 | Rp24.650 | Rp10.000 | Rp6.800 |
| Sulawesi (Seluruh) | Rp12.600 | Rp19.850 | Rp24.450 | Rp24.150 | Rp10.000 | Rp6.800 |
| Papua & Maluku | Rp12.600 | Rp19.850* | Rp24.250* | Rp24.150 | Rp10.000 | Rp6.800 |
*Catatan: Beberapa wilayah Papua tidak menyediakan varian Turbo atau Dex secara merata.
Mengapa Harga Terus Berubah?
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa Pertamina menyesuaikan harga BBM nonsubsidi secara berkala sesuai mekanisme pasar. Pemerintah tidak memberikan intervensi harga pada komoditas ini karena bukan termasuk barang subsidi.
Bagi Anda yang ingin menghemat pengeluaran, pastikan selalu memantau pembaruan harga melalui aplikasi MyPertamina secara berkala. Perbedaan harga antar wilayah menunjukkan pentingnya mengecek informasi lokasi sebelum Anda melakukan perjalanan jauh. (Tim)






