Britainaja – Kabar mengejutkan datang bagi Anda para kolektor logam mulia. PT Aneka Tambang Tbk (Antam) baru saja mengupdate harga terbaru pada perdagangan Selasa (21/4/2026). Hari ini, harga emas Antam melompat naik sebesar Rp 40.000 per gram.
Melansir data resmi dari laman logammulia.com, harga emas Antam kini berada di angka Rp 2.880.000 per gram. Angka ini naik signifikan jika kita bandingkan dengan harga sebelumnya yang tertahan di level Rp 2.840.000 per gram.
Harga Buyback Ikut Melambung
Tidak hanya harga beli, harga jual kembali atau buyback juga mengalami kenaikan drastis. Antam menaikkan harga buyback sebesar Rp 50.000, sehingga kini menyentuh Rp 2.690.000 per gram. Artinya, jika Anda menjual emas hari ini, Antam akan membeli emas Anda dengan harga tersebut.
Sebagai pengingat, emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 29 Januari 2026 lalu, yakni mencapai Rp 3.168.000 per gram. Meski saat ini belum kembali ke titik puncak tersebut, tren kenaikan hari ini tentu menjadi angin segar bagi investor.
Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (21 April 2026)
Berikut adalah rincian harga emas batangan Antam dalam berbagai ukuran:
| Ukuran Emas | Harga Dasar (Rp) |
| 0,5 Gram | 1.490.000 |
| 1 Gram | 2.880.000 |
| 2 Gram | 5.710.000 |
| 5 Gram | 14.215.000 |
| 10 Gram | 28.350.000 |
| 50 Gram | 141.255.000 |
| 100 Gram | 282.360.000 |
| 1.000 Gram (1 Kg) | 2.820.600.000 |
Kontradiksi Pasar: Mengapa Emas Dunia Justru Tertekan?
Menariknya, kenaikan harga lokal ini terjadi saat pasar emas dunia justru sedang mengalami tekanan hebat. Awal pekan ini, harga emas spot dunia turun 0,3% ke level USD 4.818,03 per ons.
Apa penyebabnya?
Konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi pemicu utama. Ketegangan meningkat setelah AS mengambil alih kapal kargo milik Iran, yang mengancam kesepakatan gencatan senjata. Kondisi ini memicu beberapa dampak berantai:
-
Dolar AS Menguat: Investor beralih memegang mata uang Dolar, yang secara otomatis menekan daya tarik emas.
-
Harga Minyak Melonjak: Kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz membuat harga minyak naik hingga 5%.
-
Imbal Hasil Obligasi Naik: Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun membuat investor lebih memilih aset tersebut daripada emas yang tidak memberikan bunga atau imbal hasil langsung.
Analis dari City Index, Fawad Razaqzada, menjelaskan bahwa risiko lonjakan harga minyak dapat mendorong inflasi tetap tinggi. Hal ini kemungkinan besar memaksa suku bunga global tetap bertahan di level tinggi lebih lama, sehingga emas kehilangan pesonanya di mata investor global untuk sementara waktu.
Tetap pantau pergerakan pasar sebelum Anda mengambil keputusan investasi besar hari ini! (Tim)






