Mubazir! Potensi Sisa Makanan Program MBG Capai 1,4 Juta Ton Setahun

Ancaman Limbah Pangan Bayangi Program Makan Bergizi Gratis

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Potensi Sisa Makanan Program MBG.

Ilustrasi Potensi Sisa Makanan Program MBG.

Britainaja – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menghadapi tantangan serius yang melampaui urusan distribusi. Di balik ambisinya untuk meningkatkan gizi nasional, bayang-bayang limbah makanan atau food waste justru memicu kekhawatiran baru di tengah masyarakat.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat angka yang cukup mengejutkan. Berdasarkan kajian Bappenas 2024, potensi sisa makanan dari program ini berada pada rentang 1,1 juta hingga 1,4 juta ton per tahun.

“Estimasi potensi sisa pangan di sekolah mencapai angka tersebut,” ujar Plt. Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy.

Ironisnya, sebagian besar makanan yang tersisa tersebut sebenarnya masih layak konsumsi. Data menunjukkan sekitar 451.000 hingga 603.000 ton merupakan edible food waste. Jumlah ini sebenarnya memiliki potensi besar untuk membantu masyarakat lain yang masih kekurangan pangan jika pengelolaannya tepat.

Baca Juga :  Dukung Makan Bergizi Gratis, BGN Siapkan Motor Listrik untuk Area Sulit

Keresahan ini bukan sekadar angka di atas kertas. Peneliti dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Isnawati Hidayah, mengonfirmasi bahwa fenomena makanan terbuang sudah mulai terlihat di lapangan. Banyak orang tua murid melaporkan bahwa anak-anak mereka tidak menghabiskan makanan tersebut.

Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa evaluasi, kerugian negara bisa membengkak drastis. Isnawati menjelaskan bahwa asumsi penolakan maksimal dari peserta program ini bisa menyebabkan kerugian hingga Rp1,27 triliun setiap minggunya.

Baca Juga :  Fasilitas Lengkap Kereta Cepat Whoosh untuk Kenyamanan Penumpang

“Dalam satu bulan, angka itu bisa menyentuh Rp5,08 triliun, dan dalam setahun berisiko menembus Rp66,04 triliun,” tambahnya.

Kini, pemerintah memikul tanggung jawab besar untuk memastikan program ini tidak sekadar menjadi ajang pemborosan anggaran. Masyarakat menantikan langkah konkret agar setiap butir nasi dan lauk pauk dalam program MBG benar-benar masuk ke perut yang membutuhkan, bukan berakhir di tempat sampah. (Tim)

Berita Terkait

Update Harga Tiket Pesawat Jambi–Jakarta Besok, Mulai Rp1,2 Jutaan
Tarif Listrik PLN April 2026 Tidak Naik: Cek Rincian Harga Token Terbaru
Dana BOSP Bisa untuk Gaji PPPK Paruh Waktu 2026, Ini Syaratnya
Kopdes Merah Putih vs CPNS 2026: Mana Jalur Karir yang Paling Cocok untuk Anda?
Update Harga BBM Pertamina 19 April 2026: Pertamax Belum Turun
JK Geram Dituduh Danai Isu Ijazah Jokowi: “Dia Jadi Presiden karena Saya”
Ijazah Bukan Penentu: Kisah Sarjana yang Sukses Banting Stir ke Usaha Mandiri
Pertamina Sesuaikan Harga BBM Non-Subsidi: Simak Daftar Lengkapnya per 18 April 2026
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 18:00 WIB

Update Harga Tiket Pesawat Jambi–Jakarta Besok, Mulai Rp1,2 Jutaan

Minggu, 19 April 2026 - 15:00 WIB

Tarif Listrik PLN April 2026 Tidak Naik: Cek Rincian Harga Token Terbaru

Minggu, 19 April 2026 - 14:00 WIB

Dana BOSP Bisa untuk Gaji PPPK Paruh Waktu 2026, Ini Syaratnya

Minggu, 19 April 2026 - 13:00 WIB

Kopdes Merah Putih vs CPNS 2026: Mana Jalur Karir yang Paling Cocok untuk Anda?

Minggu, 19 April 2026 - 09:00 WIB

Update Harga BBM Pertamina 19 April 2026: Pertamax Belum Turun

Berita Terbaru

Ilustrasi - Kode Redeem PUBG Mobile Terbaru April 2026.

Tech & Game

Klaim Hadiahnya! Kode Redeem PUBG Mobile Terbaru April 2026

Minggu, 19 Apr 2026 - 21:00 WIB

Kadispenal Laksamana Pertama Tunggul. TNI Angkatan Laut (AL) membenarkan adanya pergerakan kapal perang Amerika Serikat (AS) di kawasan Selat Malaka. (KOMPAS.com)

Internasional

TNI AL Pantau Kapal Perang AS USS Miguel Keith di Selat Malaka

Minggu, 19 Apr 2026 - 17:00 WIB