Trump Terjebak Kebuntuan di Perang Iran, Tekanan Domestik Meningkat

Strategi belum jelas, sekutu menjauh, dan tekanan dalam negeri memperburuk posisi Donald Trump di tengah eskalasi konflik Iran yang kian meluas.

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan ekspresi saat menjawab pertanyaan wartawan dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Tokyo, Selasa (28/10/2025).(GETTY IMAGES NORTH AMERICA/ANDREW HARNIK via AFP)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan ekspresi saat menjawab pertanyaan wartawan dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Tokyo, Selasa (28/10/2025).(GETTY IMAGES NORTH AMERICA/ANDREW HARNIK via AFP)

Britainaja – Presiden Donald Trump kini menghadapi situasi buntu dalam perang melawan Iran yang sudah memasuki pekan ketiga. Ia belum menunjukkan arah strategi yang jelas, sekaligus kesulitan meyakinkan publik Amerika tentang pentingnya perang ini.

Tekanan dari dalam negeri terus meningkat setelah Joe Kent mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional. Kent secara terbuka menyatakan bahwa Iran tidak memberikan ancaman nyata bagi Amerika Serikat dan menolak mendukung perang tersebut.

Meski Trump berulang kali mengklaim telah melemahkan kekuatan Iran, termasuk angkatan laut dan rudal balistiknya, ia belum berani menyatakan kemenangan. Di sisi lain, Iran tetap menunjukkan perlawanan dan belum memberi sinyal menyerah.

Baca Juga :  AS Ultimatum Iran 48 Jam, Ketegangan Selat Hormuz Makin Memanas

Sejak serangan udara dimulai pada akhir Februari, konflik terus meluas. Iran bahkan mampu melancarkan serangan balasan ke berbagai wilayah, termasuk negara-negara Teluk seperti Arab Saudi dan Qatar. Situasi ini mengejutkan Trump, meski sebelumnya Iran sudah memberikan peringatan.

Dampak perang mulai terasa secara global. Harga minyak melonjak tajam dan ketegangan menyebar dari Lebanon hingga Teluk Persia. Serangan terhadap fasilitas diplomatik AS di Irak juga menambah kekhawatiran internasional.

Langkah Trump yang mendukung Israel tanpa persetujuan Kongres dan sekutu memicu kritik. Negara-negara Eropa, termasuk Jerman di bawah Kanselir Friedrich Merz, menolak terlibat. Mereka menegaskan bahwa konflik ini bukan tanggung jawab NATO.

Baca Juga :  Mengenal Putri Leonor: Calon Ratu Spanyol dan Pesona Pewaris Takhta Modern

Para analis menilai jalur militer saja tidak cukup untuk mengakhiri konflik. Richard Haass menyebut perang ini akan semakin merugikan jika terus berlanjut. Sementara Sina Toossi menilai negosiasi menjadi satu-satunya jalan realistis agar semua pihak bisa menyelamatkan posisi masing-masing.

Kawasan Timur Tengah kini berada dalam kondisi yang disebut para ahli sebagai skenario terburuk. Tanpa langkah diplomasi yang cepat, konflik ini berpotensi semakin meluas dan sulit dikendalikan. (Tim)

Berita Terkait

Mengenal Putri Leonor: Calon Ratu Spanyol dan Pesona Pewaris Takhta Modern
Kurs Ringgit ke Rupiah Terbaru Hari Ini: 50 MYR Berapa IDR?
Maskapai Wajib Ganti Rugi Rp2,6 Juta Jika Pesawat Telat atau Batal di Vietnam
Kabar Duka Istana Thailand: Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia Usia 47 Tahun
Aturan Baru Malaysia: Remaja Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Akun Medsos
5 Orang Terkaya di Industri Media dan Hiburan
Kazakhstan & Azerbaijan Bersatu: TourAN Siap Manjakan Wisatawan Dunia
Beasiswa S1 Jepang MEXT 2027: Kuliah Gratis & Uang Saku Rp12 Juta
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:09 WIB

Mengenal Putri Leonor: Calon Ratu Spanyol dan Pesona Pewaris Takhta Modern

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:08 WIB

Kurs Ringgit ke Rupiah Terbaru Hari Ini: 50 MYR Berapa IDR?

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:05 WIB

Maskapai Wajib Ganti Rugi Rp2,6 Juta Jika Pesawat Telat atau Batal di Vietnam

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:00 WIB

Kabar Duka Istana Thailand: Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia Usia 47 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:00 WIB

Aturan Baru Malaysia: Remaja Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Akun Medsos

Berita Terbaru

Ilustrasi - Cara Membersihkan Air Fryer. (Foto: AI)

Tips & Trik

Cara Membersihkan Air Fryer Berminyak Agar Awet & Bebas Bau

Jumat, 4 Sep 2026 - 08:02 WIB

Ilustrasi - Cara Mengatasi Mata Bengkak Usai Menangis. (Foto: AI)

Tips & Trik

Cara Cepat Mengatasi Mata Bengkak Usai Menangis

Kamis, 3 Sep 2026 - 20:26 WIB

Ilustrasi - Cara Menenangkan Bayi Menangis. (Foto: AI)

Tips & Trik

Cara Ampuh Menenangkan Bayi Menangis, Begini Panduan Ayah Siaga

Kamis, 3 Sep 2026 - 18:26 WIB