Britainaja – Kondisi ekosistem perairan darat yang sehat menjadi urat nadi kehidupan masyarakat di sekitar Danau Kerinci. Menyadari hal tersebut, Bupati Kerinci, Monadi, bersama PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) mengambil langkah konkret untuk memulihkan populasi ikan yang mulai berkurang melalui aksi penebaran benih ikan endemik.
Langkah ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah upaya mitigasi jangka panjang agar kekayaan hayati Danau Kerinci tetap terjaga, sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi warga yang menggantungkan hidup sebagai nelayan tradisional.
Program restocking atau penebaran kembali benih ikan ini menyasar jenis-jenis ikan asli yang memang secara alami hidup di perairan setempat. Monadi menekankan bahwa memilih jenis ikan endemik sangat krusial. Ikan asli memiliki daya tahan lebih baik terhadap kondisi air lokal dan tidak merusak rantai makanan yang sudah ada, berbeda dengan spesies invasif yang justru bisa menjadi predator bagi ikan kecil lainnya.
“Keberlanjutan lingkungan adalah prioritas. Kita ingin anak cucu kita masih bisa melihat dan menikmati ikan asli dari danau ini,” ujar Monadi di sela-sela kegiatan.
Kehadiran PT KMH dalam inisiatif ini menunjukkan peran aktif sektor swasta dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berdampak langsung pada lingkungan. Sebagai perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, PT KMH menunjukkan komitmennya untuk ikut bertanggung jawab menjaga keseimbangan alam.
Sinergi antara pemerintah daerah dan pihak swasta seperti ini di harapkan menjadi standar baru dalam pengelolaan sumber daya alam di Kerinci. Dukungan infrastruktur dan pendanaan dari sektor swasta mempercepat realisasi program lingkungan yang seringkali terkendala anggaran daerah.
Bagi masyarakat sekitar, melimpahnya populasi ikan di danau berarti stabilitas ekonomi. Selama beberapa tahun terakhir, nelayan mengeluhkan hasil tangkapan yang kian menurun. Dengan adanya penebaran benih dalam jumlah besar, di harapkan dalam beberapa bulan ke depan, produktivitas nelayan akan kembali meningkat.
Ikan-ikan ini di prediksi akan mencapai ukuran konsumsi dalam waktu yang relatif singkat. Namun, pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga cara penangkapan yang ramah lingkungan.
Agar upaya Bupati Monadi dan PT KMH tidak sia-sia, ada beberapa hal yang bisa di lakukan masyarakat:
Hentikan Penggunaan Racun dan Setrum: Cara ini mematikan benih ikan kecil dan merusak habitat tempat ikan bertelur.
Gunakan Jaring yang Sesuai: Hindari jaring dengan mata lubang terlalu kecil (pukat harimau) agar ikan yang masih bayi tidak ikut terjaring.
Jaga Kebersihan Tepian Danau: Limbah plastik dan sampah domestik dapat mencemari air dan mengurangi kadar oksigen yang di butuhkan ikan untuk tumbuh.
(***)















