9 Pahala Luar Biasa Menyalatkan dan Mengantar Jenazah

Menunaikan Hak dan Adab Persaudaraan Seiman

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Menyalatkan dan Mengantar Jenazah ke Kubur.

Ilustrasi - Menyalatkan dan Mengantar Jenazah ke Kubur.

Britainaja – Ketika seorang muslim mengembuskan napas terakhir, Islam memberikan penghormatan tertinggi melalui syariat fardu kifayah. Kita yang masih hidup memiliki tanggung jawab kolektif untuk memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga menguburkan saudara seiman.

Namun, tahukah Anda? Di balik kewajiban ini, Allah SWT menyimpan limpahan berkah dan pahala yang luar biasa bagi siapa saja yang mau meluangkan waktu untuk mengantarkan saudaranya ke peristirahatan terakhir.

Kematian sebenarnya bukan akhir dari segalanya. Bagi orang beriman, momen ini merupakan gerbang menuju kehidupan yang abadi sekaligus menjadi cermin bagi kita yang masih hidup agar tidak terlena oleh dunia.

Rasulullah SAW pernah mengingatkan kita melalui sabdanya:

“Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau seorang musafir yang sedang melewati suatu jalan.” (HR. Bukhari).

Dalam kitab Fath al-Bari, ulama besar Ibn Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa seorang mukmin sebaiknya tidak menganggap dunia sebagai rumah abadi. Dunia hanyalah tempat persinggahan sementara untuk mengumpulkan bekal menuju akhirat.

Merangkum Buku Tuntunan Praktis Penyelenggaraan Jenazah karya Dra. Hj. Rahmiati, M.Ag dan berbagai sumber sahih, berikut adalah 9 keutamaan besar saat kita menyalatkan dan mengantarkan jenazah:

1. Meraih Pahala Sebesar Gunung (Qirath)

Pahala luar biasa berbentuk qirath menanti Anda yang meluangkan waktu untuk menyalatkan dan mengantarkan jenazah. Rasulullah SAW memberikan gambaran yang sangat indah mengenai takaran pahala ini dalam hadis riwayat Al-Bukhari dari Abu Hurairah RA:

“Barang siapa yang menyelenggarakan jenazah sampai menyalatkan maka ia akan memperoleh satu qirath, dan barang siapa yang menyelenggarakan jenazah hingga jenazah tersebut dikuburkan maka ia akan memperoleh dua qirath.”

Ketika para sahabat bertanya tentang ukuran dua qirath, Nabi SAW menjawab: “Dua qirath seumpama dua gunung yang amat besar.” Bahkan, Imam Muslim mempertegas bahwa satu qirath saja sudah setara dengan kemegahan Gunung Uhud.

2. Membawa Jaminan Pahala yang Pasti

Islam sangat menganjurkan kita untuk mendirikan salat jenazah secara berjemaah. Semakin banyak orang yang ikut menyalatkan, semakin besar pula berkah yang mengalir, baik untuk si mayit maupun bagi jemaah sendiri.

Para ulama menyarankan agar kita mengatur jemaah salat jenazah menjadi minimal tiga saf (baris). Anjuran ini bersandar pada kebiasaan sahabat Malik bin Hubairah yang selalu membagi jemaah menjadi tiga baris karena mengingat sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa menshalatkannya dengan tiga baris, maka telah dipastikan pahalanya.” (HR. At-Tirmidzi).

Baca Juga :  Hukum Melamar Wanita Masa Iddah: Aturan Fikih yang Wajib Pria Tahu

3. Memenuhi Hak Persaudaraan Sesama Muslim

Mengiringi jenazah hingga ke liang kubur merupakan wujud nyata dari indahnya ukhuwah islamiyah. Islam mengikat kita dalam persaudaraan yang begitu kuat, bahkan ikatan ini tidak akan putus meski maut telah memisahkan.

Berjalan bersama jenazah menuju pemakaman hukumnya sunnah. Tindakan ini merupakan hak mutlak yang harus kita tunaikan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada saudara seiman.

4. Mendapat Hadiah Pakaian Kehormatan di Hari Kiamat

Prosesi mengantarkan jenazah biasanya berjalan beriringan dengan takziah. Saat menghadiri pemakaman, Anda tidak hanya mengantar jasad, tetapi juga memberikan dukungan moral yang tulus kepada keluarga yang berduka.

Para ulama sepakat bahwa menghibur keluarga mendiang hukumnya sunnah. Allah SWT menjanjikan kemuliaan yang besar di hari akhir bagi siapa saja yang mampu menenangkan hati saudaranya yang sedang berduka. Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seorang Mukmin bertakziah kepada saudaranya dalam suatu musibah, kecuali Allah akan memberikan kepadanya pakaian kehormatan di hari kiamat.” (HR. Ibnu Majah).

5. Menyelamatkan Masyarakat dari Dosa (Fardu Kifayah)

Kehadiran Anda dalam prosesi perawatan jenazah sebenarnya menjadi pahlawan bagi lingkungan sekitar. Mengurus jenazah memiliki status hukum fardu kifayah.

Artinya, jika ada sebagian warga yang sudah mengambil peran untuk mengurus jenazah, maka gugurlah kewajiban seluruh masyarakat di wilayah tersebut. Sebaliknya, jika semua orang acuh dan menelantarkan jenazah, maka seluruh penduduk kampung akan menanggung dosa.

6. Menjadi Sarana Introspeksi Diri (Muhasabah)

Berdiri di samping keranda dan melihat langsung prosesi penguburan di liang lahat adalah guru terbaik yang mengingatkan kita pada kefanaan dunia.

Rasulullah SAW selalu meminta kita untuk memperbanyak mengingat pemutus kelezatan (kematian). Menghadiri pemakaman memiliki hikmah psikologis yang dalam; momen ini bisa melembutkan hati yang keras dan menyadarkan kita untuk segera berbenah diri sebelum ajal menjemput.

7. Mengalirkan Syafaat dan Ampunan untuk Jenazah

Salat jenazah pada dasarnya adalah untaian doa kolektif yang kita persembahkan khusus untuk sang mayit. Mendoakan jenazah dengan ikhlas merupakan salah satu rukun penting dalam salat ini.

Baca Juga :  Sahur dengan Karbohidrat Kompleks, Energi Puasa Lebih Stabil

Nabi SAW memerintahkan kita untuk berdoa dengan tulus saat menyalatkan jenazah (HR. Abu Daud). Doa-doa yang kita panjatkan—seperti memohon ampunan, rahmat, serta perlindungan dari siksa kubur dan azab neraka—menjadi syafaat berharga yang sangat dinantikan oleh si mayit.

8. Membantu Keluarga Mendiang agar Rida dan Sabar

Kehadiran para pelayat membawa dampak psikologis dan spiritual yang sangat positif bagi keluarga yang ditinggalkan.

Kehadiran Anda secara langsung bisa memotivasi mereka untuk tetap tegar, rida, dan sabar menerima ketetapan Allah SWT. Pelukan hangat dan ucapan belasungkawa dari Anda terbukti mampu meringankan himpitan kesedihan yang sedang mereka rasakan.

9. Mendatangkan Kebaikan bagi Kita yang Masih Hidup

Tahukah Anda bahwa berkah salat jenazah tidak hanya memayungi si mayit, tetapi juga berbalik kepada kita yang menyalatkannya?

Dalam doa salat jenazah yang diajarkan Rasulullah SAW (HR. Ibnu Majah), kita memohon ampunan yang sangat luas: untuk yang hidup maupun yang mati, yang hadir maupun yang absen, hingga yang tua maupun yang muda. Ini artinya, saat Anda menyalatkan jenazah, Anda juga sedang mendoakan keselamatan untuk diri Anda sendiri.

FAQ: Pertanyaan Seputar Keutamaan Mengurus Jenazah

  • Apa sebenarnya keutamaan orang yang menyalatkan jenazah?

    Orang yang menyalatkan jenazah akan mendapatkan pahala luar biasa sebesar satu qirath (setara Gunung Uhud). Selain itu, ibadah ini menjadi sarana mulia untuk memberikan syafaat dan memohonkan ampunan dosa bagi si mayit di hadapan Allah SWT.

  • Apakah kita mendapatkan pahala jika ikut mengantarkan jenazah?

    Ya, tentu saja. Mengantarkan jenazah hingga ke pemakaman mendatangkan pahala yang sangat besar, yaitu genap menjadi dua qirath (setara dua gunung besar).

  • Apa hikmah terbesar ikut mengurus jenazah hingga ke pemakaman?

    Berdasarkan Hadis Riwayat Bukhari, Rasulullah SAW menegaskan bahwa menjenguk orang sakit dan mengantarkan jenazah ke pemakaman berfungsi efektif untuk mengingatkan kita akan hari akhir (akhirat).

  • Apa saja keuntungan melayat orang yang meninggal dunia?

    Melayat atau takziah memberikan banyak keutamaan: meraih pahala seperti orang yang tertimpa musibah, mendapatkan pakaian kemuliaan di surga, mempererat tali persaudaraan, serta membantu meringankan beban kesedihan keluarga yang berduka. (Tim)

Berita Terkait

10 Peristiwa Besar Bulan Safar: Bukti Sejarah Islam yang Mematahkan Mitos Sial
Menatap Masa Depan Jiwa: 5 Renungan Alam Kubur yang Menggugah Hati
7 Amalan Setelah Sholat Dhuha Agar Rezeki Mengalir Deras
Doa Pembukaan MPLS 2026 Untuk Siswa Baru yang Menyentuh Hati
Ini 9 Camilan Halal dan Populer yang Sukses Mendunia
Ini Manfaat Dahsyat Membaca Sholawat 3x Setelah Sholat
Kirim Stiker Doa di WA Ternyata Bukan Ibadah? Ini Penjelasannya
Menelusuri Masjid Khandaq: Saksi Perjuangan Parit Rasulullah
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:15 WIB

10 Peristiwa Besar Bulan Safar: Bukti Sejarah Islam yang Mematahkan Mitos Sial

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:00 WIB

Menatap Masa Depan Jiwa: 5 Renungan Alam Kubur yang Menggugah Hati

Senin, 13 Juli 2026 - 06:04 WIB

7 Amalan Setelah Sholat Dhuha Agar Rezeki Mengalir Deras

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:02 WIB

Doa Pembukaan MPLS 2026 Untuk Siswa Baru yang Menyentuh Hati

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:00 WIB

Ini 9 Camilan Halal dan Populer yang Sukses Mendunia

Berita Terbaru