Panduan untuk Suami Istri saat Ramadhan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panduan untuk Suami Istri saat Ramadhan (Foto: AI)

Panduan untuk Suami Istri saat Ramadhan (Foto: AI)

Britainaja – Menjaga keharmonisan rumah tangga di bulan suci Ramadhan memerlukan pemahaman yang tepat mengenai batasan ibadah dan hubungan personal. Banyak pasangan muda yang sering merasa ragu atau bingung mengenai kapan waktu yang di perbolehkan untuk melakukan hubungan intim. Islam, sebagai agama yang komprehensif, sebenarnya telah mengatur hal ini dengan sangat jelas dan manusiawi melalui surat Al-Baqarah ayat 187.

Prinsip utamanya adalah pemisahan waktu antara jam puasa dan waktu berbuka. Hubungan suami istri dilarang keras di lakukan saat matahari masih terbit, yaitu sejak fajar shadiq hingga waktu maghrib tiba. Selama periode ini, setiap Muslim wajib menahan hawa nafsu sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT.

Namun, begitu azan maghrib berkumandang dan seseorang telah membatalkan puasanya, batasan tersebut terangkat. Pasangan suami istri di perbolehkan berinteraksi secara intim sepanjang malam hingga sesaat sebelum waktu subuh tiba. Hal yang perlu di perhatikan hanyalah kesiapan fisik dan kesucian diri sebelum kembali melaksanakan ibadah salat subuh dan memulai puasa keesokan harinya.

Baca Juga :  Amazon Luncurkan Robot Vulcan dengan Teknologi Sentuhan Canggih

Risiko Berat Pelanggaran di Siang Hari

Melanggar kesucian puasa dengan melakukan hubungan badan secara sengaja di siang hari bukanlah perkara ringan. Tindakan ini memicu kewajiban membayar denda yang sangat berat atau di sebut dengan kafarat uzma. Pelaku di wajibkan mengganti puasa yang batal tersebut di luar bulan Ramadhan dan melaksanakan hukuman tambahan sebagai penebus dosa.

Urutan dendanya di mulai dengan memerdekakan seorang budak. Karena saat ini perbudakan sudah tidak ada, maka kewajiban tersebut beralih ke pilihan kedua, yaitu berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Jika kondisi fisik tidak memungkinkan untuk berpuasa selama itu, barulah di perbolehkan memberi makan 60 orang miskin dengan takaran satu mud (sekitar 675 gram) bahan makanan pokok untuk setiap orangnya.

Pentingnya Mandi Wajib Sebelum Fajar

Secara teknis, sangat di sarankan bagi pasangan untuk melakukan mandi wajib segera setelah berhubungan atau sebelum waktu subuh masuk. Meskipun secara hukum puasa tetap sah jika seseorang masih dalam keadaan junub saat fajar menyingsing, namun ia akan tertinggal dalam melaksanakan salat subuh tepat waktu.

Baca Juga :  Sengaja Batalkan Puasa Ramadhan Tanpa Udzur? Simak Hukum dan Cara Menebusnya

Membersihkan diri lebih awal memberikan ketenangan batin dalam memulai ibadah harian. Selain itu, menjaga kebersihan diri di bulan Ramadhan merupakan bagian dari menjaga kualitas ibadah itu sendiri. Kondisi tubuh yang suci sejak pagi hari akan membuat Anda lebih fokus dalam membaca Al-Qur’an maupun berzikir selama menjalankan puasa.

Tips Mengelola Kedekatan Selama Puasa

Selama siang hari, pasangan suami istri tetap diperbolehkan menunjukkan kasih sayang melalui interaksi ringan seperti berbicara santai atau bersenda gurau, asalkan mampu mengontrol diri agar tidak terjerumus pada hal yang membatalkan puasa. Memahami batasan ini justru bisa memperkuat komunikasi dan kedekatan emosional tanpa harus melanggar aturan agama.

Fokuskan energi di siang hari untuk beribadah bersama, seperti tadarus atau menyiapkan hidangan berbuka. Jadikan malam hari sebagai waktu khusus untuk membangun kedekatan fisik setelah seluruh rangkaian ibadah wajib selesai ditunaikan. Dengan pengaturan waktu yang bijak, hubungan rumah tangga tetap hangat dan pahala Ramadhan pun tetap terjaga dengan sempurna. (Tim)

Berita Terkait

Bolehkah Menggabungkan Puasa Nazar dengan Ramadhan? Ini Penjelasannya
Pasar Ramadhan Online Kian Menjamur, Akankah Tradisi Berburu Takjil Lenyap?
Sengaja Batalkan Puasa Ramadhan Tanpa Udzur? Simak Hukum dan Cara Menebusnya
Destinasi Wisata Religi Paling Menenangkan untuk Menanti Waktu Berbuka
Hukum Berkata Kasar Saat Puasa: Batal atau Sekadar Kurang Pahala?
Sering Diabaikan, Inilah Kebiasaan Sepele yang Bisa Merusak Pahala Puasa Ramadhan
7 Hal yang Sering Disangka Membatalkan Puasa Padahal Boleh
Puasa Tapi Tidak Salat: Sia-siakan Lapar atau Tetap Sah?
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:00 WIB

Bolehkah Menggabungkan Puasa Nazar dengan Ramadhan? Ini Penjelasannya

Selasa, 24 Februari 2026 - 12:00 WIB

Panduan untuk Suami Istri saat Ramadhan

Selasa, 24 Februari 2026 - 11:00 WIB

Pasar Ramadhan Online Kian Menjamur, Akankah Tradisi Berburu Takjil Lenyap?

Selasa, 24 Februari 2026 - 10:04 WIB

Sengaja Batalkan Puasa Ramadhan Tanpa Udzur? Simak Hukum dan Cara Menebusnya

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:30 WIB

Destinasi Wisata Religi Paling Menenangkan untuk Menanti Waktu Berbuka

Berita Terbaru

Panduan untuk Suami Istri saat Ramadhan (Foto: AI)

Khasanah

Panduan untuk Suami Istri saat Ramadhan

Selasa, 24 Feb 2026 - 12:00 WIB