Detik-Detik Presiden RI Lolos dari Maut Saat Salat Iduladha

Respons Cepat Pengawal Selamatkan Nyawa Presiden

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Sholat Berjamaah. Gemini

Ilustrasi Sholat Berjamaah. Gemini

Britainaja Hari Raya Iduladha pada 14 Mei 1962 (10 Zulhijah 1381 H) menjadi momen yang tidak akan pernah terlupa dalam sejarah Indonesia. Sukacita hari raya di Istana Merdeka, Jakarta, mendadak berubah menjadi suasana mencekam.

Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, hampir saja kehilangan nyawanya dalam sebuah insiden penembakan yang sangat dekat.

Peluru Meleset Karena Pandangan Pelaku Terpecah

Peristiwa menegangkan ini terjadi sekitar pukul 07.50 WIB, tepat saat jemaah sedang khusyuk menjalani rakaat kedua salat Iduladha. Di tengah keheningan ibadah, seorang pria di barisan keenam tiba-tiba berteriak “Allahu akbar!”. Ia langsung mencabut pistol dan melepaskan tiga kali tembakan ke arah Bung Karno.

Ajaib, peluru tersebut meleset. Jarak yang cukup jauh serta padatnya barisan jemaah menyelamatkan sang proklamator.

Wakil Komandan Tjakrabirawa saat itu, H. Maulwi Saelan, mencatat sebuah pengakuan unik dari sang penembak dalam buku autobiografinya, Kesaksian Wakil Komandan Tjakrabirawa: Dari Revolusi 45 Sampai Kudeta 66.

“Ketika interogasi, penembak mengaku melihat Bung Karno yang ia bidik ada dua orang. Dia bingung harus menembak yang mana,” tulis Maulwi, yang juga mantan kiper Timnas Sepak Bola Indonesia era 1950-an.

Baca Juga :  Rahasia Keutamaan Surat Al-Waqiah untuk Rezeki dan Ketenangan Hati

Meski Bung Karno selamat tanpa luka, peluru nyasar tersebut melukai lima orang jemaah di sekitarnya. Korban mengalami luka tembak di bagian kepala, bahu, hingga punggung.

Aksi Cepat Pengawal Melumpuhkan Pelaku

Suasana salat seketika pecah menjadi kekacauan. Pelaku, yang belakangan diketahui bernama Sanusi, sempat mencoba merangsek maju untuk mendekati Bung Karno lagi. Namun, para pengawal presiden bergerak secepat kilat. Setelah perkelahian singkat yang sengit, petugas akhirnya berhasil melumpuhkan dan mengamankan Sanusi.

Petugas keamanan langsung mengevakuasi Bung Karno ke tempat yang aman dari lokasi kejadian.

Dalang di Balik Layar: Perintah dari Pemimpin DI/TII

Penyelidikan mendalam dari aparat keamanan mengungkap fakta bahwa ancaman ini bukan isapan jempol belaka. Ajudan Presiden, Kolonel Sabur, menjelaskan bahwa intelijen negara sebenarnya sudah mencium rencana pembunuhan ini sebelum hari raya.

Sembilan orang anak buah Kartosuwirjo, pemimpin gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), mendapat perintah langsung untuk menghabisi nyawa Presiden Soekarno. Gerakan NII (Negara Islam Indonesia) bentukan Kartosuwirjo memang sudah lama mengangkat senjata melawan pemerintah resmi Soekarno sejak 1949.

Baca Juga :  Hal Makruh saat Puasa yang Jarang Disadari Umat Muslim

Sebenarnya, Komandan Pasukan Pengawal Pribadi Presiden, Mangil Martowidjojo, sudah memperketat pengamanan dengan sangat berlapis. Petugas memeriksa ketat setiap jemaah dan mengosongkan lima baris terdepan khusus untuk personel militer. Namun, para pelaku berhasil menyusup menggunakan surat undangan palsu dari seseorang di Bogor.

Selain Sanusi, polisi juga menangkap enam pelaku lain yang berbagi tugas di lapangan, yaitu:

  • Harun

  • Djaja Permana Tapbi

  • Abidin

  • Cholil

  • Dachja

  • Nurdin

Beberapa dari mereka bahkan menyusup sambil membawa granat. Atas aksi nekat ini, pengadilan akhirnya menjatuhkan hukuman mati kepada para pelaku.

Titik Balik Lahirnya Paspampres

Tragedi berdarah pada Iduladha 1962 ini menjadi evaluasi besar-besaran bagi sistem keamanan negara. Pemerintah menyadari bahwa keselamatan kepala negara membutuhkan pasukan khusus dengan kesiapsiagaan tinggi.

Tidak lama setelah peristiwa ini, pemerintah resmi membentuk Pasukan Tjakrabirawa. Pasukan khusus inilah yang menjadi cikal bakal dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang kita kenal hingga hari ini. (Tim)

Berita Terkait

Jangan Lewatkan! Ini 5 Amalan Utama di Hari Tasyrik
Raih Pengampunan Dosa di Hari Arafah 2026: Ini Amalan dan Doa Mustajabnya
Tata Cara Sholat Idul Adha dan Amalan Sunnahnya
6 Amalan Sunnah Rasulullah Sebelum Sholat Idul Adha
Panduan Doa dan Dzikir Wukuf Arafah: Puncak Haji Penuh Makna
Kapan Hari Arafah 2026? Ini Jadwal, Niat Puasa, dan Keutamaannya
Kisah Jenaka Nu’aiman: Sahabat Nabi yang Sembelih Unta Tamu Rasulullah
Doa Menyembelih Hewan Kurban dan Tata Caranya Lengkap
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:00 WIB

Detik-Detik Presiden RI Lolos dari Maut Saat Salat Iduladha

Jumat, 29 Mei 2026 - 05:00 WIB

Jangan Lewatkan! Ini 5 Amalan Utama di Hari Tasyrik

Rabu, 27 Mei 2026 - 05:00 WIB

Raih Pengampunan Dosa di Hari Arafah 2026: Ini Amalan dan Doa Mustajabnya

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:00 WIB

Tata Cara Sholat Idul Adha dan Amalan Sunnahnya

Selasa, 26 Mei 2026 - 05:00 WIB

6 Amalan Sunnah Rasulullah Sebelum Sholat Idul Adha

Berita Terbaru

Ilustrasi - Cara Cek Tier Akun FF Pakai AI.

Tech & Game

Cara Cek Tier Akun FF Pakai AI, Yuk Pamerkan di Medsos

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00 WIB

Ilustrasi - Gaji ke-13 Non-ASN 2026 Cair.

Nasional

Gaji ke-13 Non-ASN 2026 Cair! Cek Syarat & Nominalnya di Sini

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:00 WIB

Ilustrasi Sholat Berjamaah. Gemini

Khasanah

Detik-Detik Presiden RI Lolos dari Maut Saat Salat Iduladha

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:00 WIB

Toyota Calya. dok calya

Otomotif

Harga Toyota Calya Bekas 2022: Mobil Keluarga Irit 100 Jutaan

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:00 WIB