6 Amalan Sunnah Rasulullah Sebelum Sholat Idul Adha

Keutamaan Memperbanyak Doa di Malam Hari Raya

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Jamaah Sholat Idul Adha. Gemini

Ilustrasi - Jamaah Sholat Idul Adha. Gemini

Britainaja – Hari Raya Idul Adha selalu membawa kebahagiaan yang khas. Selain identik dengan penyembelihan hewan kurban, umat Muslim mengawali pagi hari raya dengan ibadah sholat Id.

Menariknya, Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk mengikuti beberapa amalan sunnah sebelum berangkat ke tanah lapang. Salah satu anjuran yang paling sering memicu rasa penasaran adalah larangan makan sebelum sholat Idul Adha. Bagi Anda yang terbiasa sarapan pagi, aturan ini mungkin terasa tidak biasa.

Lalu, apa alasan di balik anjuran tersebut? Yuk, kita bedah bersama 6 sunnah Nabi Muhammad SAW sebelum sholat Idul Adha agar ibadah kita semakin berkah!

6 Sunnah Nabi Sebelum Sholat Idul Adha

1. Menggemakan Takbir Sejak Malam Hari

Menghidupkan suasana hari raya dengan lantunan takbir merupakan amalan yang sangat utama. Anda bisa mulai menggemakan takbir sesaat setelah matahari terbenam pada tanggal 9 Dzulhijjah (waktu maghrib) hingga imam memulai sholat Id keesokan harinya.

Allah SWT menegaskan anjuran ini dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 185:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ۝١٨٥

Artinya: “Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.”

Khusus untuk Idul Adha, para ulama menganjurkan kita untuk terus mengumandangkan takbir hingga akhir hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

2. Memperbanyak Doa dan Dzikir

Malam menjelang Idul Adha menyimpan keberkahan yang luar biasa. Manfaatkan momen syahdu ini untuk memperbanyak doa, berdzikir, dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Malam takbiran juga menjadi waktu yang sangat tepat untuk merenungkan kembali lembaran hidup kita agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Baca Juga :  Menyelami Keutamaan Salat Tarawih

3. Mendirikan Sholat Sunnah Dua Rakaat (Qiyamul Lail)

Anda juga bisa menghidupkan malam Idul Adha dengan mendirikan sholat sunnah dua rakaat di rumah. Amalan ini menjadi sarana terbaik untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta di sepertiga malam. Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa saja yang menghidupkan malam dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) dengan penuh keimanan dan mengharap ridha Allah, maka hatinya tidak akan mati ketika hati manusia lain menjadi mati.” (HR As-Syafi’i dan Ibnu Majah).

Meskipun beberapa ulama mengategorikan hadis ini sebagai hadis dhaif (lemah), Anda tetap boleh mengamalkannya untuk meraih keutamaan ibadah (fadhailul a’mal) demi menenangkan jiwa.

4. Menunda Sarapan Hingga Selesai Sholat

Ini dia jawaban dari rasa penasaran banyak orang. Rasulullah SAW sengaja menunda makan setiap kali menyambut pagi Idul Adha.

Sebuah hadis menegaskan perbedaan kebiasaan Nabi pada dua hari raya:

“Dan janganlah keluar pada hari Idul Fitri sampai dia makan dulu, dan janganlah makan ketika hari Idul Adha sampai dia sholat dulu.” (HR At Tirmidzi Nomor 542).

Para ulama menjelaskan bahwa perbedaan ini memiliki makna filosofis yang indah. Pada Idul Fitri, kita wajib makan pagi sebagai tanda syukur karena telah menyelesaikan puasa Ramadan. Sebaliknya pada Idul Adha, kita menunda makan agar hidangan pertama yang masuk ke mulut kita hari itu adalah daging hewan kurban setelah sholat selesai.

Baca Juga :  Niat Mandi Sholat Id: Bacaan, Tata Cara, Waktu, dan Keutamaannya

5. Mandi dan Memakai Pakaian Terbaik

Bersihkan diri dengan mandi sunnah sebelum berangkat ke tempat sholat. Selain membuat tubuh segar dan wangi, mandi ini merupakan bentuk penghormatan kita terhadap hari suci. Setelah itu, kenakan pakaian terbaik yang Anda miliki. Ingat, pakaian terbaik tidak wajib baru; yang penting bersih, rapi, suci, dan sopan.

6. Berjalan Kaki dan Mengambil Rute Berbeda

Rasulullah SAW selalu mencontohkan kesederhanaan dengan berjalan kaki menuju tempat sholat Id selama jaraknya terjangkau.

Selain itu, Nabi juga menyarankan kita untuk mengambil rute jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang. Strategi ini sangat efektif untuk memperluas silaturahmi, karena Anda bisa menyapa dan berbagi senyuman dengan lebih banyak tetangga yang Anda temui di sepanjang jalan.

Mengikuti sunnah Rasulullah SAW bukan sekadar menjalankan ritual, melainkan cara kita mengekspresikan rasa cinta kepada Nabi dan meraih rida Allah SWT. Selamat mempersiapkan hari raya, semoga ibadah kurban kita tahun ini membawa keberkahan yang melimpah! (Tim)

Berita Terkait

Panduan Doa dan Dzikir Wukuf Arafah: Puncak Haji Penuh Makna
Kapan Hari Arafah 2026? Ini Jadwal, Niat Puasa, dan Keutamaannya
Kisah Jenaka Nu’aiman: Sahabat Nabi yang Sembelih Unta Tamu Rasulullah
Doa Menyembelih Hewan Kurban dan Tata Caranya Lengkap
Rezeki Pas-pasan? Amalkan 6 Doa Ini Agar Bisa Berkurban di Idul Adha
100 Quotes Idul Adha 2026 tentang Keikhlasan dan Pengorbanan Hidup
Hukum Tarik Uang Parkir di Masjid, Begini Kata Buya Yahya
Double Pahala! Bolehkah Puasa Zulhijah Sekaligus Qadha Ramadan?
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 05:00 WIB

6 Amalan Sunnah Rasulullah Sebelum Sholat Idul Adha

Senin, 25 Mei 2026 - 05:00 WIB

Panduan Doa dan Dzikir Wukuf Arafah: Puncak Haji Penuh Makna

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:00 WIB

Kapan Hari Arafah 2026? Ini Jadwal, Niat Puasa, dan Keutamaannya

Minggu, 24 Mei 2026 - 05:00 WIB

Kisah Jenaka Nu’aiman: Sahabat Nabi yang Sembelih Unta Tamu Rasulullah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 05:00 WIB

Doa Menyembelih Hewan Kurban dan Tata Caranya Lengkap

Berita Terbaru

Ilustrasi - Jamaah Sholat Idul Adha. Gemini

Khasanah

6 Amalan Sunnah Rasulullah Sebelum Sholat Idul Adha

Selasa, 26 Mei 2026 - 05:00 WIB