Britainaja, Sungai Penuh – Pemerintah Kota (Pemkot) Sungai Penuh resmi melakukan perombakan besar-besaran di jajaran birokrasi guna untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat struktural eselon II dan III tersebut di pimpin langsung oleh Wakil Walikota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, di Aula Kantor Walikota pada Selasa malam (7/1/2026).
Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang telah di laksanakan sebelumnya. Sebanyak tujuh pejabat eselon II resmi menduduki posisi definitif sebagai kepala dinas dan badan, di dampingi oleh sejumlah pejabat eselon III yang mengisi posisi sekretaris serta kepala bidang.
Dalam arahannya, Azhar Hamzah menegaskan bahwa rotasi dan promosi jabatan ini adalah bagian dari upaya penyegaran organisasi. Penempatan pejabat baru di dasarkan pada pertimbangan kompetensi, integritas, dan rekam jejak untuk mendukung percepatan program pembangunan yang telah di canangkan dalam RPJMD Kota Sungai Penuh.
Perombakan kali ini memberikan perhatian khusus pada sektor-sektor vital. YZ Oktovianus dipercaya menakhodai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sementara Gunardi mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Kesehatan. Kedua sektor ini menjadi tumpuan utama dalam mengejar target pembangunan infrastruktur dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat di sisa periode pemerintahan.
Berikut adalah daftar pejabat Eselon II yang dilantik:
Asisten I: Dianda Putra, S.STP, M.Si
Kepala Dinas PPPA: Alpiandri, S.Kep., M.PH
Kepala BKPSDM: Affan, SE, MM
Kepala Dinas PUPR: YZ Oktovianus, ST, MT
Kepala Dinas Kesehatan: Gunardi, SKM, MM
Kepala Dinas PMD: Zetria Delfi, SE, MM
Kepala Dinas Sosial: Elma Sufentri, SE, M.Si
Selain level pimpinan tinggi, gerbong mutasi juga bergerak di level administratif dan teknis (Eselon III). Nama-nama seperti Bovi kini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan, Yosrizal sebagai Sekretaris Dinas Perhubungan, dan Ari Susanto yang mengisi posisi strategis sebagai Kabid Cipta Karya di Dinas PUPR.
Penempatan pejabat hasil seleksi terbuka (open bidding) seperti yang di lakukan Pemkot Sungai Penuh menunjukkan kepatuhan pemerintah daerah terhadap sistem meritokrasi. Secara administratif, pengisian jabatan definitif pada posisi kepala dinas sangat krusial. Pejabat definitif memiliki kewenangan penuh dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan anggaran, berbeda dengan Pelaksana Tugas (Plt) yang memiliki keterbatasan wewenang berdasarkan regulasi BKN.
Transparansi dalam pelantikan ini juga di harapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik (public trust). Dengan di isinya pos-pos strategis oleh pejabat yang memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang relevan, di harapkan kendala birokrasi yang selama ini menghambat akselerasi pelayanan dapat segera teratasi. (Wd)















