Britainaja – Raksasa teknologi Google baru saja merilis laporan tahunan Year in Search 2025 yang merangkum berbagai tren pencarian paling signifikan sepanjang tahun. Menariknya, istilah “Stecu” berhasil mencuri perhatian publik dengan menduduki posisi puncak dalam daftar pencarian yang paling banyak di cari oleh netizen.
Data yang di himpun dari Google Trends menunjukkan bahwa tren ini terbagi dalam berbagai kategori populer. Mulai dari kategori “Apa”, “Gimana”, hingga daftar spesifik seperti “Resep”, “Film & Serial”, hingga tren olahraga yang tengah naik daun seperti “Lari” dan “Padel”.
Mengenal Makna Stecu yang Viral di Media Sosial
Bagi masyarakat Indonesia, fenomena pencarian ini merupakan refleksi dari hal-hal yang tengah menjadi perbincangan hangat secara kolektif. Tahun 2025 sendiri di tandai dengan tingginya apresiasi terhadap konten lokal dan semangat penemuan jati diri di ranah digital.
Secara harfiah, “Stecu” merupakan singkatan dari “Setelan Cuek”. Istilah gaul ini menggambarkan perilaku seseorang yang bersikap acuh tak acuh atau berpura-pura tidak peduli—sering di sebut sebagai sikap jual mahal—meskipun sebenarnya memiliki perasaan ketertarikan yang besar terhadap orang lain.
Konteks ini biasanya sangat akrab di temui dalam dinamika hubungan percintaan anak muda. Contoh penggunaannya bisa terdengar seperti, “Dia pakai stecu banget waktu ngobrol, padahal aslinya deg-degan,” yang merujuk pada upaya menjaga citra agar tidak terlihat terlalu agresif saat masa pendekatan (PDKT).
Dampak Lagu Faris Adam dan Viralitas di TikTok
Ledakan popularitas istilah stecu tidak lepas dari pengaruh karya seni. Istilah ini viral setelah lagu berbahasa Indonesia Timur berjudul “Stecu Stecu” karya Faris Adam meledak di pasar musik digital. Lagu tersebut memotret gaya PDKT anak muda yang gemar bermain gengsi.
Kehadiran lagu ini memicu gelombang konten kreatif di berbagai platform, terutama TikTok. Puncaknya terjadi pada momentum Ramadan dan Lebaran 2025, tepatnya sepanjang Maret hingga awal April, di mana jutaan netizen menggunakan audio tersebut sebagai latar konten video mereka.
Kesuksesan ini juga tercermin di platform YouTube. Sejak di luncurkan pada 5 Maret 2025, video musik “Stecu Stecu” di kanal resmi Faris Adam telah menembus angka 184 juta tayangan. Pencapaian masif di media sosial inilah yang mendorong lonjakan trafik pencarian kata kunci tersebut di mesin pencari Google.
Melalui Year in Search 2025, publik di ajak melihat kembali bagaimana keunikan budaya lokal mampu menjadi fenomena nasional bahkan mendunia. “Stecu” menjadi bukti nyata bahwa bahasa gaul dan karya kreatif lokal memiliki daya tawar yang kuat di era digital saat ini. (Tim)















