Sistem Peringatan Dini Tsunami RI Terbukti Efektif Saat Gempa Filipina

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 15:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan dini tsunami yang terjadi di Laut Filipina, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara akibat dampak gempa M 7,6 pada Jumat (10/10/2025) pukul 08.49 WIB.(Foto: BMKG)

Peringatan dini tsunami yang terjadi di Laut Filipina, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara akibat dampak gempa M 7,6 pada Jumat (10/10/2025) pukul 08.49 WIB.(Foto: BMKG)

Britainaja, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan sistem deteksi dini tsunami nasional berfungsi optimal saat terjadi gempa bumi bermagnitudo 7,4 di Laut Filipina pada Jumat (10/10/2025). Sistem tersebut terbukti efektif merekam perubahan permukaan laut di sejumlah wilayah utara Sulawesi yang berpotensi terdampak.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa kurang dari 30 menit setelah gempa, berbagai alat pemantau di Essang, Beo, Melonguane, Ganalo, dan Kepulauan Sangihe berhasil mendeteksi anomali tinggi muka air laut. Kondisi serupa juga terpantau di Morotai dan Halmahera Barat, Maluku Utara.

“Sistem kita mampu mendeteksi perubahan tinggi muka laut dengan cepat dan akurat. Hasil pengukuran menunjukkan gelombang tertinggi mencapai 17 sentimeter di Essang, sedangkan di lokasi lain berkisar antara 5 hingga 11 sentimeter,” ungkap Daryono di Jakarta.

Ia menegaskan bahwa meski tergolong tsunami minor, kemampuan sistem untuk mengonfirmasi anomali ini menunjukkan kesiapan Indonesia menghadapi potensi bencana laut di kawasan perbatasan utara. “Hasil pemantauan ini juga sesuai dengan model pemicu tsunami yang kita miliki,” tambahnya.

Baca Juga :  Guru SD Salsabila Klarifikasi Terkait Video yang Viral, Akui Jadi Korban Manipulasi

Selain efektivitas peralatan, BMKG menyoroti kecepatan koordinasi antarinstansi. Menurut Daryono, komunikasi antara BMKG, BNPB, dan BPBD daerah berlangsung lancar sehingga peringatan dini dapat segera di teruskan ke masyarakat pesisir.

“Respons cepat ini penting agar masyarakat tetap waspada tanpa menimbulkan kepanikan,” ujarnya.

Sementara itu, hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa kuat tersebut terjadi pada pukul 08.43 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 7,23° Lintang Utara dan 126,83° Bujur Timur, sekitar 275 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara. Kedalaman gempa tercatat 58 kilometer di bawah permukaan laut.

BMKG menjelaskan bahwa gempa tersebut di picu oleh aktivitas patahan naik di zona subduksi Laut Filipina, salah satu wilayah paling aktif secara tektonik di dunia. Akibatnya, sejumlah daerah seperti Kepulauan Talaud, Kota Bitung, Minahasa Utara bagian selatan, Minahasa bagian selatan, dan Supiori di Papua sempat di beri status Waspada Tsunami.

Hingga kini, BMKG belum menerima laporan adanya kerusakan parah maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Meski demikian, masyarakat di imbau untuk tetap siaga dan memantau informasi resmi dari pemerintah.

Baca Juga :  Raja Ampat Terancam Tambang, Legislator Soroti Potensi Wisata Bahari Kelas Dunia

“Selama peringatan potensi tsunami belum di cabut, warga pesisir sebaiknya menjauh dari pantai dan mencari tempat yang lebih tinggi,” tegas Daryono.

Gempa di Laut Filipina ini menjadi ujian nyata bagi kesiapan infrastruktur deteksi dini tsunami Indonesia. Sejauh ini, sistem nasional terbukti mampu bekerja efisien dan responsif, memperkuat upaya mitigasi bencana di kawasan rawan gempa dan tsunami. (Tim)

Berita Terkait

Sentilan Keras DPR: ASN Jangan Cuma Datang, Absen, dan Ngopi
Lowongan Kerja BPJS Kesehatan 2026: Cari Anggota Komite Non Dewan Pengawas, Daftar Sebelum 18 Juli
5 Cara Cek Tunggakan BPJS Kesehatan, Cepat dan Praktis dari Rumah
Profil Rachmat Gobel, Pengusaha dan Politisi Senior Yang Meninggal Dunia
Skandal Batu Bara PLTU, Polisi Sita Emas dan Uang Tunai Rp540 Miliar
Telkomsel Rilis Paket Internet Khusus Kurir SiCepat, Sediakan Kuota Sampai 46 GB
Ini Daftar Lengkap 10 Bansos Pemerintah Yang Akan Cair Juli 2026
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:05 WIB

Sentilan Keras DPR: ASN Jangan Cuma Datang, Absen, dan Ngopi

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:30 WIB

Lowongan Kerja BPJS Kesehatan 2026: Cari Anggota Komite Non Dewan Pengawas, Daftar Sebelum 18 Juli

Senin, 13 Juli 2026 - 18:07 WIB

5 Cara Cek Tunggakan BPJS Kesehatan, Cepat dan Praktis dari Rumah

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:01 WIB

Profil Rachmat Gobel, Pengusaha dan Politisi Senior Yang Meninggal Dunia

Jumat, 10 Juli 2026 - 08:01 WIB

Skandal Batu Bara PLTU, Polisi Sita Emas dan Uang Tunai Rp540 Miliar

Berita Terbaru

Ilustrasi emas Antam. Harga emas Antam hari ini. Harga emas. Harga emas hari ini. Harga emas Antam terbaru. Harga Antam hari ini.(Shutterstock)

Finansial

Masih Stabil, Segini Harga Emas Antam Hari Ini 19 Juli 2026

Minggu, 19 Jul 2026 - 08:03 WIB