Pramugari Gadungan di Bandara Soetta: Malu Pulang Usai Kena Tipu Rp30 Juta

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Pramugari Gadungan di Bandara Soetta: Malu Pulang Usai Kena Tipu Rp30 Juta

Ilustrasi. Pramugari Gadungan di Bandara Soetta: Malu Pulang Usai Kena Tipu Rp30 Juta

Britainaja – Drama tertangkapnya seorang wanita berinisial Khairun Nisa yang menyamar sebagai pramugari Batik Air di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) mengungkap fakta pilu di baliknya. Alih-alih berniat melakukan aksi kriminalitas berat, Nisa ternyata merupakan korban sindikat penipuan lowongan kerja yang tega menguras tabungannya hingga puluhan juta rupiah.

Kompol Yandri Mono, Kasat Reskrim Polres Bandara Soetta, membeberkan bahwa motif di balik aksi nekat Nisa dipicu oleh rasa malu yang mendalam terhadap keluarganya. Nisa sebelumnya telah berpamitan kepada orang tua untuk mengikuti seleksi pramugari di Jakarta. Sialnya, ia justru terjebak tipu daya oknum yang menjanjikan kelulusan instan dengan syarat menyetor uang sebesar Rp30 juta.

Aksi penyamaran ini terbongkar saat Nisa menumpang pesawat Batik Air ID 7058 rute Palembang-Jakarta. Kecurigaan muncul dari awak kabin resmi yang melihat kejanggalan pada seragam yang di kenakan Nisa. Secara kasat mata, corak warna rok yang ia pakai tidak identik dengan standar seragam resmi yang di keluarkan oleh pihak Lion Group.

Baca Juga :  9 Purnawirawan Jenderal Gugat Polda Metro soal Kasus Ijazah Jokowi

Melihat gelagat yang tidak biasa, kru pesawat segera berkoordinasi dengan petugas Aviation Security (Avsec) setibanya di Jakarta. Penyelidikan kepolisian kemudian mengungkap bahwa Nisa mengenakan atribut tersebut demi menjaga gengsi di mata keluarga agar tetap terlihat sukses berkarier sebagai awak kabin, meski realitanya ia kehilangan uang dalam jumlah besar.

Pihak kepolisian telah mengembalikan Nisa kepada keluarganya di Jakarta setelah melalui proses pemeriksaan intensif. Hingga saat ini, polisi masih menunggu keputusan Nisa untuk secara resmi melaporkan oknum penipu yang telah membawa lari uangnya agar proses hukum dapat segera di tingkatkan.

Baca Juga :  Buruan Klaim! Kode Redeem FC Mobile 26 Februari 2026 Spesial Pack Pemain Bintang

Mengapa Penipuan “Orang Dalam” Masih Marak? Fenomena yang di alami Nisa mencerminkan sisi gelap tingginya minat masyarakat pada profesi di dunia penerbangan. Banyak calon pelamar terjebak pada mitos “jalur belakang” atau jasa calo karena minimnya literasi mengenai proses rekrutmen resmi yang sebenarnya bersifat transparan dan tidak di pungut biaya.

Para pelaku penipuan biasanya memanfaatkan psikologis korban yang ingin cepat bekerja dan memiliki gengsi sosial tinggi. Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa maskapai besar seperti Lion Group atau Garuda Indonesia selalu mengumumkan rekrutmen melalui kanal resmi perusahaan. Jika ada permintaan sejumlah uang dengan jaminan kelulusan, bisa di pastikan itu adalah praktik penipuan yang harus segera di laporkan. (Tim)

Berita Terkait

Isu Gaji ke-13 ASN Dipotong 25 Persen? Ini Jawaban Pemerintah
Buruan Daftar Program SPPI 2026: Peluang Karier dan Pengabdian Lulusan S1
Mubazir! Potensi Sisa Makanan Program MBG Capai 1,4 Juta Ton Setahun
Dedi Mulyadi Ajak Gen Z Memprioritaskan DP Rumah Daripada Pesta Mewah
Skandal Grup Chat FH UI, Awal Mula Terungkapnya Pelecehan terhadap 27 Korban
Arogansi Preman di Tanah Abang: Rusak Mangkok Tukang Bakso Hingga Terbukti Konsumsi Sabu
Kabar Gembira! Kemenkeu Buka Lowongan 300 Formasi Bea Cukai untuk Lulusan SMA
Menkeu Purbaya Stop Anggaran Motor Listrik Badan Gizi Nasional di 2026
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 17:00 WIB

Isu Gaji ke-13 ASN Dipotong 25 Persen? Ini Jawaban Pemerintah

Rabu, 15 April 2026 - 16:00 WIB

Buruan Daftar Program SPPI 2026: Peluang Karier dan Pengabdian Lulusan S1

Rabu, 15 April 2026 - 15:00 WIB

Mubazir! Potensi Sisa Makanan Program MBG Capai 1,4 Juta Ton Setahun

Rabu, 15 April 2026 - 14:00 WIB

Dedi Mulyadi Ajak Gen Z Memprioritaskan DP Rumah Daripada Pesta Mewah

Rabu, 15 April 2026 - 13:00 WIB

Skandal Grup Chat FH UI, Awal Mula Terungkapnya Pelecehan terhadap 27 Korban

Berita Terbaru