PBB Terhambat Salurkan Bantuan ke Gaza, Akses Utara Masih Tertutup

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 16:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Truk berisi bantuan untuk warga Gaza, Palestina (Foto: X - World Food Programme)

Truk berisi bantuan untuk warga Gaza, Palestina (Foto: X - World Food Programme)

Britainaja – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghadapi tantangan besar dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah utara Gaza. Kerusakan infrastruktur dan penutupan jalur utama membuat ribuan warga di kawasan tersebut masih terisolasi dan terancam kelaparan, meski gencatan senjata antara Israel dan Hamas sudah di berlakukan.

Krisis kemanusiaan di Gaza terus memburuk seiring sulitnya penyaluran bantuan pangan. Menurut laporan Reuters pada Sabtu (18/10/2025), rata-rata hanya sekitar 560 ton makanan yang berhasil di kirim ke Gaza setiap harinya sejak kesepakatan gencatan senjata diberlakukan. Jumlah itu jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan jutaan warga yang terdampak perang.

Laporan Program Pangan Dunia (WFP) menyebutkan bahwa Kota Gaza menjadi daerah dengan kondisi paling parah. Di sana, infrastruktur hancur, banyak warga kehilangan tempat tinggal, dan kasus malnutrisi meningkat tajam.

Kepala Urusan Kemanusiaan PBB Tom Fletcher mengatakan ribuan kendaraan bantuan seharusnya bisa masuk setiap minggu agar kebutuhan warga bisa terpenuhi. Dalam kunjungannya ke Gaza pada Jumat (17/10/2025), Fletcher menegaskan dukungannya terhadap tim kemanusiaan yang tengah menjalankan rencana aksi 60 hari untuk mempercepat distribusi bantuan.

Baca Juga :  Warisan Majapahit Hidup di Desa Adat Gelgel Bali

“Kami berkomitmen memanfaatkan momentum kemanusiaan yang muncul setelah adanya kesepakatan damai,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga demi memperlancar pengiriman bantuan ke wilayah yang paling terdampak.

Sementara itu, juru bicara WFP Abeer Etefa menjelaskan bahwa bantuan yang masuk ke Gaza masih jauh di bawah kebutuhan. Meski tim lapangan bergerak cepat, banyak jalur distribusi yang belum bisa dilalui karena kondisi jalan rusak parah.

Distribusi di wilayah utara Gaza belum bisa di mulai lantaran dua perbatasan utama dengan Israel, yakni Zikim dan Erez, masih di tutup. Kedua jalur ini sebelumnya menjadi rute penting bagi pengiriman logistik dan bahan pangan. “Akses ke wilayah utara sangat menantang. Jalanan banyak yang terhalang reruntuhan, membuat konvoi bantuan melambat,” ujar Etefa.

Selain itu, organisasi medis Médecins Sans Frontières (MSF) mengungkapkan bahwa sebagian besar lembaga bantuan belum berani kembali ke utara Gaza. Rumah sakit di wilayah tersebut hampir tidak berfungsi, dan banyak warga kehilangan akses terhadap layanan medis dasar.

Baca Juga :  Netanyahu Dukung Gencatan Senjata Trump: Iran Wajib Buka Selat Hormuz

Walaupun beberapa bantuan nutrisi sudah berhasil dikirim ke daerah tersebut, jumlahnya masih sangat terbatas. Konvoi bantuan yang beroperasi belum mampu menyalurkan pasokan pangan dalam jumlah besar karena faktor keamanan dan keterbatasan logistik.

Data dari badan koordinasi kemanusiaan PBB (OCHA) menunjukkan, pada Kamis lalu sekitar 950 truk bantuan berhasil masuk ke Gaza bagian selatan dan tengah melalui perbatasan Kerem Shalom dan Kissufim. Sehari sebelumnya, ada 715 truk tambahan, termasuk 16 truk yang membawa bahan bakar dan gas. Namun, belum ada pengiriman signifikan ke wilayah utara yang menjadi titik krisis terparah.

Upaya PBB dan berbagai lembaga kemanusiaan untuk mengirimkan bantuan ke seluruh wilayah Gaza masih terhambat oleh kerusakan infrastruktur dan blokade di jalur utara. Hingga kini, jutaan warga masih bergantung pada bantuan internasional untuk bertahan hidup di tengah keterbatasan pangan, air bersih, dan layanan kesehatan. (Tim)

Berita Terkait

Mengenal Putri Leonor: Calon Ratu Spanyol dan Pesona Pewaris Takhta Modern
Kurs Ringgit ke Rupiah Terbaru Hari Ini: 50 MYR Berapa IDR?
Maskapai Wajib Ganti Rugi Rp2,6 Juta Jika Pesawat Telat atau Batal di Vietnam
Kabar Duka Istana Thailand: Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia Usia 47 Tahun
Aturan Baru Malaysia: Remaja Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Akun Medsos
5 Orang Terkaya di Industri Media dan Hiburan
Kazakhstan & Azerbaijan Bersatu: TourAN Siap Manjakan Wisatawan Dunia
Beasiswa S1 Jepang MEXT 2027: Kuliah Gratis & Uang Saku Rp12 Juta
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:09 WIB

Mengenal Putri Leonor: Calon Ratu Spanyol dan Pesona Pewaris Takhta Modern

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:08 WIB

Kurs Ringgit ke Rupiah Terbaru Hari Ini: 50 MYR Berapa IDR?

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:05 WIB

Maskapai Wajib Ganti Rugi Rp2,6 Juta Jika Pesawat Telat atau Batal di Vietnam

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:00 WIB

Kabar Duka Istana Thailand: Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia Usia 47 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:00 WIB

Aturan Baru Malaysia: Remaja Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Akun Medsos

Berita Terbaru

Ilustrasi - Cara Mudah Cek Bansos PKH dan BPNT. (Foto: AI)

Nasional

Cara Mudah Cek Bansos PKH dan BPNT September 2026 via HP

Rabu, 2 Sep 2026 - 10:34 WIB