Britainaja – Misteri medis yang menyelimuti komposer legendaris Ludwig van Beethoven selama hampir dua abad akhirnya menemui titik terang. Melalui teknologi analisis genetik terbaru, para ilmuwan berhasil mengungkap tabir penyakit kronis yang diderita sang maestro hingga fakta mengejutkan mengenai garis keturunannya.
Beethoven mengembuskan napas terakhirnya pada Maret 1827 di usia 56 tahun. Sepanjang hidupnya, ia tidak hanya bergelut dengan ketulian progresif yang dimulai sejak usia 20-an, tetapi juga menderita gangguan pencernaan akut serta masalah hati yang parah.
Selama bertahun-tahun, spekulasi mengenai penyebab kematiannya terus bermunculan. Pada 2007, teori keracunan timbal sempat mendominasi diskusi para ahli, namun temuan terbaru kini membantah anggapan tersebut secara ilmiah.
Infeksi Hepatitis B dan Faktor Risiko Hati
Mengutip laporan dari Science Alert, tim peneliti dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology, Jerman, melakukan studi mendalam terhadap sampel rambut yang diyakini milik sang komposer. Hasilnya cukup mengejutkan; beberapa sampel rambut yang selama ini di koleksi ternyata bukan berasal dari Beethoven, melainkan milik seorang wanita.
Namun, dari helai rambut yang terverifikasi asli, di temukan jejak infeksi hepatitis B. Para ahli menyimpulkan bahwa infeksi virus ini, yang di perparah oleh pola konsumsi alkohol serta faktor genetik, menjadi pemicu utama kerusakan hati yang merenggut nyawanya.
Ahli biokimia Johannes Krause dari Max Planck Institute menjelaskan bahwa kombinasi antara infeksi hepatitis B dan kebiasaan minum sang komposer menciptakan risiko fatal bagi kesehatan hatinya. Meskipun begitu, penyebab pasti di balik gangguan pendengaran dan masalah pencernaannya masih menyisakan tanda tanya besar bagi dunia sains.
Rahasia Tersembunyi di Garis Keturunan
Selain data medis, penelitian ini juga mengungkap “skandal” keluarga yang terkubur selama ratusan tahun. Analisis pada kromosom Y menunjukkan adanya ketidakcocokan antara DNA sampel rambut dengan garis keturunan ayah Beethoven yang tercatat secara resmi.
Data ini mengarah pada adanya hubungan di luar nikah atau extrapair paternity yang terjadi di pihak paternal. Peristiwa ini di perkirakan berlangsung sekitar tujuh generasi sebelum sang maestro lahir.
Temuan ini tidak hanya memperkaya literatur sejarah mengenai kehidupan pribadi musisi terbesar dunia tersebut, tetapi juga membuktikan bagaimana sains mampu mengoreksi catatan masa lalu. Hingga kini, para peneliti masih mendalami bagaimana Beethoven tertular hepatitis dan terus mencari kaitan lain antara genetik dengan karya-karya luar biasa yang ia ciptakan di tengah keterbatasan fisiknya. (Tim)















