Mengapa Rasulullah SAW Menunda Haji? Alasan Haru di Balik Haji Wada

Haji Wada: Momen Pertama sekaligus Terakhir Sang Nabi

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Pelaksanaan Ibadah Haji.

Ilustrasi - Pelaksanaan Ibadah Haji.

Britainaja – Bagi setiap Muslim, menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci adalah puncak kerinduan spiritual. Namun, tahukah Anda bahwa Rasulullah SAW sendiri tidak langsung berangkat haji sesaat setelah perintah Allah turun?

Meskipun kewajiban haji sudah ada sejak tahun ke-6 Hijriah, Nabi Muhammad SAW baru melaksanakannya pada tahun ke-10 Hijriah. Penundaan selama empat tahun ini seringkali mengundang tanya: Mengapa sosok yang paling taat kepada Allah justru tidak menyegerakan perintah-Nya?

Perjalanan Menuju Haji Wada

Mengutip catatan Ahmad Sarwat dalam buku Ensiklopedi Fikih Indonesia: Haji & Umrah, Rasulullah SAW baru memimpin 124 ribu sahabat untuk berhaji pada tahun ke-10 Hijriah. Padahal, Allah SWT sudah menurunkan perintah wajib haji melalui Surah Ali Imran ayat 97 yang berbunyi:

“Mengerjakan ibadah haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah…”

Secara logistik dan keamanan, Nabi SAW sebenarnya sudah sangat mampu berangkat sejak peristiwa Fathu Makkah di tahun ke-8 Hijriah. Namun, beliau memilih menunggu hingga waktu yang tepat. Perjalanan di tahun ke-10 itu kemudian menjadi sejarah besar yang kita kenal sebagai Haji Wada atau Haji Perpisahan, karena itulah haji pertama sekaligus terakhir bagi beliau.

Baca Juga :  Doa Saat Gempa Bumi: Amalan Singkat dan Hikmah dalam Islam

Kasih Sayang di Balik Pilihan Nabi

Lantas, apa alasan Nabi Muhammad SAW hanya melaksanakan haji satu kali seumur hidup?

Raghib As-Sirjani dalam bukunya Rahman Ar-Rasul menjelaskan bahwa keputusan ini bersumber dari rasa cinta dan kasih sayang Rasulullah kepada umatnya. Beliau sangat memahami bahwa jika beliau berhaji berkali-kali, umatnya mungkin akan merasa terbebani untuk melakukan hal yang sama.

Baca Juga :  Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026: Niat, Keutamaan & Cara Gabung Qadha

Berikut adalah beberapa poin utama mengapa Rasulullah SAW mengambil keputusan tersebut:

  • Menghindari Kesulitan bagi Umat: Beliau ingin menunjukkan bahwa haji hanya wajib satu kali seumur hidup, sehingga tidak menyulitkan umat Islam yang memiliki keterbatasan harta maupun fisik.

  • Memberikan Teladan Kemudahan: Nabi SAW selalu memilih jalan yang paling memudahkan umatnya dalam beribadah.

  • Menetapkan Syariat: Dengan melaksanakan haji satu kali, beliau mempertegas batasan antara ibadah yang bersifat wajib dan sunnah.

Kisah ini mengajarkan kita bahwa setiap tindakan Rasulullah SAW selalu mempertimbangkan kemaslahatan orang banyak. Beliau bukan sekadar menjalankan perintah, tapi juga memastikan bahwa syariat tersebut tetap terasa ringan bagi pengikutnya hingga akhir zaman. (Tim)

Berita Terkait

7 Sunnah Tidur Rasulullah yang Bikin Hati Tenang & Berkah
Cara Rasulullah Memuliakan Barirah: Teladan Indah Menjaga Perasaan Sesama
MK Tegaskan Kewajiban Nafkah Suami Tidak Absolut, Istri Boleh Ikut Ambil Peran
Hukum Melagukan Al-Quran: Boleh atau Dilarang? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Hukum Merayakan Tahun Baru Islam: Boleh atau Tidak? Ini Kata Ulama
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu 17 Juni 2026
Sambut Tahun Baru Hijriah: 6 Amalan Terbaik di Malam 1 Muharram
101 Ucapan Tahun Baru Islam 2026 Penuh Doa dan Makna
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:00 WIB

7 Sunnah Tidur Rasulullah yang Bikin Hati Tenang & Berkah

Jumat, 19 Juni 2026 - 05:00 WIB

Cara Rasulullah Memuliakan Barirah: Teladan Indah Menjaga Perasaan Sesama

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:00 WIB

MK Tegaskan Kewajiban Nafkah Suami Tidak Absolut, Istri Boleh Ikut Ambil Peran

Kamis, 18 Juni 2026 - 05:00 WIB

Hukum Melagukan Al-Quran: Boleh atau Dilarang? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya

Rabu, 17 Juni 2026 - 05:00 WIB

Hukum Merayakan Tahun Baru Islam: Boleh atau Tidak? Ini Kata Ulama

Berita Terbaru

Pajak Tahunan BYD M6 DM-i. Medcom

Otomotif

Ternyata Murah! Segini Pajak Tahunan BYD M6 DM-i

Jumat, 19 Jun 2026 - 21:00 WIB

Harga iPhone 18 Pro Bakal Naik Drastis. Medcom

Tech & Game

Siap-Siap! Harga iPhone 18 Pro Bakal Naik Drastis Demi Fitur AI

Jumat, 19 Jun 2026 - 19:00 WIB

Ilustrasi - Sunnah Tidur Rasulullah yang Bikin Hati Tenang & Berkah.

Khasanah

7 Sunnah Tidur Rasulullah yang Bikin Hati Tenang & Berkah

Jumat, 19 Jun 2026 - 18:00 WIB